Hayuning Ratri Hapsari | Desyta Rina Marta Guritno
Marc Marquez (Instagram/@marcmarquez93)
Desyta Rina Marta Guritno

Pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez, baru-baru ini mengungkapkan bahwa dirinya tidak merasa tertekan dengan posisinya saat ini yang menjadi salah satu kontender juara dunia MotoGP 2026.

Perburuan gelar juara dunia mulai memanas seiring bergulirnya paruh kedua musim ini. Saat ini, ada 3 kandidat terkuat yang berpotensi keluar sebagai jawara, mereka adalah Jorge Martin, Ai Ogura, dan Marc Marquez, yang notabene menduduki posisi 1-3 klasemen sementara.

Setelah mengalami rintangan yang cukup berat di awal musim, Marc berhasil bangkit jelang jeda musim panas dengan memenangkan 3 dari empat balapan terakhir.

Hasil ini membuat selisih poin yang dulu mencapai lebih dari 100 angka, kini hanya tinggal 18 angka saja. Tak hanya itu, Marc kini juga berada di posisi 3 klasemen sementara yang otomatis membuatnya kembali masuk ke dalam perburuan gelar juara dunia.

Bagi sebagian pembalap, berada di posisi ini memberi tantangan atau bahkan tekanan tersendiri. Mereka dituntut untuk terus konsisten di setiap balapan agar bisa mengumpulkan poin maksimal.

Namun, hal yang berbeda justru terjadi pada Marc Marquez, 7 gelar juara dunia yang telah dimilikinya saat ini membuat Marc tidak merasakan adanya tekanan meskipun dia kini mulai bersaing lagi dengan para rival untuk gelar kedelapannya.

Jika Anda bertanya kepada mereka, mereka akan mengatakan favoritnya adalah orang yang memiliki lebih banyak gelar juara. Karena lebih mudah untuk tidak memiliki tekanan [sebagai favorit juara) daripada memilikinya. Tapi jujur saja, saya tidak merasakan tekanan karena ambisi saya tetap sama," ujar Marc, dilansir dari laman Motorsport.

Menurut Marc, jika seorang pembalap menjadi juara dunia, maka itu akan mengubah hidupnya. Namun, Marc sendiri sudah menjadi juara dunia, tidak sekali atau dua kali, sehingga dalam perburuan ini entah dia menang atau tidak, itu tidak akan mengubah apapun.

Jadi, jika Anda menjadi juara dunia, itu akan mengubah hidup Anda di masa depan. Hidup saya tidak akan berubah, entah Anda memenangkan satu kejuaraan lagi atau tidak. Tetapi bagi mereka, ya," tambahnya.

Setelah rangkaian hasil yang kurang memuaskan, Marc merasa diberi kesempatan kedua oleh para pembalap untuk kembali memenangkan gelar.

Hal tersebut dikarenakan kemajuan yang dibuat oleh Marc saat ini dibarengi dengan performa rival yang 'angin-anginan'. Katakanlah Jorge Martin, Ai Ogura, atau Marco Bezzecchi yang tampil lebih dominan sejak awal, tapi belakangan jadi naik turun.

"Mereka memberi saya kesempatan kedua. Saya benar-benar tersingkir. Dengan keunggulan 100 poin, jika pemimpin klasemen melakukan pekerjaan yang cukup baik, saya tidak akan mampu mengejarnya," katanya.

Seperti yang telah dikatakan oleh Marc, jika pemimpin klasemen mampu menampilkan performa terbaik dan konsisten, maka bisa saja The Baby Alien makin tertinggal dan tidak bisa mengejarnya.

Namun, Marc tetaplah Marc, meskipun menganggap enteng perburuan gelar ini, dia mengaku akan memanfaatkan kesempatan yang ada dan berjuang sampai akhir. Ini juga menjadi sinyal bahaya untuk para rivalnya.

Kami akan mencoba memanfaatkannya. Kami akan mencoba berjuang sampai akhir," pungkasnya.

Dengan momentum positif yang sedang dimilikinya, dua belas seri tersisa dipastikan akan menjadi penentu apakah kebangkitan Marc Marquez mampu berakhir dengan trofi juara dunia kedelapan.

Persaingan diprediksi bakal semakin ketat karena setiap poin akan sangat berharga. Satu hal yang pasti, pengalaman, mental juara, dan kepercayaan diri Marc Marquez membuatnya tetap menjadi sosok yang tidak boleh diremehkan hingga musim benar-benar berakhir.