Pada gelaran Piala Asia 2023 yang berlangsung di Qatar, Timnas Indonesia sukses membuat kejutan yang cukup besar. Melaju ke putaran final sebagai tim terakhir yang lolos babak kualifikasi dan berperingkat terendah saat itu, Pasukan Merah Putih menjungkirbalikkan segala prediksi yang menyatakan mereka akan pulang cepat.
Meskipun harus bersaing dengan Timnas Irak, Jepang dan sang tetangga Vietnam, Indonesia yang berperingkat FIFA terendah kedua di antara negara-negara yang lolos putaran final gelaran justru sukses menembus babak 16 besar turnamen.
Namun ternyata, kejutan besar yang dibuat oleh Pasukan Merah Putih, masih belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan Tajikistan. Dalam perhelatan Piala Asia edisi 2023 ini, negara yang berasal dari kawasan Asia Tengah tersebut bisa dipastikan menjadi kejutan terbesar dalam turnamen.
Bagaimana tidak, Tajikistan yang berada di peringkat ke-106 FIFA tersebut mengawali turnamen dengan posisi yang sama sekali tak diunggulkan. Tajikistan yang bergabung di grup A bersama Qatar, China dan Lebanon, diprediksi akan pulang awal dari turnamen.
Faktor status sebagai tim debutan-lah yang membuat Tajikistan disinyalir tak akan berbuat banyak di turnamen kali ini. Namun, semua prediksi yang bernada merendahkan itu akhirnya surut dengan sendirinya.
Meskipun sempat berada di posisi yang tak menguntungkan di papan klasemen, Tajikistan akhirnya mengakhiri fase penyisihan grup dengan baik, di mana mereka memastikan kelolosan ke babak gugur melalui pertarungan terakhir yang mendebarkan kontra Lebanon.
Tim debutan yang tak diunggulkan itu, akhirnya berhasil membuat sejarah dengan lolos ke babak 16 besar, di edisi pertama turnamen yang diikutinya. Sebuah catatan yang tentunya sangat luar biasa bukan?
Meskipun Tajikistan sukses menembus babak 16 besar, namun pandangan-pandangan skeptis tentang mereka tak memudar sepenuhnya. Bertarung melawan tim favorit Uni Emirat Arab, Tajikistan kembali diprediksi akan angkat koper.
Sebuah prediksi yang pada akhirnya kembali mereka hancurkan. Menyadur laman resmi AFC, Tajikistan berhasil menyingkirkan Uni Emirat Arab melalui adu tendangan penalti setelah kedua kesebelasan berbagi hasil imbang 1-1 di hingga babak perpanjangan waktu usai.
Sejarah kembali tercipta. Tim debutan yang bernama Tajikistan itu, berhasil menembus babak 8 besar turnamen di kesempatan perdana mereka mencicipi gelaran sepak bola tertinggi antar negara di benua Asia.
Dan, mereka bisa saja membuat kejutan beruntun karena di babak 8 besar nanti, Tajikistan akan berhadapan dengan Yordania, tim yang memiliki kekuatan relatif setara dengan mereka.
Apakah kejutan Tajikistan akan kembali berlanjut?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Jadi Guru Pembimbing Sekaligus Juri adalah Dilema, Ibarat Sudah Kalah Duluan Sebelum Mulai Lomba
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
-
Realita Dunia Orang Dewasa: Bekerja Terasa Jauh Lebih Nyaman, Efek Pimpinan Baru yang Pengertian
-
Bagi Sebagian Warga Rembang Asli, Gaji UMR adalah Sebuah Impian dan Pencapaian Prestasi
-
Realita Pahit Lulusan SMK: Niatnya Bantu Keluarga, Malah Terjebak Gaji Kecil di Luar Kota
Artikel Terkait
-
Luis Milla Beri Pujian, Sebut Timnas Indonesia Sudah Berevolusi
-
STY Dilirik Negara Lain, Erick Thohir Akui Tidak Punya Kandidat Pelatih Pengganti
-
Pengalaman Pahit Ernando Ari, Nyaris Kubur Mimpi Bela Timnas Indonesia Gara-gara Dokter Gadungan
-
2 Pemain Timnas Indonesia yang Jadi Korban Dokter Gadungan Elwizan Aminuddin, Ada Andalan STY
-
Gertak Sambal Shin Tae-yong terhadap PSSI Terkait Perpanjangan Kontrak
Hobi
-
Venue Playoffs MPL ID S17 Diumumkan, Jakarta Velodrome Jadi Tuan Rumah
-
Tes Jerez 2026: Reaksi Pembalap Positif, MotoGP Bakal Makin Kompetitif
-
Jadwal F1 GP Miami 2026: Favorit Kimi Antonelli, Akankah Dia Menang Lagi?
-
Sadar Diri, Marc Marquez Mengaku Tak Punya Kekuatan untuk Rebut Gelar Juara
-
Alex Rins Resmi Hengkang dari Yamaha, Didepak Diam-diam?
Terkini
-
Wacana Tutup Prodi: Solusi Relevansi atau Kedok Kegagalan Negara?
-
Dari Gubuk Seng di Pinggir Rawa ke Universitas Glasgow: Perjalanan Hengki Melawan Keterbatasan
-
Bosan Helm Pasaran? Cargloss Chips Highway Patrol Usung Gaya Polisi 80-an
-
Bisikan dari Rimbun Bambu di Belakang Rumah
-
CIX Umumkan Bubar usai 7 Tahun Bersama, Seluruh Member Tinggalkan Agensi