Pemain andalan Timnas Indonesia, Asnawi Mangkualam Bahar beberapa waktu lalu telah memutuskan untuk pecah kongsi dengan Jeonnam Dragons yang berkompetisi di Liga 2 Korea Selatan. Selanjutnya, pemain kelahiran Makassar Sulawesi Selatan tersebut terkonfirmasi bergabung dengan klub kasta tertinggi Liga Thailand, Port FC.
Menyadur laman transfermarkt.com, mantan pemain PSM Makassar tersebut terkonfirmasi mengikat kontrak mulai 26 Januari 2024, dan akan berakhir pada 30 Juni 2025 dengan opsi perpanjangan kontrak.
Dari sumber yang sama, Asnawi Mangkualam setidaknya memiliki dua pesaing di posisi natural yang sama, yakni Suphanan Bureerat dan Thiti Thumporn. Kedua pemain tersebut memang memiliki posisi natural di bek kanan, sama halnya area Asnawi beroperasi.
Dari dua nama tersebut, pesaing terberat Asnawi Mangkualam Bahar adalah Suphanan Bureerat. Pasalnya, di kancah persepakbolaan Thailand, pemain berusia 30 tahun tersebut bukanlah pemain sembarangan.
Pemain yang memiliki nilai transfer di harga 300ribu Euro tersebut saat ini berstatus sebagai pemain Timnas Thailand, dan menjadi bek kanan nomor dua di tubuh Pasukan Gajah Perang.
Laman transfermarkt.com mencatat, pemain kelahiran 10 Oktober 1993 itu telah memperkuat Timnas Thailand sebanyak 18 kali dan menyumbangkan satu gol. Uniknya, dari 18 pertandingan yang dilakoninya tersebut, salah satunya dijalani Bureerat dengan melawan Timnas Indonesia di gelaran Piala AFF 2022 lalu saat Pasukan Gajah Perang bermain imbang 1-1 dengan Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Dengan demikian, maka sejatinya antara Bureerat dan Asnawi Mangkualam sebelumnya telah saling bertemu dan secara hasil berakhir dengan imbang antara keduanya.
Sementara di level klub, semenjak bergabung dengan Port FC pada 22 Juni 2022 lalu, Bureerat telah bermain sebanyak 49 pertandingan bersama Port FC dan melesakkan 4 gol dan 3 assist. Sebuah catatan yang tentunya akan memerlukan kerja yang sangat keras bagi seorang Asnawi untuk bisa menggesernya nanti bukan?
Kita lihat bersama, apakah Asnawi bakal mampu menggeser posisi bek kedua timnas Thailand ini atau justru dia yang menjadi pilihan kedua di klub barunya tersebut.
Baca Juga
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
-
Surat Terbuka untuk Ketua DPR: Jangankan Ngopi, ASN Guru Mau Liburan Saja Serba Salah!
Artikel Terkait
-
Perkenalan Asnawi Mangkualam Dinilai Amatiran, Netizen +62 Serbu Medsos Port FC
-
6 Pemain Indonesia yang Tersebar di Liga ASEAN, Kamboja hingga Thailand
-
Media Thailand Sebut Asnawi Mangkualam Bisa Memberikan Manfaat Besar untuk Port FC
-
Dianggap 'Superstar', Media Thailand Ungkap 3 Keuntungan Port FC Gaet Asnawi Mangkualam
-
Asnawi Mangkualam Tidak Pakai Nomor Punggung Favoritnya di Port FC
Hobi
-
Jakarta Mulai Bersiap, 2 Lapangan Disiapkan untuk FIFA ASEAN Cup 2026
-
Pimpin Klasemen, Jorge Martin Tak Mau Ambisi jadi Juara Dunia Lagi?
-
Indonesia Hadapi Peserta Piala Dunia 2026, Cape Verde Jadi Kandidat Kuat?
-
Erick Thohir Tegaskan Komitmen terhadap Sepak Bola Putri, Ada Buktinya?
-
Saat Kepercayaan Badminton Lovers Diuji: Ada Apa dengan Bulutangkis Indonesia?
Terkini
-
Dari Kepedulian Warga Menuju Kemandirian Desa: Jejak Kang Edai Membangun Kemiren
-
Sepucuk Surat dalam Film Dear You Mengajarkan Arti Rindu yang Hilang
-
The First Responders Season 2 dan Pertarungan Otak Melawan Dalang Kejahatan
-
Revisi Buku Ajar atau Nasib Guru, Mana Prioritas Pendidikan Nasional?
-
Ulasan Wedding Impossible: Mengkritisi Norma di Balik Tuntutan Menikah