Pertadingan persahabatan antara Indonesia melawan Argentina akan menjadi salah satu laga yang paling dikenang oleh para pencinta sepak bola nasional. Tak hanya karena permainan memikat yang ditunjukkan oleh para penggawa Garuda, namun juga momen-momen unik yang menghiasi pertandingan tersebut.
Salah satu momen yang mungkin akan selalu terpatri di benak para pendukung timnas Indonesia adalah ketika bek kanan andalan Timnas Indonesia, Asnawi Mangkualam Bahar, melakukan sliding brilian terhadap wonderkid Argentina sekaligus Manchester United, Alejandro Garnacho.
Pada laga tersebut, Asnawi dan Garnacho memang sempat terlibat pertarungan sengit di sisi kanan pertahanan Indonesia. Asnawi yang berhasil mengantongi Garnacho, bahkan sempat mendapatkan tekel balasan yang berbahaya dari pemain berusia 18 tahun tersebut.
Ternyata, ada kisah unik di balik tekel Asnawi terhadap Garnacho tersebut. Melalui akun TikTok Najwa Shihab, pemain asal Makassar tersebut mengakui bahwa dirinya melakukan hal tersebut karena terpengaruh dengan komentar-komentar warganet pengguna sosial media di Indonesia.
"Kamu kayaknya sengaja narget Garnacho ya?" tanya Najwa Shihab kepada Asnawi.
"Bukan sengaja sih," jawab Asnawi.
"Memang, sebelum pertandingan, netizen ini tekel Messi kan pertama, tapi enggak datang disuruhnya Garnacho," lanjut pemain berusia 24 tahun tersebut.
Selanjutnya, presenter dan wartawan kondang tersebut mengajak Asnawi untuk melihat cuplikan pertandingan saat dirinya saling tekel dengan Garnacho.
"Di sini kaget aku dia bisa lewatin dua pemain kan?" kata Asnawi sembari melihat cuplikan video.
"Nah, Garnacho-nya dapat, dia lewat, nah aku kaget langsung lari aja. Padahal udah capek banget, udah menit 89 itu," terang Asnawi menjelaskan secara rinci detik-detik momen bersejarah antara dirinya dengan Garnacho.
Ternyata apa yang dilakukan oleh Asnawi pada pertandingan tersebut, sedikit banyak juga dipengaruhi oleh komentar dari warganet ya. Kalau memang seperti itu, sepertinya lain kali kita bisa memberikan motivasi dan kata-kata penyemangat sebelum para pemain Timnas bertanding ya!
Sekadar mengingatkan, pertandingan antara Argentina melawan Indonesia sendiri berakhir dengan kemenangan Argentina dengan skor 0-2. Dua gol kemenangan tim tamu dilesakkan oleh Leandro Paredes pada menit ke 38 dan digandakan oleh Cristian Romere pada menit ke 55 pertandingan berjalan.
Baca Juga
-
Belajar Menelaah Kejamnya Realita Dunia Kerja melalui Perpisahan CR7 dengan Timnas Portugal
-
Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas
-
Nasib Bahasa Indonesia di Akar Rumput: Bersandar Enam Jam Sepekan, Tergerus Masifnya Konten Tayangan
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
Artikel Terkait
-
Timnas Indonesia Telantarkan Ranking FIFA Demi Lawan Argentina? Imbasnya Sampai Kualifikasi Piala Dunia 2026
-
CEK FAKTA: Benarkah Cristiano Ronaldo Ingin Portugal vs Timnas Indonesia Setelah Menyimak FIFA Matchday 2023?
-
Erick Thohir Cari Suporter yang Lukis Wajahnya di Tubuh: Mohon Info!
-
Luapan Hati anak Raffi Ahmad saat Undur Diri jadi Player Escort Timnas Argentina kepada Erick Thohir: 'Nanti aa diteriakin lagi Rafathar kalah'
-
Keterlaluan! Pembelaan Manchester United Untuk Garnacho Yang Tak Mampu Lewati Asnawi
Hobi
-
Membelot dari Hongkong, Adik Mitchell Baker Segera Bela Timnas Indonesia?
-
Jadwal MotoGP Qatar 2026: Balapan di Tengah Isu Perang, Tim Yamaha Mundur
-
Piala Asia 2027 Resmi Diundur, Untung atau Buntung bagi Timnas Indonesia?
-
Jadwal dan Prediksi Liga Champions: Misi Bangkit Barcelona hingga Manchester United
-
Piala Asia 2027 Terancam Batal, Jadi Kerugian Bagi Timnas Indonesia?
Terkini
-
Novel Tanah Para Bandit: Ketika Penegak Hukum Justru Terlibat Kejahatan
-
Wangi Bersih, Sopan, dan Elegan! 5 Pilihan Parfum yang Cocok untuk Ibu Guru
-
Langkah Awal Memahami Pasar Modal: Belajar Investasi Bersama New BIONS
-
Birokrasi di Zona Nyaman: Mengapa Program Tak Efisien Terus Dipertahankan?
-
Mitos Kerja Keras: Saat Meritokrasi Menyalahkan Rakyat Kecil