Pasca menggelar perhelatan Piala Dunia U-17 dengan sukses, Indonesia kembali bergeliat untuk kembali menggelar ajang serupa. Menyadur laman Federasi Sepak Bola Singapura pada 4 Desember 2023, Indonesia menggandeng sang tetangga untuk menggelar turnamen Piala Dunia U-20 pada tahun 2025 mendatang.
Bukan sebuah target yang muluk-muluk, mengingat Indonesia juga mendapatkan pujian setinggi langit dari FIFA seusai laga final Piala Dunia U-17 lalu. Dan hal itupun diakui oleh pengamat senior Sigit Nugroho.
Sepertimana informasi yang dinggah oleh akun TikTok CP pada 7 Desember 2023, setidaknya ada 2 hal yang membuat kans Indonesia menjadi tuan rumah terbuka lebar di mata sang pengamat.
Alasan Pertama
Hal pertama adalah antusiame penonton. Menurut pandangan pria yang akrab disapa dengan nama bung Sigit itu, gelaran Piala Dunia U-17 kemarin menjadi salah satu kunci bagi terbukanya peluang Indonesia. Jumlah penonton yang mencapai 514ribu pasang mata merupakan sebuah capaian yang sangat baik.
BACA JUGA: Bersikap Tegas, Pengamat Senior Desak PSSI Pertahankan STY Latih Timnas Indonesia
Terlebih, jumlah tersebut juga melampaui target yang dicanangkan oleh FIFA di mana induk sepak bola dunia itu menargetkan rata-rata penonton di angka 10ribu kepala. Dengan jumlah penonton mencapai 514ribu pasang mata, rata-rata penonton yang hadis di setiap pertandingan mencapai angka 11.681 pasang mata.
Alasan Kedua
Hal kedua yang bakal memuluskan langkah Indonesia menjadi tuan rumah gelaran Piala Dunia U-20 adalah masalah infrastruktur. Menurut bung Sigit, infrastruktur yang dimiliki oleh Indonesia hanya kalah dari Qatar dan negara-negara maju di Eropa.
"Kedua, dari aspek infrastruktur Indonesia hanya kalah dari Qatar dan negara-negara maju Eropa. Memang di Piala Dunia U-17 tempo hari masih ada insiden air menggenang, tapi itu karena curah hujan tinggi, dan FIFA pun tak menutup mata. Ini masih (ada) kaitannya dengan politik," ungkap Sigit.
Jika menilik kalimat dan alasan yang dilontarkan oleh Bung Sigit, sepertinya kita harus kembali optimis, negeri ini bisa kembali mendapatkan kesempatan untuk menggelar ajang berkelas dunia seperti kemarin ya.
Jika hal itu terjadi, maka akan sangat mungkin Timnas Indonesia kelompok umur akan kembali merasakan atmosfer pertandingan berlevel dunia, seperti halnya yang telah dirasakan oleh Pasukan Garuda kelompok umur 17 tahun kemarin.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Piala Dunia 2026: Genderang Perang Sudah Ditabuh, namun Dunia Tak Lagi Menyambut Riuh
-
Harga Pertamax Naik, Rakyat Kecil Kini 'Dipaksa' Olahraga Gratis di SPBU
-
Kesakralan Bulan Juni dan Pandangan Sederhana Saya Terkait Kesempurnaan Ide Pancasila
-
Visi Tinggi Presiden Prabowo dan Krisis Literasi Nasional yang Menjadi Karang Penghalang Besar
-
'Oleh-Oleh' Presiden Prabowo dari Luar Negeri: Antara Visi Visioner dan Mimpi Buruk Guru di Sekolah
Artikel Terkait
Hobi
-
Piala Dunia 2026: Genderang Perang Sudah Ditabuh, namun Dunia Tak Lagi Menyambut Riuh
-
The Last Dance! Messi dan Ronaldo Berpotensi Jalani Piala Dunia Terakhir
-
Wajib Tahu! Ini 4 Perubahan Aturan yang Akan Diterapkan di Piala Dunia 2026
-
Motor 3 Roda? Harley-Davidson Perkenalkan CVO Street Glide 3 Limited 2026
-
Piala Dunia 2026 Disebut yang Terbesar Sepanjang Masa, Ini Alasannya!
Terkini
-
Tak Harus Daur Ulang, Merawat Barang Juga Bentuk Gaya Hidup Less Waste
-
Efek Domino Kenaikan BBM: Saat Stabilitas Negara Dibayar oleh Dapur Rumah Tangga
-
Piala Dunia 2026 dan Tantangan Menjaga Tempat Nobar agar Tetap Bersih
-
Kematian Ruang Diskursus: Mengembalikan Roh Penny University di Tengah Bisingnya Kafe Estetik
-
Sekilas Mirip Vario, Brusky 125 Jadi Skutik Pertama Kawasaki di Indonesia