Perhelatan Piala Asia 2023 akhirnya menemukan puncaknya. Turnamen sepak bola empat tahunan berskala benua tersebut, telah memainkan laga terakhir yang mempertemukan tuan rumah Qatar melawan Yordania.
Menyadur laman the-afc.com pada Sabtu (10/2/2024), pertarungan yang berlangsung di Lusail Stadium tersebut berakhir dengan kemenangan sang tuan rumah.
The Maroons mengakhiri pergumulan kedua kesebelasan dengan skor 3-1, di mana ketiga gol tersebut dilesakkan keseluruhannya oleh Akram Afif pada menit ke-22, 73 dan 90+5.
Sementara satu-satunya gol balasan dari Yordania, dicetak oleh Yazan Al-Naimat ketika pertandingan memasuki menit ke-67.
Kesuksesan Qatar merengkuh gelar juara Piala Asia edisi kali ini tentu menyisakan sebuah kepedihan tersendiri bagi kubu Yordania. Pasalnya, dengan kekalahan ini, tim dari wilayah Syam tersebut harus mengakhiri rangkaian indah perjalanan mereka di turnamen dengan antiklimaks.
Melajunya Yordania ke partai puncak gelaran, menunjukkan sebuah kisah yang cukup indah untuk dinikmati oleh para pencinta sepak bola benua Asia. Pasalnya, Yordania sendiri bukanlah tim yang lolos otomatis ke putaran final Piala Asia, melainkan harus memulai perjuangannya melalui babak kualifikasi.
Tentu semua pencinta Timnas Indonesia masih ingat, Yordania adalah lawan Pasukan Merah Putih di babak kualifikasi, selain Kuwait dan Nepal. Tak hanya itu, rangkaian mimpi indah Yordania pun juga mereka tunjukkan di putaran final kemarin.
Meskipun berstatus bukan sebagai tim unggulan, namun Al-Taamari dan kolega menunjukkan progres yang sangat mengagumkan di putaran final.
Laman AFC mencatat, dalam perjalanan mereka menuju partai puncak, Yordania sukses menyingkirkan tim-tim kuat sekelas Irak maupun Korea Selatan yang berstatus sebagai mantan jawara benua.
Sebuah pencapaian yang tentunya sangat membanggakan bagi tim yang terbiasa angkat koper paling jauh di babak delapan besar turnamen ini.
Sayangnya, rangkaian mimpi indah yang coba dirajut oleh Yordania pada akhirnya harus kandas di partai puncak. Meskipun bermain cukup bagus di partai puncak gelaran, mereka dipaksa untuk mengakui ketangguhan Qatar sang tuan rumah dengan skor 1-3.
Sebuah mimpi yang bisa saja hanya mengalami penundaan, karena jika mereka bisa terus konsisten bermain seperti ini, bukan tak mungkin gelar juara hanyalah menunggu waktu saja untuk mereka rengkuh ke depannya.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas
-
Nasib Bahasa Indonesia di Akar Rumput: Bersandar Enam Jam Sepekan, Tergerus Masifnya Konten Tayangan
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
Artikel Terkait
-
Jalan Terjal Timnas Qatar Hingga Juara Piala Asia 2023
-
Qatar Kembali Juara Piala Asia, Samai Rekor Korea Selatan 64 Tahun Lalu
-
Akram Afif Jadi Pemain Terbaik Piala Asia 2023, Kiprahnya Mentereng Membela Timnas Qatar
-
Hasil Final Piala Asia 2023: Hattrick Penalti Bantu Qatar Pertahankan Gelar, Hajar Yordania 3-1
-
Di Luar Nalar! Striker Qatar Akram Afif Selebrasi Sulap usai Bobol Gawang Yordania
Hobi
-
Jay Idzes Cedera Parah, Terancam Absen di Ajang FIFA Matchday November?
-
MotoGP Australia 2026 Gagal Total: Selamat Tinggal Phillip Island!
-
Marc Marquez Pimpin Klasemen Sementara, Gelar Juara Dunia Sudah di Tangan?
-
Menghabiskan Sore Bersama Klub Corat-coret, Cara Bercerita Lewat Gambar
-
MotoGP Australia 2026 Batal! Marquez Tetap Kokoh, Harapan Veda Ega Pupus
Terkini
-
Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime
-
Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO
-
Nice to Eat You: Belajar Bahasa Lewat Kisah yang Unik
-
Sinopsis Kokkai, Drama Jepang Dibintangi Takahashi Fumiya dan Tanaka Min
-
Masalah Struktural Tidak Bisa Diselesaikan dengan Nasihat Individual