Tanpa banyak basa-basi, Indra Sjafri mengumumkan 26 nama pemain yang akan mengikuti pemusatan latihan di Qatar. Daftar nama tersebut tampak pada laman resmi PSSI (22/12/2023).
Langkah ini terhitung cepat, sebab 2 hari sebelumnya (19/12/2023) ketika didesak wartawan Indra belum memberikan kepastian. Terutama ketika wartawan menanyakan nama pemain.
“Belum. Terbentuk saja belum, bagaimana gambaran pemain. Secara umum pasti yang terbaik. Secara spesifik, nanti sambil berjalan,” ungkap Indra Sjafri.
Ternyata 2 hari kemudian Indra Sjafri merilis 26 nama yang akan dibawa mengikuti pemusatan latihan di Qatar terhitung mulai 22 Desember 2023. Dalam ucapannya di laman resmi PSSI, Indra Sjafri menyebutkan asal pemain yang dipanggilnya.
“Bismillah kita memulai persiapan awal tim U-20 Indonesia pada pekan ini di Qatar. Pemain-pemain yang diambil di awal pemusatan latihan ini yakni sebagian besar pemain inti U-17 pada Piala Dunia U-17 2023 yang notabene kelahiran 2006 dan 2007. Selain itu, pemain-pemain kelahiran 2005 yang bermain di Liga 1 dan 2,” jelas Indra Sjafri.
Melihat dari materi pemain ini, rupanya Indra Sjafri sudah mempunyai rancangan begitu mendapat mandate dari Erick Thohir untuk menukangi Timnas Indonesia U-20.
Namun jika Indra Sjafri menyebut pemain inti Timnas Indonesia U-17, muncul keanehan tidak adanya nama Welder Jardim dan Amar Bkryk. Padahal keduanya, terutama Welber Jardim menjadi tulang punggung Timnas U-17 asuhan Bima Sakti.
Hal ini tak urung melahirkan kecurigaan bahwa cara pandang Indra Sjafri sangat berseberangan dengan Shin Tae-yong. Seperti diketahui semua pihak, timnas Indonesia asuhan Shin Tae-yong dipenuhi para pemain keturunan.
Namun kekhawatiran ini sedikit tersisihkan mendengar ucapan Indra Sjafri berikutnya.
“Susunan pemain tentu ada promosi dan degradasi. Jadi kami terbuka kepada siapapun pemain, termasuk pemain keturunan bila memenuhi kriteria yang kita inginkan masuk tim U-20 Indonesia. Kami juga terbuka terhadap kritik, semoga persiapan tim U-20 lancar dan meraih hasil terbaik di turnamen-turnamen yang diikuti,” ungkap Indra Sjafri.
Dari ungkapan ini, Indra Sjafri tetap membuka pintu bagi pemain keturunan. Apalagi penampilan Welber Jardim dan Chouw Yen Damanik sempat memikat perhatian public sepak bola tanah air. Namun yang pasti langkah Indra Sjafri pasti tidak seagresif Shin Tae-yong.
Timnas Indonesia besutan Indra Sjafri ini rencana akan diterjunkan dalam 3 ajang. Ajang Piala AFF U-19 2024 di mana Indonesia sebagai tuan rumah, Piala Asia U-20 2024, dan bila mungkin Piala Dunia U-20 2025.
Baca Juga
-
Timnas Futsal Indonesia Tutup 2025 dengan Catatan Gemilang, Raih 2 Gelar
-
Meski Jadi Raja ASEAN, Vietnam Tetap Simpan Ketakutan pada Timnas Indonesia
-
Tekuk Vietnam Lewat Adu Penalti, Filipina Kejutan Sempurna SEA Games 2025
-
Timnas Futsal Putri Lolos ke Final, Kalahkan Thailand Lewat Adu Penalti
-
Kalahkan Filipina 3-0, Rivan Nurmulki Jaga Asa Medali Emas Voli SEA Games
Artikel Terkait
-
Tak Masukkan Amar dan Welber ke Timnas U-20, Begini Tanggapan Indra Sjafri
-
Kelakar Exco PSSI, Ingin Naturalisasi Cristiano Ronaldo
-
Tinggal Sumpah WNI, Exco PSSI Ungkap Alasan Jay Idzes dan Nathan Tak Kunjung ke Indonesia
-
Percaya Tangan Dingin Indra Sjafri, Prabowo Subianto Minta Timnas Indonesia U-20 Manfaatkan TC di Qatar
-
Ribut-ribut Soal Local Pride, PSSI Minta Dikotomi Naturalisasi dan Pemain Lokal Dihentikan
Hobi
-
Eksodus Pemain Diaspora ke Liga Indonesia, Pengamat Ini Beri Kritik Tajam!
-
Ramadhan Sananta Bidik Jalan Pulang ke Liga 1, Persebaya Surabaya Siap Menampung?
-
Dear Ivar Jenner, Meskipun Tak Miliki Klub, Tolong Jadikan Liga Indonesia sebagai Opsi Terakhir!
-
Maarten Paes, Ajax Amsterdan dan Beban Pembuktian Julukan Mewah yang Dia Umumkan Sendiri
-
Anomali Maarten Paes, Naik Kelas Bergabung Raksasa Dunia saat Kompatriotnya Turun Kasta
Terkini
-
Cahaya di Balik Tinta
-
Pacu Adrenalin! Ini 3 Rekomendasi Tempat Main Gokart Paling Seru di Bandung
-
Rilis Februari 2026, Film 'The Mortuary Assistant': Teror Iblis Kamar Mayat
-
Merokok, Pola Asuh Ayah, dan Persepsi Kesehatan Anak Lintas Generasi
-
Digitalisasi Industri dan Ancaman Pengangguran Struktural