Dalam FIFA Matchday bulan Oktober, Vietnam melakukan langkah berani. Tidak tanggung-tanggung mereka akan melakoni laga uji coba menghadapi 3 raksasa Asia. Lawan yang dipilih adalah Uzbekistan, China, dan Korea Selatan.
Berbeda dengan timnas Indonesia, Vietnam dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 langsung melenggang ke fase grup. Hal ini disebabkan ranking yang dimiliki Vietnam lebih baik dibandingkan Indonesia.
Indonesia sendiri pada bulan Oktober harus melakoni satu babak menuju fase grup Kualifikasi Piala Dunia 2026. Lawan yang harus dihadapi adalah Brunei Darussalam. Sehingga PSSI pun tidak melakukan agenda FIFA Matchday yang lain.
Langkah berani yang dilakukan Vietnam merupakan indikasi bahwa mereka sangat ingin lolos dari fase grup. Sehingga mereka membutuhkan lawan yang berada di atas dalam urusan level. Ketiga negara Asia tersebut dianggap sebagai pilihan terbaik.
Dalam fase grup Vietnam akan menjadi satu dengan Irak, Filipina, dan kemungkinan besar adalah Indonesia. Dengan catatan Indonesia mampu mengalahkan Brunei Darussalam sebelumnya.
Secara hitung-hitungan Vietnam seharusnya patut untuk yakin lolos dari fase grup. Kalaupun ada hadangan, datang dari Irak. Sedangkan Indonesia dan Filipina seharusnya tidak diperhitungkan.
Namun melihat pencapaian timnasi Indonesia yang belakangan ini sering menyulitkan Vietnam, langkah berani itu pun ditempuh. Dalam catatan pertemuan terakhir Vietnam mengalami satu kekalahan dan satu kemengangan.
Kekalahan yang didapat Vietnam adalah saat mereka digulung timnas Indonesia di semifinal SEA Games di Kamboja. Kemenangan Indonesia yang hanya bermain dengan 10 pemain, menjadi trauma berat bagi Vietnam.
Demikian juga dalam ajang Piala AFF U-23 2023. Tanpa diduga timnas Indonesia mampu menundukkan Thailand yang saat itu menjadi tuan rumah dengan skor 3-1. Selanjutnya bertemu Vietnam di babak final.
Catatan yang paling menarik dalam laga tersebut kemenangan Vietnam dicapai dengan cara adu penalti. Padahal timnas Indonesia yang diasuh Shin Tae-yong itu tampil dengan kondisi seadanya.
Selanjutnya dalam ajang Asian Games tahun ini. Pencapaian timnas Indonesia lebih impresif jika dibandingkan Vietnam. Indonesia harus mengakui kekuatan Uzbekistan 0-2. Namun kemenangan Uzbekistan tidak dicapai dengan mudah, namun harus melalui babak perpanjangan waktu.
Rangkaian prestasi Indonesia inilah yang diduga menjadi perhitungan matematis Vietnam. Diakui atau tidak, Indonesia berpotensi menyulitkan Vietnam dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Tanpa Gustavo Almeida, Persija Jakarta Hadapi Madura United FC di Bangkalan
-
Jamu CAHN FC, PSM Makassar Optimis Mampu Tembus Babak Final ACC 2025
-
Gegara Belum Pulih Cedera, Anthony Ginting Harus Absen Lagi dari Badminton Asia Championships 2025
-
Bahrain Meremehkan, Vietnam Justru Kagum! Erick Thohir Jadi Kunci Sukses Timnas Indonesia?
-
Giliran Timnas Indonesia Putri Terjun di Kualifikasi Piala Asia Wanita 2026
Artikel Terkait
-
Gema Takbir Iringi Kemenangan Timnas Indonesia U-17: Garuda Muda Tekuk Korea 1-0
-
Hasil Babak I Korsel vs Timnas Indonesia U-17: Mierza Firjatullah Nyaris Cetak Gol
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
-
Sesaat Lagi Kick Off! Ini Susunan Pemain Korsel vs Timnas Indonesia U-17
-
Viral Denny Landzaat Fasih Bahasa Indonesia di Maluku, Shin Tae-yong Kena Sindir
Hobi
-
Mengejutkan! Maarten Paes Kritik Taktik dari Patrick Kluivert di Timnas Indonesia
-
Ranking FIFA Timnas Indonesia Naik, Ini Harapan Besar Erick Thohir
-
Hadapi Korea Selatan, Timnas Indonesia U-17 Wajib Raih Minimal 1 Poin
-
Persija Jakarta Incar Posisi Empat Besar, Madura United akan Jadi Korban?
-
Kandaskan CAHN FC, PSM Buka Kans Akhiri Titel Juara Bertahan Puluhan Tahun Wakil Singapura
Terkini
-
Review Novel 'Kerumunan Terakhir': Viral di Medsos, Sepi di Dunia Nyata
-
Bertema Olahraga, 9 Karakter Pemain Drama Korea Pump Up the Healthy Love
-
Fenomena Pengangguran pada Sarjana: Antara Ekspektasi dan Realita Dunia Kerja
-
Menelaah Film Forrest Gump': Menyentuh atau Cuma Manipulatif?
-
Krisis Warisan Rasa di Tengah Globalisasi: Mampukah Kuliner Lokal Bertahan?