Pada pameran IIMS 2023 lalu, motor listrik Hyundai ikut pula mejeng lewat United E-Motor. Merk otomotif asal Korea Selatan tersebut juga memiliki produk motor listrik yang digarap lewat anak perusahaannya, yaitu E3 Mobility.
Motor listrik United E3 Deux 7 ini merupakan hasil kerja sama antara Hyundai dan Kefico. Hyundai berperan sebagai perancang desain motor, sedangkan Kefico sebagai penyedia motor penggerak dan sistem kelistrikan. Baterai motor listrik ini disokong oleh LG Energy, lalu di pasar Indonesia didistribusikan oleh United E-Motor.
Hyundai Deux 7 dirancang sebagai big skutik setara mesin 250 cc, kemudian di Indonesia motor listrik ini dikenal dengan nama United E3. Seperti halnya Yamaha N-Max dan Honda Forza, United E3 memiliki bodi gambot atau bongsor yang dilengkapi dengan spesifikasi maupun fitur yang mendukung.
Dilansir dari ulasan kanal YouTube BERITA OTOMOTIF dengan judul "GANTENG PARAH! MOTOR LISTRIK GAMBOT UNITED E3 MOBILITY DEUX 7" pada Jumat (12/01/2024), motor listrik gambot ini menjadi lebih istimewa karena merupakan produk kolaborasi antara Hyundai dengan Kefico, anak perusahaan Hyundai yang memproduksi penggerak motor listrik.
Berikut spesifikasi motor listrik United E3 Deux 7:
Selain ada E3 juga tersemat nama Deux 7. Kalau diperhatikan, dimensinya memang tampak gambot serta memiliki garis desain yang futuristik, namun unik layaknya mobil Hyundai kekinian.
Seperti halnya Yamaha N-Max dan Honda Forza, United E3 ini juga memiliki body bongsor yang dilengkapi dengan spesifikasi maupun fitur yang mendukung. Lampunya juga sudah full LED. Punya seat dan jok berukuran besar yang dirancang nyaman buat dipakai berpergian.
Melihat spesifikasi teknisnya, motor listrik ini mengusung penggerak mid drive dengan pendingin cairan dari Hyundai Kefico yang punya daya sebesar 6,8 Kw atau setara dengan 9,1 TK. Tenaganya disalurkan ke roda belakang dengan pakai rantai.
Selain itu, terdapat fitur regeneratif yang mampu mengisi ulang baterai secara otomatis saat motor melaju di turunan. Baterai United E3 atau Deux 7 ini memakai tipe swipe dari LG Energy dengan spek lithium 48 Volt 2EA yang bawaannya sudah terpasang sebanyak 2 unit.
Fitur-fiturnya mulai dari keyless system, parking brake, 2 USB Port, 3 riding mode dan reverse, serta panel instrumen digital TFT dengan koneksi smartphone.
Motor listrik ini juga punya pilihan riding mode. Menariknya tersedia Mode Eco yang punya jarak tempuh paling jauh, dan diklaim tembus hingga 110 Km dalam kondisi dua baterai terisi penuh. Sementara Mode Smart, kabarnya tembus 100 Km. Lalu Model Sport, hanya sampai 80 Km, tapi kecepatan maksimalnya sampai 110 Km per jam.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Mencintai dan Melarikan Diri: Pergulatan Batin dalam Cerita Cinta Enrico
-
HP Vivo Y500 Resmi di Pasar Global: Baterai 8.100 mAh dan Layar AMOLED 1,5K
-
Tecno Spark 50 Pro Hadir Bawa Sensor Sony LYTIA 600, Siap Gebrak Pasar Indonesia
-
SpesifikasiDell XPS 13 Terbaru, Laptop Ringan dengan Snapdragon X Elite dan Fitur Copilot+
-
Samsung Galaxy A57 5G Resmi di Indonesia, HP dengan Kamera Mumpuni dan Baterai Tahan Lama
Artikel Terkait
-
Insentif Kendaraan Listrik Indonesia Efektif Pekan Depan
-
Pencurian Mobil Kia dan Hyundai Meroket, Reporter Kriminal Ikut Jadi Korban
-
Tampilan Utuh Hyundai Creta Facelift Akhirnya Dirilis
-
Siap Beralih ke Sepeda Motor Listrik? Ajukan Kreditnya di BRI Finance
-
Geber Motor Listrik, Polytron Siapkan 37 Diler dan 60 Pusat Servis
Hobi
-
Piala Dunia 2026: Tunduk di Tangan Jepang, Tunisia Jadi Tim Ketiga yang 'Mudik'
-
Piala Dunia 2026 dan Comeback Turki yang Menodai Sejarah Keikutsertaan Terakhir Mereka
-
Gara-Gara Tutup Mulut, Almiron Jadi Korban Pertama Aturan Baru Piala Dunia
-
Sprint Race GP Ceko 2026: Bersikap Kasar, Marco Bezzecchi Dilarang Tampil!
-
Prediksi Tunisia vs Jepang: Elang Kartago Krisis, Samurai Biru Mendominasi?
Terkini
-
Review Film Cocktail 2: Racikan Ego, Kesetiaan, dan Badai Asmara di Sisilia
-
Kejutkan Publik! Anne Hathaway Pamer Baby Bump untuk Anak Ketiga
-
Tuhan, Aku Ingin Sembuh: Buku Healing Bernuansa Spiritual yang Menguatkan
-
Sisi Lain Piala Dunia 2026: Mengapa Fanwar di Media Sosial Susah Diredam?
-
Gaya Bahasa Jakselan di Kampus yang Bikin Logika Bahasa Baku Jadi Korban