Skuat Garuda Timnas Indonesia akan menjamu tamu agung dalam pertandingan FIFA matchday bulan Juni 2023 ini. Tak tanggung-tanggung, Indonesia yang berperingkat 150 dunia di rilisan terakhir FIFA, akan berhadapan dengan Argentina yang saat ini memiliki status sebagai jawara dunia, sekaligus pemuncak ranking induk sepak bola dunia.
Bagi kedua kesebelasan, pertandingan ini sendiri merupakan laga perdana. Namun, jika kita menilik sejarah pertemuan kedua negara di semua level usia, sejatinya Indonesia dan Argentina pernah bertemu di tahun 1979. Saat itu, baik Indonesia dan Argentina sama-sama menjadi wakil benua di Piala Dunia Usia Muda yang digelar di Jepang.
Pertemuan kedua kesebelasan di turnamen tersebut terjadi pada laga perdana grup B. Argentina dan Indonesia yang berada di grup B bersama dengan Polandia dan Yugoslavia, bertemu di laga perdana mereka.
Bisa ditebak, Timnas Indonesia Muda yang kala itu dipandegani oleh para legenda seperti Mundari Karya, Subangkit, Bambang Nurdiansyah hingga Soetjipto Suntoro dibabat lima gol tanpa balas oleh Argentina yang diperkuat oleh bintang-bintang besar seperti Diego Maradona, Hugo Alvez, Ramon Diaz dan Gabriel Calderon.
Perbedaan kekuatan kedua kesebelasan sudah mulai terlihat semenjak babak pertama dimulai. Disadur dari laman transfermarkt.com, Argentina yang unggul di semua lini, langsung unggul di menit ke 10 melalui Ramon Diaz, sebelum kemudian berturut-turut dilengkapi oleh Maradona pada menit ke 19.
Diaz yang bermain sangat baik pada laga tersebut, kembali menyumbang dua gol pada menit ke 23 dan 25, sebelum pada akhirnya kembali ditutup oleh gol Maradona pada menit ke 39.
Kekalahan Indonesia dari Argentina tersebut ternyata turut "menjadi jalan" bagi La Albiceleste untuk menjadi jawara dunia. Seusai mengalahkan Indonesia, Argentina yang dipenuhi dengan talenta-talenta berbakat, berhasil mengalahkan tim kuat Yugoslavia 1-0, membabat Polandia 4-1, membantai Aljazair 5-0 di babak delapan besar, mengalahkan Uruguay 2-0 di babak semi final, dan mengalahkan Uni Sovyet 3-1 di partai puncak guna menyabet gelar Piala Dunia Junior untuk kali pertama.
Sementara Indonesia? Kita harus berlapang dada, karena di akhir turnamen Indonesia harus pulang dengan tangan hampa dan menanggung lesakan 16 gol. Selain dari Argentina 5 gol, Indonesia juga kalah 0-6 dari Polandia, serta dipermak 0-5 oleh Yugoslavia di partai terakhir babak grup.
Nah, malam ini kita akan kembali menyaksikan pertarungan antara Indonesia melawan Argentina setelah lebih dari 40 tahun tak berjumpa. Bedanya, malam ini mereka tak akan bertarung di level kelompok umur, namun bertanding di level senior.
Kira-kira, hasilnya bagaimana ya?
Baca Juga
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
Artikel Terkait
-
Menang Banyak! Intip Keuntungan Argentina Pasca Lakoni Tur Asia FIFA Matchday Juni 2023
-
Sempat Nyinyir, eh Malaysia Akhirnya Siarkan Langsung Laga Timnas Indonesia vs Argentina
-
Shin Tae-yong Diminta Kenakan Kemeja Putih Lawan Argentina, Dianggap Punya Makna Besar Lho
-
Berikut 3 Dampak Positif jika Timnas Indonesia Mampu Tahan Argentina di SUGBK
-
Prediksi Strategi Timnas Indonesia vs Argentina, Shin Tae-yong Usung Parkir Bus?
Hobi
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
-
Prediksi Persija vs Persib: Duel Klasik Kembali ke GBK, Siapa Lebih Unggul?
-
Usai Double Podium di Aragon, Marc Marquez Khawatir Jalani GP Misano 2026
-
Loris Capirossi Dinobatkan jadi Legenda MotoGP di Misano, Apa Prestasinya?
-
Jujur! Jorge Martin Akui akan Menangis Jika Gagal jadi Juara Dunia MotoGP
Terkini
-
Tupi dan Wajah Muram Legendaris Penyelamat Hutan Rindang
-
Single Life Bukan Kegagalan: Saat Perempuan Tak Lagi Takut Hidup Melajang
-
Ponsel Lipat Harga Mulai Rp30 Juta! Apa Saja Kehebatan iPhone Duo?
-
Saat Cinta Datang Terlambat: Belajar Merelakan dari Lagu Raim Laode "Dunia yang Nanti"
-
Belajar dari The Early Spring: Jangan Meremehkan Orang yang Sedang Berjuang