Undian fase penyisihan grup gelaran Piala Asia U-23 telah dilakukan oleh induk sepak bola Asia alias AFC. Dalam undian yang dilaksanakan di Wyndham Doha West Bay tersebut, 16 peserta putaran final telah mendapatkan grup masing-masing, beserta sang calon lawannya pula.
Namun sayangnya, proses pengundian yang telah dilakukan oleh AFC tersebut mendapatkan protes dari media-media kenamaan China. Dalam beragam pemberitaan, media di negeri Tirai Bambu tersebut menyatakan bahwa proses undian yang dilangsungkan oleh AFC dipenuhi dengan kecurangan.
Lantas apakah yang membuat mereka mengklaim demikian? Mari kita bahas bersama.
Jika menukil pemberitaan yang disampaikan oleh sohu, salah satu media yang berbasis di China tersebut menyatakan setidaknya ada dua hal yang mengindikasikan adanya kecurangan saat proses pengundian tersebut.
Yang pertama adalah, proses drawing yang sedianya akan disiarkan secara langsung, namun hanya ada layar hitam ketika proses pembagian grup tersebut dilakukan.
"Kecurangan blak-blakan sebelum turnamen Piala Asia U-23? AFC memutus sinyal siaran langsung televisi dari pengundian," tulis sohu sepertimana disadur dari akun TikTok wong_ngapak_pbg.
"Saat pengundian menjelang final Piala Asia U-23, terjadi situasi yang tidak terduga. Awalnya, AFC menjual hak siar undian tersebut ke sejumlah negara dan wilayah. China juga telah membeli hak siar langsung. Namun, sekitar setengah jam sebelum pengundian, situs resmi AFC termasuk sinyal siaran langsungnya terputus," lanjut sohu.
Selain karena tak jadi disiarkan langsung, alasan kedua mengapa media-media China gencar menyebut proses undian babak grup ini sarat dengan kecurangan adalah karena Timnas mereka berada di grup yang berat.
"Sesaat kemudian (setelah layar hitam), hasilnya diumumkan dan China U-23 masuk ke grup maut. Dapat dikatakan bahwa ini hampir merupakan penipuan yang terang-terangan," tulis sohu lagi.
Disadur dari laman the-afc.com, Timnas China U-23 memang mendapatkan lawan-lawan yang berat di fase grup nanti. Tergabung di grup B, China U-23 bakal bertarung dengan dua raksasa Asia Timur, Jepang dan Korea Selatan, serta satu wakil dari Asia Barat, Uni Emirat Arab.
Namun, jika melihat secara seksama, semua grup yang ada di putaran final ini adalah grup berat, mengingat 16 negara yang masuk ke babak ini pastilah memiliki kekuatan yang berat-berat bukan? Jadi, setuju atau tidak nih dengan media China tersebut?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Jadi Lawan Terkuat Garuda di FIFA Series, Bulgaria Ternyata Tak Asing dengan Sepak Bola Indonesia
-
Tak Panggil Pemain dari Eropa, Penggawa Kesayangan STY Berpotensi Comeback Bareng John Herdman?
-
Kilas Balik Pertemuan Indonesia dengan para Rival di FIFA Series, Pernah Punya Kenangan Manis?
-
FIFA Series 2026 dan Harapan Pendukung Timnas Indonesia yang Terbanting Kenyataan!
-
Guliran FIFA Series 2026 dan 2 Alasan dari Semesta yang Patahkan Klaim PSSI Anak Emas FIFA
Artikel Terkait
-
3 Pemain Timnas Indonesia Ini Mungkin Jadi Andalan di Piala Asia U-23, Tak Ada yang Gagal!
-
Jadwal Pertandingan Timnas Indonesia di Piala Asia U-23, Lawan Siapa Dulu? Qatar, Yordania atau Australia?
-
Tuan Rumah Turnamen Piala Asia U-23, Qatar Ogah Sepelekan Timnas Indonesia
-
Kembali Bersua Australia, Peluang Timnas Indonesia U-23 Untuk Balas Dendam
-
Daftar Juara Piala Asia U-23, 5 Negara Berbeda di 5 Edisi
Hobi
-
Gandeng STY Academy, Mills Komitmen Dukung Pembinaan Sepak Bola Usia Dini
-
Shayne Pattynama Gabung Persija Jakarta, Peluang Main di Timnas Makin Besar
-
Jordi Amat Beberkan Pesan Manis dari John Herdman, Ada Harapan Khusus?
-
Bertemu Lawan-Lawan Mudah, Timnas Indonesia Wajib Maksimalkan Ajang FIFA Series!
-
Jadi Lawan Terkuat Garuda di FIFA Series, Bulgaria Ternyata Tak Asing dengan Sepak Bola Indonesia
Terkini
-
Bukan Sekadar Hiburan, Pop Culture Juga Mekanisme Bertahan Hidup Manusia Modern di Era Digital
-
Prof. Zainal Arifin Mochtar: Menjaga Akal Sehat di Tengah Kemunduran Demokrasi
-
Novel Jangan Bercerai, Bunda: Sebuah Cermin Retak Rumah Tangga
-
Comeback BTS Cetak Sejarah! Pre-Order Album ARIRANG Tembus 4 Juta Kopi dalam Seminggu
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?