Pemain belakang berdarah Indonesia-Belanda, Sandy Walsh mengungkapkan keinginannya menjelang guliran pertandingan lanjutan babak kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia putaran kedua. Dalam unggahan akun YouTubenya, Sandy Walsh Official pada 15 Februari 2024, pemain yang berposisi sebagai bek kanan tersebut menyatakan tiga keinginan untuk laga kontra Vietnam pada bulan Maret 2024 mendatang.
Ingin tahu, apa sajakah keinginan Sandy Walsh tersebut? Kita simak bersama!
1. Merahkan Stadion Utama Gelora Bung Karno
Permintaan pertama yang Sandy sampaikan kepada para suporter Timnas Indonesia adalah keinginan agar mereka memenuhi venue pertandingan. Sebelumnya, PSSI telah mengkonfirmasikan bahwa pertandingan antara Timnas Indonesia melawan Vietnam akan dimainkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
"Saya harap kita bermain di SUGBK dan kita bisa buat penuh," ucap Sandy melansir informasi yang diunggah oleh akun TikTok timnas_update pada 15 Februari 2024.
"Saya benar-benar menunggu itu, dan buat mereka takut. Pastikan juga mereka pulang dengan nol poin (kalah)" imbuhnya.
2. Perpanjangan Kontrak Shin Tae-yong
Hal kedua yang diinginkan oleh Sandy Walsh adalah perpanjangan kontrak sang pelatih, Shin Tae-yong. Permintaan ini sekaligus juga mewakili suara para suporter yang puas dengan progres positif yang diberikan oleh pelatih berkebangsaan Korea Selatan tersebut selama menangani Pasukan Merah Putih.
"Shin Tae-yong harus diperpanjang kontrak," ujar Sandy Walsh.
3. Pastikan Skuat Garuda Lolos ke Putaran Ketiga
Keinginan ketiga seorang Sandy Walsh adalah sebuah keinginan pribadi yang tentu saja juga menjadi keinginan para pencinta sepak bola nasional khususnya pencinta Timnas Indonesia. Keinginan tersebut adalah hasil baik yang didapatkan oleh Timnas Indonesia dan memastikan kelolosan Pasukan Merah Putih ke putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026.
"Lalu memastikan pada bulan Juni (2024) kita lolos ke putaran ketiga (babak kualifikasi Piala Dunia 2026)" harap pemain KV Mechelen tersebut.
Sejatinya, tanpa diminta oleh Sandy Walsh, para suporter garis keras Timnas Indonesia dipastikan akan memenuhi SUGBK pada bulan Maret 2024 mendatang dan mengintimidasi para pemain Vietnam yang bertanding melawan Pasukan Garuda.
Namun, untuk keinginan kedua, tentu masih menunggu federasi untuk memutuskan. Pun demikian dengan keinginan yang ketiga, hal itu baru akan terjadi dengan kerja keras maksimal yang dilakukan oleh para penggawa Garuda di babak kualifikasi nanti.
Namun, meskipun demikian, tentu kita berharap semoga ketiga harapan Sandy Walsh tersebut semuanya menjadi kenyataan ya!
Baca Juga
-
Eksodus Pemain Naturalisasi ke Liga Indonesia: Konspirasi di Balik Target Juara Piala AFF 2026?
-
Bukan dengan STY, Kurniawan Bakal Saingandengan Kompatriotnya saat Tangani Timnas Indonesia U-17
-
Dapatkan Tugas Berat, Layakkah Kurniawan Dwi Yulianto Menakhodai Timnas Indonesia U-17?
-
Ajukan Diri ke AFC, Seberapa Besar Peluang Indonesia Menjadi Tuan Rumah Piala Asia 2031?
-
Terancam Menepi di FIFA Series, Comeback Marselino ke Timnas Indonesia Bakal Semakin Molor
Artikel Terkait
-
Terus Cari Pemain, Nova Arianto Panggil 32 Nama untuk Seleksi Timnas Indonesia U-16 Gelombang Kedua
-
Fakta Unik Ragnar Oratmangoen, Pernah Duel dengan 2 Pemain Persib Bandung
-
Tak Hanya Serap Ilmunya, Nova Arianto Juga Terapkan Disiplin Ketat ala STY
-
Perbandingan Statistik Ole Romeny vs Tim Waterink, Siapa yang Cocok untuk Striker Timnas Indonesia?
-
Profil Amauri Ubro, Talenta Muda Keturunan Indonesia di NEC Nijmegen U-16 yang Curi Perhatian
Hobi
-
Eksodus Pemain Naturalisasi ke Liga Indonesia: Konspirasi di Balik Target Juara Piala AFF 2026?
-
BATC 2026: Comeback Gemilang Ester dan Tim Putri Indonesia Runner Up Grup X
-
Banyak Drama! 7 Fakta Unik di MotoGP Tes Sepang 2026
-
Bukan dengan STY, Kurniawan Bakal Saingandengan Kompatriotnya saat Tangani Timnas Indonesia U-17
-
Rekap Tes MotoGP Sepang 2026: Honda Bangkit, Aprilia Tanpa Jorge Martin
Terkini
-
Ulasan Film Dead Poets Society: Robin Williams Ubah Pemikiran Siswa Lewat Puisi
-
Menyelinap ke Pikiran Ayah
-
Generasi Muda Terperangkap Utang Paylater dan Pinjol: Kurangnya Literasi Keuangan Jadi Pemicu?
-
Sayap Kecil yang Menantang Badai
-
Tegas Lawan Pelecehan Daring, Agensi Hyeri Pastikan Proses Hukum Berjalan