Pemain belakang andalan Timnas Indonesia, Elkan Baggott memutuskan untuk mengikuti pemusatan latihan di Antalya Turkiye. Pemain jangkung berdarah Indonesia-Inggris tersebut lebih memilih untuk bergabung dengan Pasukan Merah Putih, ketimbang berdiam di klubnya saat ini, Ipswich Town.
Hal tersebut tentu menimbulkan riak-riak pertanyaan dari para pencinta sepak bola Indonesia. Karena dengan memilih untuk bergabung di pemusatan latihan Timnas Indonesia, pemain berusia 21 tahun tersebut bakal melewatkan kesempatan untuk bermain dengan Ipswich, termasuk di pentas Piala FA.
Sekadar informasi, meskipun sampai sejauh ini belum merasakan debut bersama Ipswich Town di Divisi Championship, namun Elkan menjadi salah satu pemain yang rutin untuk diturunkan di kompetisi lainnya seperti Carabao Cup.
Laman trasnfermarkt (28/12/2023) mencatat, di musim lalu Elkan tampil empat kali di EFL Cup (dulu disebut Piala Liga) dan mencatatkan total 300 menit bermain. Tak hanya tampil, Elkan bahkan menciptakan satu gol ketika Ipswich Town berhadapan dengan Fulham, klub yang berkompetisi di kasta tertinggi liga sepak bola negeri Raja Charles tersebut.
Jadi, meskipun Elkan adalah pilihan ke sekian bagi Ipswich di Divisi Championship, namun dirinya tetap menjadi pemain yang kerap terpilih untuk mengisi skuat saat timnya berlaga di kompetisi non liga.
Dengan keputusan Elkan untuk ke Timnas Indonesia, bisa dipastikan dirinya akan melawatkan kesempatan untuk tampil di Piala FA. Menyadur informasi dari laman transfermarkt.com (28/12/2023), Ipswich Town akan memainkan laga di Piala FA pada tanggal 6 Januari 2024 mendatang dengan melawan AFC Wimbledon.
Lantas, apakah keputusan Elkan untuk lebih memilih Timnas Indonesia sudah tepat? Tentu saja sudah! Karena jika kita melihat pernyataan pelatih Kieran MacKenna beberapa waktu lalu, gelaran Piala Asia 2023 sendiri akan menjadi salah satu faktor penentu bagi Ipswich untuk mempertahankan atau melepas Elkan di bursa transfer.
Dengan bergabung bersama Timnas Indonesia lebih awal, maka Elkan bisa lebih menyatu dengan rekan-rekannya di Timnas, dan membangun chemistry yang jauh lebih kuat dengan mereka. Dengan demikian, maka hal tersebut bisa saja berimbas positif bagi penampilan Elkan di Piala Asia, dan ujungnya bisa menarik perhatian pelatih Kieran MacKenna untuk mempertahankannya di klub.
Jadi, sudah tepat kan pilihan Elkan Baggott yang lebih memilih untuk bergabung dengan Timnas Indonesia?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
Artikel Terkait
-
Laga Uji Coba Timnas Indonesia Disiarkan Langsung, Sebuah Kerugian Tersendiri Bagi Pasukan Merah Putih!
-
Biodata dan Pekerjaan Ammar Tsaqif, Sosok Tak Terduga yang Foto Bareng Azizah Salsha di Old Trafford
-
Barisan Local Pride Kembali Berulah, Langsung Sekakmat Berbagai Pihak!
-
Biodata dan Agama Devano, Pria yang Ikut Nonton Manchester United bareng Azizah Salsha
-
Persaingan Sengit Bek Tengah Timnas Indonesia, Jay Idzes Siap Pusingkan Shin Tae-yong
Hobi
-
Menang Harga Mati, Ini Skenario Lolos Timnas Indonesia dari Fase Grup FIFA ASEAN Cup
-
Jalan Terjal Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026: Wajib Menang!
-
Bukan Konflik dengan Rossi, Marc Marquez Sebut Momen yang Buat Dia Tertekan
-
Jelang Duel Panas di GBK, Striker Naturalisasi Malaysia Sesumbar Permalukan Timnas Indonesia!
-
Akhiri Penantian 28 Tahun: Momen Epic Comeback Timnas Bulu Tangkis Hancurkan China 3-2
Terkini
-
Masih Dianggap Tabu, Padahal Marital Rape Diatur dalam Hukum Indonesia
-
The Story of an Hour: Merasakan Satu Jam Kebebasan sebagai Perempuan
-
4 Low pH Cleanser Pentavitin, Bersihkan Kotoran Kulit Kering dan Sensitif
-
Kayu Terus Tergerus, Hutan Kehilangan Penyimpanan Karbon Alami
-
Pelajaran Kartu Merah Thom Haye: Timnas Butuh Kurikulum VAR