Bek kanan andalan Timnas Indonesia, Asnawi Mangkualam Bahar kembali menunjukkan performa positif. Bersama dengan klubnya saat ini, Jeonnam Dragons, pemain kelahiran Makassar Sulawesi Selatan tersebut turut memberikan andil dalam kemenangan tipis klubnya melawan Ansan Greeners di pekan kelima gelaran Liga 2 Korea Selatan.
Uniknya, terdapat beberapa fakta menarik yang menyelimuti penampilan Asnawi Mangkualam Bahar di laga terakhirnya melawan Ansan Greeners pada 7 Oktober 2023 kemarin. Fakta apakah itu? Mari kita ulas bersama!
1. Tampil Sebagai Starter
Fakta pertama yang menyelimuti penampilan Asnawi Mangkualam Bahar pada pertandingan kemarin adalah, dirinya kembali tampil sebagai starter. Disadur dari laman transfermarkt.com, sejauh ini Asnawi telah mencatatkan namanya dalam skuat sebanyak 25 kali dan bermain sebanyak 22 kali di Liga 2 Korea Selatan.
Dari catatan penampilan tersebut, 18 laga dijalani oleh Asnawi dengan status sebagai sebelas pertama atau starting line-up.
2. Kembali Kantongi Kartu Kuning
Penampilan tanpa kompromi yang ditunjukkan oleh Asnawi pada pertandingan melawan Ansan Greeners tersebut berbuah satu kartu kuning. Disadur dari laman bolatimes.com, Asnawi mendapatkan kartu kuning pada menit ke 25 ketika mencoba untuk menghentikan akselerasi pemain lawan yang berusaha untuk melakukan skema serangan balik cepat di pertahanan Jeonnam.
3. Tampil Keras dan Trengginas
Meskipun harus mendapatkan kartu kuning, namun Asnawi sejatinya menyuguhkan permainan yang sangat menawan. Sleding-sleding dan hadangan berkelas yang menjadi salah satu ciri khasnya, kerap kali dipertontonkan pada pertandingan tersebut.
Menjadikan sektor kanan permainan Jeonnam sebagai daerah operasinya, pemain berusia 24 tahun tersebut konsisten dalam membantu penyerangan timnya. Tak hanya menyerang, mantan pemain PSM Makassar itu juga beberapa kali terlibat dalam penguatan sektor pertahanan timnya, termasuk dengan melakukan intersep manis di menit ketujuh pertandingan berjalan.
4. Sempat Bikin Pelatih Jeonnam Ketir-ketir
Meskipun telah mendapatkan kartu kuning pada menit ke 25, Asnawi tak juga redam dalam bermain keras. Empat menit selepas mendapatkan kartu kuning, Asnawi kembali melakukan sebuah pelanggaran keras yang beruntungnya tak membuat wasit menghunus kartu kuning kedua untuknya.
Alhasil, pelatih Lee Jang Kwan yang ketir-ketir Asnawi Mangkualam kembali mendapatkan kartu kuning, memutuskan untuk menariknya keluar pada menit ke 33 pertandingan berjalan.
Nah, itulah 4 fakta menarik mengenai Asnawi Mangkualam Bahar di pertandingan terakhir melawan Ansan Greeners. Bagaimana tanggapan kalian?
Baca Juga
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
-
Realita Dunia Orang Dewasa: Bekerja Terasa Jauh Lebih Nyaman, Efek Pimpinan Baru yang Pengertian
-
Bagi Sebagian Warga Rembang Asli, Gaji UMR adalah Sebuah Impian dan Pencapaian Prestasi
-
Realita Pahit Lulusan SMK: Niatnya Bantu Keluarga, Malah Terjebak Gaji Kecil di Luar Kota
-
Penerapan UU Transfer Daerah dan Nasib Remang Masa Depan PPPK: Efisiensi Berujung Eliminasi?
Artikel Terkait
-
Asnawi Mangkualam Posting Pemanggilan ke Timnas Indonesia, Netizen Beri Kritikan Pedas
-
Nasib Sial Asnawi Mangkualam di Laga Jeonnam vs Ansan Greeners, Dikartu Kuning Hingga Cuma Main Setengah Jam
-
Asnawi Mangkualam Tampil 33 Menit Bela Jeonnam Dragons, Bantu Menang Tipis
-
Asnawi Mangkualam Jadi Starter dan Cuma Main 33 Menit, Jeonnam Dragons Menang Tipis Atas Ansan Greeners
-
Posting Dapat Panggilan Timnas Indonesia, Asnawi Mangkualam Malah Kena Kritik
Hobi
-
Alex Rins Resmi Hengkang dari Yamaha, Didepak Diam-diam?
-
Build Fanny Tersakit 2026: Rekomendasi Item dan Emblem untuk Dominasi Jungle
-
Loyalitas di Tengah Perang: Peran Vital Darijo Srna di Shakhtar Donetsk
-
Triumph Rocket 3 Storm R, Motor dengan Mesin Lebih Besar dari Innova Zenix
-
Bersaing! Bos Aprilia Akui Jorge Martin Lebih Unggul dari Marco Bezzecchi
Terkini
-
Merah Bara Biru Beku, Kupas Bahasa Warna dalam Film Kupilih Jalur Langit
-
Kerja Keras, tapi Kurang Diakui: Nasib Perempuan di Dunia Profesional
-
Membongkar 'Biaya Siluman' Pendidikan: Dari Tingkat Sekolah hingga Kampus
-
Mengingat yang Dilupakan: Kisah Segara Alam dan Bayang-Bayang 1965
-
Mahalnya Harga Pendidikan: Ketika Pengorbanan Menjadi Satu-satunya Jalan