Laga antara timnas Filipina kontra Indonesai di ajang kualifikasi Piala Dunia 2026 round 2 tentunya menyisahkan beberapa catatan tersendiri. Melansir dari laman resmi AFC (the-afc.com), laga yang berakhir dengan kedudukan sama kuat 1-1 tersebut menjadi salah satu laga dengan penampilan kurang memuaskan bagi skuad garuda.
Kendati sukses mencuri 1 poin di kandang tuan rumah, namun koordinasi lini belakang dan lini tengah timnas Indonesia dianggap cukup buruk sehingga tidak menunjukkan permainan maksimal. Bahkan, gol Filipina yang dicetak oleh Patrick Reichelt di menit ke-24 juga merupakan hasil dari salah koordinasi antara lini tengah dan lini belakang. Akan tetapi, tidak dapat dipungkiri bahwa performa striker andalan timnas Filipina tersebut juga cukup baik pada laga Selasa (21/11/2023) kemarin.
Pemain Blasteran Jerman-Filipina
Patrick Reichlet merupakan satu dari sekian banyak punggawa timnas Filipina yang memiliki darah campuran. Melansir dari laman transfermarkt.co.id, pemain dengan tinggi badan 180 cm ini lahir di East Berlin, Jerman timur pada 15 Juni 1988. Pemain yang berposisi sebagai winger sekaligus striker ini memulai karir profesionalnya di tahun 2007 bersama klub lokal Jerman, Noordberliner SC hingga tahun 2009.
Pemain yang dikenal memiliki kemampuan olah bola yang cukup baik ini menghabiskan awal-awal karirnya merumput di Liga Jerman hingga tahun 2012. Dia kemudian berpindah ke klub Filipina, Global FC di tahun 2012 dan sukses bermain sebanyak 16 kali dan mencetak 8 gol pada musim 2012/2013. Berkat performa gemilangnya dia kemudian direkrut oleh klub asal Thailand, Port FC dan membela klub tersebut selama 1 musim.
Selama karirnya, dia telah beberapa kali mencicipi atmosfir di liga-liga kawasan Asia tenggara. Tercatat dia pernah membela klub Ceres-Negros di Filipina, Melaka United di Liga Malaysia, FC Suphanburi dan PT Prachuap di Liga Thailand dan kini merumput bersama Kuala Lumpur City sejak musim 2023/2024.
Salah Satu Pemain Veteran di Timnas Filipina
Pemain dengan nama lengkap Patrick Gerry-Anthony Alcala Reichelt ini merupakan salah satu pemain dengan jumlah penampilan terbanyak di skuad timnas Filipina yang masih aktif hingga saat ini. Melansir dari laman transfermark.co.id, pemain berusia 35 tahun tersebut total telah mengoleksi 82 penampilan dan telah mencetak 15 gol bersama tim berjuluk “The Azkals” tersebut sejak debutnya di tahun 2012 silam.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Performa Kian Gacor, Dean Zandbergen Disetarakan dengan Cristian Gonzales?
-
Ironi Super League: Liga Tertinggi yang Jauh dari Kata Profesional!
-
Membongkar Peluang Skuad Garuda di Grup F Piala Asia 2027: Ujian Mental Menuju Pentas Dunia
-
Piala Presiden 2026: PSSI Rajin Garap Turnamen "Hura-Hura", Lupa Prioritas Piala Indonesia
-
Performa Gacor di Persib, Eliano Reijnders Berpeluang Kembali Merumput di Eropa
Artikel Terkait
-
Gol Telat Irak Benamkan Ambisi Vietnam dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026
-
Perbandingan Era Simon McMenemy Vs Shin Tae-yong di 2 Laga Awal Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia
-
Menuju Piala Dunia 2026, Shin Tae-yong: Kami Punya 3 Laga Kandang, Timnas Indonesia Sangat Kuat Bermain di Kandang
-
Tahan Imbang Filipina, Lini Belakang Timnas Indonesia Dinilai Buruk
-
Hasil Lengkap Tim Asia Tenggara di Kualifikasi Piala Dunia 2026: Timnas Indonesia Loyo, Vietnam Kalah Superior
Hobi
-
Jadi Calon Juara Dunia, Jorge Martin Masih Waspadai Marc Marquez
-
Jadwal MotoGP Mugello 2026: Tuan Rumah Ducati Krisis Pembalap karena Cedera
-
Ducati Butuh Bantuan, Marc Marquez Minta Pensiun Tahun Depan?
-
Neymar is Back! Fans Brasil Pecah setelah Pengumuman Skuad Piala Dunia 2026
-
Dirumorkan Jadi Rekan Setim, Pedro Acosta Ingin Duel dengan Marc Marquez
Terkini
-
Ngopi di Tarkam Ledokombo: Ketika Tawa, Asap Kopi, dan Jalan Raya Menjadi Satu Cerita
-
Review Jujur Almaz Fried Chicken Kediri: Ayam Goreng Arab dengan Rempah yang Nendang!
-
Daredevil: Born Again Season 1, Sajikan Tema Keadian dan Korupsi Kekuasaan!
-
Pemimpin Karismatik: Ketika Kata-kata Bisa Menggerakkan Banyak Orang
-
Novel Hilang di Wonju, Teror Pembunuhan Saputangan dan Misteri Angka Tujuh