Pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez, baru-baru ini mengungkapkan bahwa dirinya tidak merasa tertekan dengan posisinya saat ini yang menjadi salah satu kontender juara dunia MotoGP 2026.
Perburuan gelar juara dunia mulai memanas seiring bergulirnya paruh kedua musim ini. Saat ini, ada 3 kandidat terkuat yang berpotensi keluar sebagai jawara, mereka adalah Jorge Martin, Ai Ogura, dan Marc Marquez, yang notabene menduduki posisi 1-3 klasemen sementara.
Setelah mengalami rintangan yang cukup berat di awal musim, Marc berhasil bangkit jelang jeda musim panas dengan memenangkan 3 dari empat balapan terakhir.
Hasil ini membuat selisih poin yang dulu mencapai lebih dari 100 angka, kini hanya tinggal 18 angka saja. Tak hanya itu, Marc kini juga berada di posisi 3 klasemen sementara yang otomatis membuatnya kembali masuk ke dalam perburuan gelar juara dunia.
Bagi sebagian pembalap, berada di posisi ini memberi tantangan atau bahkan tekanan tersendiri. Mereka dituntut untuk terus konsisten di setiap balapan agar bisa mengumpulkan poin maksimal.
Namun, hal yang berbeda justru terjadi pada Marc Marquez, 7 gelar juara dunia yang telah dimilikinya saat ini membuat Marc tidak merasakan adanya tekanan meskipun dia kini mulai bersaing lagi dengan para rival untuk gelar kedelapannya.
“Jika Anda bertanya kepada mereka, mereka akan mengatakan favoritnya adalah orang yang memiliki lebih banyak gelar juara. Karena lebih mudah untuk tidak memiliki tekanan [sebagai favorit juara) daripada memilikinya. Tapi jujur saja, saya tidak merasakan tekanan karena ambisi saya tetap sama," ujar Marc, dilansir dari laman Motorsport.
Menurut Marc, jika seorang pembalap menjadi juara dunia, maka itu akan mengubah hidupnya. Namun, Marc sendiri sudah menjadi juara dunia, tidak sekali atau dua kali, sehingga dalam perburuan ini entah dia menang atau tidak, itu tidak akan mengubah apapun.
“Jadi, jika Anda menjadi juara dunia, itu akan mengubah hidup Anda di masa depan. Hidup saya tidak akan berubah, entah Anda memenangkan satu kejuaraan lagi atau tidak. Tetapi bagi mereka, ya," tambahnya.
Setelah rangkaian hasil yang kurang memuaskan, Marc merasa diberi kesempatan kedua oleh para pembalap untuk kembali memenangkan gelar.
Hal tersebut dikarenakan kemajuan yang dibuat oleh Marc saat ini dibarengi dengan performa rival yang 'angin-anginan'. Katakanlah Jorge Martin, Ai Ogura, atau Marco Bezzecchi yang tampil lebih dominan sejak awal, tapi belakangan jadi naik turun.
"Mereka memberi saya kesempatan kedua. Saya benar-benar tersingkir. Dengan keunggulan 100 poin, jika pemimpin klasemen melakukan pekerjaan yang cukup baik, saya tidak akan mampu mengejarnya," katanya.
Seperti yang telah dikatakan oleh Marc, jika pemimpin klasemen mampu menampilkan performa terbaik dan konsisten, maka bisa saja The Baby Alien makin tertinggal dan tidak bisa mengejarnya.
Namun, Marc tetaplah Marc, meskipun menganggap enteng perburuan gelar ini, dia mengaku akan memanfaatkan kesempatan yang ada dan berjuang sampai akhir. Ini juga menjadi sinyal bahaya untuk para rivalnya.
“Kami akan mencoba memanfaatkannya. Kami akan mencoba berjuang sampai akhir," pungkasnya.
Dengan momentum positif yang sedang dimilikinya, dua belas seri tersisa dipastikan akan menjadi penentu apakah kebangkitan Marc Marquez mampu berakhir dengan trofi juara dunia kedelapan.
Persaingan diprediksi bakal semakin ketat karena setiap poin akan sangat berharga. Satu hal yang pasti, pengalaman, mental juara, dan kepercayaan diri Marc Marquez membuatnya tetap menjadi sosok yang tidak boleh diremehkan hingga musim benar-benar berakhir.
Baca Juga
-
MotoGP Australia 2026 Gagal Total: Selamat Tinggal Phillip Island!
-
Marc Marquez Pimpin Klasemen Sementara, Gelar Juara Dunia Sudah di Tangan?
-
Butterscotch Minggir Dulu! Sudah Coba Markas Sebatok Jahe Merah di Nganjuk?
-
Jadwal MotoGP Malaysia 2026: Apakah Jorge Martin Bisa Membalikkan Keadaan?
-
Motor MotoGP akan Ikut Tampil di Ajang F1 Amerika 2026, Balapan Bareng?
Artikel Terkait
-
42 Persen Tiket Terjual, MotoGP Indonesia 2026 Dikemas Lebih Menarik
-
ARRC Mandalika Memanas! Misi Pembuktian Pembalap Cedera dan Ambisi Besar Pasukan CBR Series
-
Jadwal MotoGP Inggris 2026: Tiap Poin Berharga untuk Raih Gelar Juara Dunia
-
Bantah Rumor Tak Akur, Marc Marquez Sebut Pecco Bagnaia Rekan yang Baik
-
Pilih Gabung Ducati, Pedro Acosta Ogah Pakai Motor KTM yang Tak Kompetitif
Hobi
-
Membelot dari Hongkong, Adik Mitchell Baker Segera Bela Timnas Indonesia?
-
Jadwal MotoGP Qatar 2026: Balapan di Tengah Isu Perang, Tim Yamaha Mundur
-
Piala Asia 2027 Resmi Diundur, Untung atau Buntung bagi Timnas Indonesia?
-
Jadwal dan Prediksi Liga Champions: Misi Bangkit Barcelona hingga Manchester United
-
Piala Asia 2027 Terancam Batal, Jadi Kerugian Bagi Timnas Indonesia?
Terkini
-
Review Merry Berry Love: Kisah Cinta Desainer Korea dan Petani Stroberi
-
Jokowi Beberkan Ijazah Asli di Sidang, Roy Suryo Malah Tertawa: Bisa Dipidana Jika Tudingan Meleset?
-
Fenomena Blind Box: Antara Sensasi Kejutan hingga Risiko Perilaku Konsumtif
-
Serangga Hutan Terancam Karhutla padahal Punya Dampak bagi Ekosistem
-
Maraknya Demonstrasi Mahasiswa Hari Ini dan Kenangan Masa Lalu Saya