Seperti yang kita ketahui bersama, perhelatan Piala Dunia U-20 yang diadakan di Argentina telah usai. Pada turnamen berlevel dunia di bawah naungan langsung dari FIFA tersebut, Uruguay U-20 akhirnya muncul sebagai juara. Di partai final, wakil dari kawasan Amerika Latin tersebut berhasil memupuskan mimpi Italia untuk menjadi juara dengan skor tipis 1-0.
Seiring dengan usainya perhelatan tersebut, pergerakan para pemain yang terlibat di turnamen pun mengalami pergeseran. Para pemandu bakat yang datang atau menyaksikan pertandingan yang berlangsung, dipastikan telah memberikan nama-nama yang sesuai dengan yang mereka inginkan, atau setidaknya memiliki potensi besar untuk direkrut.
Terbaru, dua pemain dari benya Asia, yakni Ali Jasim dari Iraq dan Kim Ji Soo dari Korea Selatan mendapatkan tawaran yang cukup menggiurkan dari klub yang berada di daratan Eropa. Ali Jasim yang membela Iraq U-20, dikabarkan telah dikirimi proposal perpindahan oleh KAA Gent, salah satu klub yang berlaga di kasta tertinggi Liga Belgia dan satu klub asal Swiss.
Sementara itu, talenta muda asal Korea Selatan, Kim Ji Soo saat ini bahkan dikabarkan telah mencapai kesepakan dengan klub asal Inggris, Brentford. Pencapaian yang cukup luar biasa bagi para pemain muda, imbas dari penampilan yang mereka tunjukkan di Piala Dunia U-20 lalu.
Munculnya fenomena ini tentu saja semakin mengaminkan apa yang sempat dikatakan oleh pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae Yong. Saat masih menangani skuat Timnas Indonesia U-20 yang diproyeksikan untuk tampil di perhelatan Piala Dunia U-20 lalu, Shin Tae Yong pernah berpesan kepada para anak asuhnya untuk bermain maksimal dan menunjukkan performa terbaik yang mereka miliki.
Dalam pesannya tersebut, Shin Tae Yong juga menjelaskan kepada Marselino Ferdinan dan kolega bahwa akan banyak para pemandu bakat yang nantinya memantau permainan mereka, sehingga ketika gelaran Piala Dunia U-20 usai, bisa saja mereka mendapatkan klub baru yang memiliki level kompetisi lebih baik dari klub mereka saat ini.
Pernyataan tersebut kini terbukti benar adanya. Meskipun tak ada pemain Indonesia yang mendapatkan lirikan atau tawaran dari klub-klub luar negeri karena gagal tampil di pentas Piala Dunia U-20, namun pergerakan profesional yang dialami oleh Ali Jasim dan Kim Ji Soo membuktikan bahwa apa yang dikatakan pelatih asal Korea Selatan tersebut memang nyata adanya.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Selaku Bapak-Bapak yang Kerap PP Rembang-Tuban, Saya Menaruh Kejengkelan terhadap Hal-Hal Ini!
-
Cerita Bapak-Bapak PP Rembang-Tuban: Mengapa Saya Selalu Mengelus Dada Setiap Melintas di Jalur Ini?
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan
-
Jadi Guru Pembimbing Sekaligus Juri adalah Dilema, Ibarat Sudah Kalah Duluan Sebelum Mulai Lomba
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
Artikel Terkait
-
CEK FAKTA: Lancar Bahasa Sunda, Pemain AS Monaco Resmi Bela Timnas di Piala Dunia U-17, Aslina Lur?
-
Dipanggil Shin Tae-yong Striker Ganas Eropa Ini Sah Berseragam Timnas, Benar?
-
Turunkan Tim U-20 di Asian Games, Langkah yang Cocok Untuk Jangka Panjang ?
-
Staffan Qabiel Horito yang Dipanggil ke Timnas Indonesia U-17, Punya Mimpi Tampil di Liga Champions
-
Striker Bali United Belum Nyetel, Coach Teco Puji Kualitasnya, Duet Dengan Mesin Gol Timnas Indonesia?
Hobi
-
Bukan Hanya Pembalap, Tim Tech3 Juga Tentukan Nasib untuk Tahun 2027
-
Kepala Pundak Kerja Lagi, Karya Sal Priadi Jadi OST Monster Pabrik Rambut
-
Kesabaran Mulai Habis, Fabio Quartararo Tak Temukan Titik Terang di Yamaha
-
Atenx Katros Ubah Mio 2003 Jadi Motor Listrik, Tenaga Setara Motor 400 cc!
-
Marc Marquez Terpuruk, Aprilia Berpesta: Hanya Sementara atau Seterusnya?
Terkini
-
Tak Semua Cinta Bisa Diselamatkan: Tragedi Nara dan Jindo dalam Eye Shadow
-
Bocoran Samsung Galaxy S27 Ultra: Kamera Dipangkas, Teknologi Makin Cerdas
-
Dosa Lingkungan di Balik Label 'Ramah Bumi' yang Estetik
-
Bawa Identitas Neo! Taeyong NCT Perluas Genre Musik di Comeback Album WYLD
-
Memahami Dunia Anak Spesial: Review Novel Ikan Kecil yang Mengajarkan Empati Tanpa Menggurui