Dalam melakukan kegiatan pasti dibutuhkan kenyamanan agar aktivitas itu jadi lebih menyenangkan. Sebagai penulis pun dibutuhkan pula kenyamanan agar kamu bisa tetap melanjutkan menulis. Bahkan saat kamu sedang mengalami kegagalan sekalipun pada tulisan kamu.
Dengan kenyamanan pula akan memengaruhi kualitas tulisan dan produktivitas kamu sebagai penulis sehingga tercapailah rasa senang dalam menulis, temukan titik kenyamanan agar menulis menjadi kegiatan yang menyenangkan dan menghibur.
Mencari titik maupun celah kenyamanan dapat menjadi tantangan cukup besar bagi setiap penulis. Namun, kendati demikian bukanlah hal yang tidak mungkin untuk menemukan kenyamanan menulis, berikut beberapa cara agar kamu menemukan kenyamanan dalam menulis
1. Pilih Topik Sesuai Minat
Ini adalah cara paling dasar kamu dalam menemukan kenyamanan. Kalau kamu saja tidak suka dengan topiknya bagaimana kamu bisa mengembangkan tulisan kamu atau bisa saja kamu kembangkan tetapi hal itu tidak akan membantu kamu menemukan kenyamanan.
Hal ini dijabarkan pada teori psikologi dari John Keller. Jika informasi relevan dengan minat individu maka individu tersebut akan menerima dan memproses informasi tersebut secara mendalam dan baik.
Sebaliknya, jika tidak relevan maka individu tersebut akan kurang menerima informasi tersebut secara dangkal atau bahkan mengabaikannya.
Jadi kalau kita memilih topik yang sesuai minat menulis akan terasa menyenangkan dan cenderung konsisten dalam menulis karena kita merasa tertarik dan merasa memiliki kepentingan pada topik tersebut.
2. Pilih Lingkungan yang Tepat
Sering terjadi ketika kita sudah bersemangat menulis dengan beribu-ribu kata yang siap untuk dituang, namun lingkungan yang tidak tepat membuat kita jadi tidak ingin melanjutkan tulisan.
Usahakan tempat kamu menulis merupakan tempat ternyaman bagi kamu, tempat yang jauh dari gangguan seperti kebisingan berlebih, suara televisi, atau ringtone ponsel yang acap kali menjadi distraksi saat menulis sehingga kamu memilih untuk membuka ponsel dan tulisan kamu terbengkalai.
Pertimbangkan pula posisi duduk, pencahayaan, dan suhu ruangan sebagai elemen pendukung kenyamanan selama proses menulis.
3. Buat Jadwal dan Batasan Waktu
Terkadang hal yang membuat kita tidak nyaman menulis adalah sering berdekatan dengan kerjaan lain sehingga kualitas tulisan kamu pun tidak maksimal.
Dengan menentukan jadwal dan batasan waktu menulis kamu dapat mengurangi tekanan dan fokus pada tulisan yang sedang kamu kembangkan.
Tentukan jadwal harian atau mingguan pada rutinitas menulis. Dan perlu diingat untuk juga mempertimbangkan kondisi diri sendiri seperti waktu istirahat.
4. Berikan Self-Reward
Jangan lupa untuk memberikan hadiah kepada diri kamu sendiri ketika kamu telah mencapai titik tertentu pada penulisan kamu.
Misalnya pada tulisan kamu kali ini terbit dengan lebih cepat dari biasanya, maka berikanlah hadiah sederhana untuk mendukung diri kamu sebagai pendorong untuk menulis ide baru ke depannya.
Hal ini sejalan dengan teori psikologi dari B.F. Skinner mengemukakan bahwa penguatan berupa reward akan meningkatkan probabilitas atau intensitas kemungkinan perilaku yang akan terulang kembali di masa depan. Ketika kamu mampu meningkatkan aktivitas menulis menandakan kamu sudah nyaman dengan tulisan kamu
Itulah pembahasan singkat tentang cara menemukan titik kenyamanan pada penulisan kamu, memang tidak mudah menemukannya tetapi bukan tidak mungkin. Semoga bermanfaat dan selamat menulis!
Baca Juga
-
Tim PPK Ath-thobib Universitas Jambi Ubah Rumah Terlantar Jadi Wadah Ekspansi Anti-Stunting
-
Resmi! Tim PPK Ormawa Opening Program STARLING Guna Turunkan Risiko Stunting
-
Kompak! Mahasiswa Universitas Jambi dan Warga Legok Beraksi Goro Toga Tangkul
-
Cegah Stunting: Penyuluhan Stunting dan PHBS Disambut Antusias Warga Legok Jambi
-
Begini Kata Mantan Direktur WHO tentang Pandemi di Seminar Internasional FKIK UNJA
Artikel Terkait
-
3 Rekomendasi Novel Penulis Indonesia tentang Pendakian Gunung, Sudah Baca?
-
Jadi Penulis Itu Pilihan, Bukan Pelarian
-
Pemain Timnas Indonesia Mulai Mengeluh dengan Strategi Patrick Kluivert
-
Review The Ants Underground Kingdom: Game Bangun Kerajaan Semut, Seberapa Bikin Ketagihan?
-
Local Brand Winter: Gelombang Surut Brand Lokal, Bagaimana Cara Bertahan?
Hobi
-
Kembali Naik Peringkat, Timnas Indonesia Berpotensi Tempel Ketat Vietnam di Ranking FIFA
-
Lawan Yaman, Evandra Florasta Beri Sinyal Timnas Indonesia akan Makin Gacor
-
Timnas Indonesia Disokong Mentalitas 'Anti Banting', Siap Jaya di Piala Asia U-17?
-
Menang 0-1 Atas Korea Selatan, Jadi Modal Penting Bagi Timnas Indonesia U-17
-
Start Manis di Piala Asia U-17, Bukti Indonesia Punya Bibit Bertalenta?
Terkini
-
Review Anime My Stepmoms Daughter Is My Ex: Ketika Mantan Jadi Saudara Tiri
-
Novel Four Aunties and A Wedding: Pesta Pernikahan Berubah Menjadi Mencekam
-
Review Film Broken Rage: Ketika Takeshi Kitano Menolak Bertele-tele
-
Hidup Itu Absurd, Jadi Nikmati Saja Kekacauannya
-
Pengabdi Setan Origins: Batara, Darminah, dan Asal Mula Teror