Seperti yang telah diketahui oleh berbagai kalangan, persaingan di dunia sepak bola kawasan Asia Tenggara memang tak kalah keras dengan kawasan-kawasan lainnya. Negara-negara yang berada di kawasan ini, memiliki ciri khas permainan yang berbeda-beda, termasuk Vietnam.
Sejauh ini, Vietnam merupakan salah satu negara kekuatan utama di persepakbolaan kawasan. Dari sisi permainan mereka memang tak diragukan lagi, dan cukup sukses untuk menghidupkan persaingan di kawasan ini menantang Thailand, Indonesia, Malaysia dan Singapura.
Namun sayangnya, di balik permainan berkelas yang ditunjukkan oleh Vietnam, mereka juga dikenal sebagai negara yang cukup tricky dan bermain keras di setiap pertandingannya. Bahkan, mereka tak segan-segan untuk bermain kotor dan mencederai para pemain lawan.
Hal tersebut tampaknya sudah menjadi sebuah catatan tersendiri bagi seorang Sandy Walsh. Pemain naturalisasi Indonesia tersebut bahkan sudah hafal dengan para pemain Vietnam yang kerap memainkan trik-trik kotor dalam bermain.
Hal tersebut terlihat jelas ketika Sandy menjadi bintang tamu siniar kanal YouTube Sport77 Official. Dengan gamblang, Sandy bahkan menyebut dua pemain Vietnam yang memang dikenal memiliki track record buruk di persepakbolaan Asia Tenggara.
Semula, dalam siniar tersebut, Sandy Walsh membahas keinginannya untuk bisa mencetak gol bagi Indonesia di pertandingan mendatang. Sandy berharap dirinya bisa mencetak gol saat melawan Iraq, Filipina atapun Vietnam.
BACA JUGA:
Mamat Alkatiri yang merupakan salah satu host siniar, tiba-tiba saja mengeluarkan celetukan kocak.
"Aku ingin kamu nanti menyikut pemain Vietnam!" ujar Mamat.
Tanpa disangka, celetukan tersebut justru ditanggapi oleh Sandy Walsh sembari menyebutkan dua pemain Vietnam.
"Pemain yang mana?" tanya Sandy.
"Nomor lima?" imbuh Sandy dengan nada bertanya.
"Dan sebelas!" tambah Mamat yang diikuti dengan gelak tawa mereka.
Sekadar informasi, dua pemain yang disebutkan oleh Sandy Walsh dan Mamat Alkatiri tersebut memang sejauh ini merupakan public enemy bagi suporter Timnas Indonesia. Disadur dari laman aseanfootball.org, nomor 5 di skuat Vietnam adalah Doan Van Hao yang seringkali bermain usil kala melawan tim-tim Asia Tenggara lainnya, sementara nomor 11 adalah Nguyen Tuan Anh yang juga sering bermain tricky.
Bahkan, khusus untuk nomor 5 Doan Van Hao, merupakan pemain yang menjadi musuh bersama para suporter negara-negara Asia Tenggara. Salah satu keusilan yang pasti akan selalu diingat oleh pencinta Timnas Indonesia adalah, Van Hau-lah yang membuat Evan Dimas harus mengakhiri gelaran Sea Games 2019 dengan duduk di atas kursi roda, setelah tekel kerasnya membuat kaki sang pemain retak.
Sepertinya Timnas Vietnam harus mulai berhati-hati karena para pemainnya sudah mulai menjadi target para pemain timnas lainnya!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Kampanye Less Waste More Future dan Cara Yoursay Kirimkan Paket yang Bikin Saya Pengin Meniru
-
Selaku Bapak-Bapak yang Kerap PP Rembang-Tuban, Saya Menaruh Kejengkelan terhadap Hal-Hal Ini!
-
Cerita Bapak-Bapak PP Rembang-Tuban: Mengapa Saya Selalu Mengelus Dada Setiap Melintas di Jalur Ini?
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan
-
Jadi Guru Pembimbing Sekaligus Juri adalah Dilema, Ibarat Sudah Kalah Duluan Sebelum Mulai Lomba
Artikel Terkait
Hobi
-
Gagal di GP Prancis, Pecco Bagnaia Tatap Seri Catalunya dengan Optimis
-
Nyesek, Jorge Martin Bisa Tinggalkan Aprilia Walau Raih Gelar Juara Dunia?
-
Sprint Race GP Prancis 2026: Jorge Martin Menang, Marc Marquez Patah Tulang
-
Wow! Yamaha XMAX Disulap Jadi Motor Cyberpunk dari Serial Tokyo Override
-
Bukan Vespa, Scomadi Technica 200i Hadir dengan Gaya Adventure Klasik Retro
Terkini
-
Lebih Dekat dengan Sang Pencipta dalam Syahdu-nya Seni Merayu Tuhan
-
Jam Tangan Casio AQ-240 Resmi Meluncur: Desain Vintage, Harga Bersahabat
-
Sinopsis The Honest Realtor, Film Komedi Dibintangi Tomohisa Yamashita
-
Dari Murah ke Flagship, Ini 8 Tablet Xiaomi Terbaik 2026
-
Istilah Guru Honorer Dihapus, Bisakah PPPK Paruh Waktu Menjadi Solusi?