Pada hari Kamis (28/12/2023), salah satu pemain keturunan asal Belanda, yakni Jay Idzes resmi mengucapkan sumpah WNI di gedung Kanwil Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta.
Melansir dari laman resmi PSSI (pssi.org), pemain berusia 23 tahun ini telah resmi menyandang status WNI sejak diproses pada akhir bulan November 2023 kemarin.
Diprosesnya pemain yang kini membela klub asal Italia, Venezia F.C. tersebut tentunya diharapkan mampu memperkaya kedalaman skuad garuda dalam ajang kualifikasi Piala Dunia 2026 mendatang.
Pemain yang berposisi sebagai bek tengah dan gelandang bertahan tersebut memang diproyeksikan sebagai salah satu pemain yang dinaturalisasi oleh PSSI berdasarkan rekomendasi dari pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-Yong.
Jay Idzes juga menjadi pemain naturalisasi ke-7 yang resmi menyandang status WNI dalam 3 tahun terakhir. Sebelumnya ada nama Jordi Amat, Sandy Walsh, Shayne Pattynama, Rafael Struick, Ivar Jenner dan Justin Hubner yang juga resmi menyandang status WNI.
Usai menerima status barunya sebagai WNI, mantan pemain klub Go Ahead Eagles tersebut mengaku cukup senang karena telah berhasil melewati segala macam proses untuk menjadi warga negara Indonesia.
Pemain yang merupakan jebolan akademi PSV Eindhoven ini tentunya merasa tidak sabar untuk segera berseragam timnas Indonesia.
“Perasaan saya senang, tentu saja. Akhirnya saya bisa menyelesaikan prosesnya dengan baik dan menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Ini adalah hari yang luar biasa dan saya dalam kondisi baik. Saya ingin berterima kasih kepada Ketum PSSI Bapak Erick Thohir juga pemerintah Indonesia. Saya siap memberikan segalanya untuk negara ini. Saya sudah tidak sabar ingin bergabung dengan tim dan bermain untuk Indonesia,” ujar Jay Idzes dikutip dari laman resmi PSSI.
Hadirnya Jay Idzes Menambah Amunisi Skuad Garuda di Lini Belakang
Dengan resminya Jay Idzes menyandang status WNI, kini, timnas Indonesia memiliki 4 pemain keturunan yang berposisi sebagai bek tengah murni.
Sebelumnya, ada nama Jordi Amat dan Elkan Baggott yang menjadi duet paten timnas Indonesia di lini bek tengah. Lalu ada nama Justin Hubner yang telah resmi menjadi WNI pada awal bulan Desember kemarin.
Nama-nama tersebut tentunya akan saling bahu-membahu dengan bek-bek yang merumput di liga lokal semacam Rizky Ridho, Fachruddin Aryanto, Andy Setyo dan Wahyu Prasetyo yang merupakan nama-nama langganan dari Liga 1 yang kerap kali membela timnas Indonesia di masa kepelatihan Shin Tae-Yong.
Tentunya dengan hadirnya Jay Idzes dalam lini belakang skuad garuda, diharapkan dapat memberikan kedalaman skuad yang memadai.
Belum lagi usia pemain berpostu 191 cm tersebut yang tergolong belia, yakni 23 tahun juga dapat menjadi proyeksi jangka panjang bagi timnas Indonesia ke depannya.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Piala Asia 2027 Terancam Batal, Jadi Kerugian Bagi Timnas Indonesia?
-
Gagal Dapatkan Dean Zandbergen, PSSI Incar Striker Keturunan Islandia!
-
Jay Idzes Cedera Parah, Terancam Absen di Ajang FIFA Matchday November?
-
Dean Zandbergen Batal Jadi WNI, Duo Striker Brazil Justru Bisa Bela Timnas!
-
Direstui oleh John Herdman, Taisei Marukawa Segera Bela Timnas Indonesia
Artikel Terkait
-
Resmi Dinaturalisasi, Jay Idzes Ternyata Sudah PDKT dengan Dua Pemain Timnas Indonesia demi Curi Hati Shin Tae-yong
-
Absen Main di Italia Sejak Oktober, Pemain Naturalisasi Jay Idzes Ternyata Punya Masalah Paru-paru
-
Prestasi Timnas Indonesia di Asia, Jadi Salah Satu yang Paling Gacor Ranking FIFA-nya di 2023
Hobi
-
Piala Asia 2027 Terancam Batal, Jadi Kerugian Bagi Timnas Indonesia?
-
Resmi! 5 Pembalap Veteran Ini Terdepak dari MotoGP 2027, Siapa Saja?
-
Gagal Dapatkan Dean Zandbergen, PSSI Incar Striker Keturunan Islandia!
-
Prediksi Liverpool vs Arsenal: The Gunners Dibayangi Rekor Buruk di Anfield
-
Jay Idzes Cedera Parah, Terancam Absen di Ajang FIFA Matchday November?
Terkini
-
Proteksi Double! 4 Sunscreen Lokal PDRN Ini Bikin Wajah Awet Muda dan Sehat
-
Sukses Gelar Konser Solo di Seoul, Onew SHINee Umumkan Comeback Album Baru
-
Mary and The Witch's Flower: Kita Tak Butuh Sihir untuk Menjadi Istimewa
-
Ramai saat Demo, Sunyi setelahnya: Mengapa Gerakan Rakyat Terjebak Musiman?
-
Aksi Boikot Raffi Ahmad: Menyoal Efektivitas Cancel Culture di Media Sosial