Terlalu bertumpu pada pemain yunior menjadi salah satu sebab hancurnya timnas Vietnam dalam Piala Asia 2023. Demikian pula kekalahan menyakitkan dari Indonesia dalam ajang tersebut. Tudingan ini muncul dari media maupun pendukung timnas Vietnam.
Menjelang perhelatan Kualifikasi Piala Dunia 2026, hal ini mengemuka lagi. Dalam laga yang sangat penting ini, banyak suara menghendaki Troussier memanggil lagi para pemain senior. Para pemain yang dimaksud adalah pilar Vietnam saat ditukangi Park Hang-seo.
Ada banyak alasan yang muncul berkaitan dengan permintaan ini. pertama, jelas pada skuad timnas Indonesia saat ini bukan skuad Indonesia di masa lalu. Kini Indonesia tampil sebagai kekuatan yang membahayakan dan menakutkan.
Kedua, timnas Vietnam harus bertarung di depan 80.000 pendukung Indonesia. Laga yang digelar di Gelora Bung Karno diyakini akan menjadi terror tersendiri bagi pemain Vietnam.
“Bertanding di SUGBK sangat membutuhkan pemain-pemain veteran,” tulis soha.vn (07/03/2024).
Ungkapan ini jelas terkait mental para pemain veteran yang telah sering bertemu dengan para pemain Indonesia. Terlebih lagi para pemain veteran yang pernah bertanding di Gelora Bung Karno (GBK) pada final Piala AFF 2022.
“Agar mampu bertahan menghadapi tekanan dari supporter,” tambah soha.vn.
Di sini jelas terlihat ketakutan media Vietnam sangat nyata. Gemuruh 80.000 suara supporter dipastikan akan membangun nuansa mengerikan bagi tim tamu.
Sebagai perbandingan saja saat berhadapan dengan Indonesia dalam Piala Asia 2023, banyak pemain muda Vietnam mengalami gugup. Padahal pertandingan tersebut bukan di kandang Indonesia, tapi di Qatar.
Hadiah penalti bagi Indonesia saat itu tak lepas dari kegugupan mereka. Kesalahan dalam mengambil Keputusan, justru berbuah pelanggaran di kotak penalti.
Namun harapan publik Vietnam terhadap para pemain veteran tidak semudah itu diwujudkan. Berdasar informasi terakhir, badai cedera yang ada di timnas Vietnam justru menimpa para pemain senior.
Tengok saja nama-nama Doan Van Hau, Dang Lam, Toan Anh, dan Do Hung Dung. Kondisi ini hampir sama dengan saat Troussier harus menjalani Piala Asia 2023. Sehingga mau tidak mau sang pelatih harus menengok pada para pemain muda dengan segudang konsekuensi.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Timnas Futsal Indonesia Tutup 2025 dengan Catatan Gemilang, Raih 2 Gelar
-
Meski Jadi Raja ASEAN, Vietnam Tetap Simpan Ketakutan pada Timnas Indonesia
-
Tekuk Vietnam Lewat Adu Penalti, Filipina Kejutan Sempurna SEA Games 2025
-
Timnas Futsal Putri Lolos ke Final, Kalahkan Thailand Lewat Adu Penalti
-
Kalahkan Filipina 3-0, Rivan Nurmulki Jaga Asa Medali Emas Voli SEA Games
Artikel Terkait
-
Lebih Rumit, Ini Alasan Maarten Paes Tak Dipanggil STY ke Timnas Indonesia
-
PSSI Ungkap Kabar Naturalisasi Thom Haye dan Oratmangoen Jelang Timnas Indonesia vs Vietnam, Awas Kecewa!
-
5 Pemain Timnas Indonesia yang Berpotensi Jadi Korban Thom Haye Cs, Ada yang Sudah Dicoret
-
Attitude Jadi Sorotan, Adam Alis: Hargai Lawan Jika Ingin Dihargai Lawanmu
-
Maarten Paes Dapatkan US Green Card dari Pemerintah Amerika Serikat, Apakah Itu?
Hobi
-
Persib Bandung Rekrut Dion Markx, Rekomendasi Langsung dari Bojan Hodak?
-
Gandeng STY Academy, Mills Komitmen Dukung Pembinaan Sepak Bola Usia Dini
-
Shayne Pattynama Gabung Persija Jakarta, Peluang Main di Timnas Makin Besar
-
Jordi Amat Beberkan Pesan Manis dari John Herdman, Ada Harapan Khusus?
-
Bertemu Lawan-Lawan Mudah, Timnas Indonesia Wajib Maksimalkan Ajang FIFA Series!
Terkini
-
Fresh Graduate Jangan Minder! Pelajaran di Balik Fenomena Open To Work Prilly Latuconsina
-
Misi Damai di Luar, Kegelisahan di Dalam: Menggugat Legitiminasi Diplomasi
-
Hadapi Sengketa Pajak Rp230 Miliar, Cha Eun Woo Gandeng Firma Hukum Kondang
-
Transformasi AI dalam Ekonomi Kreatif Indonesia: Peluang Emas atau Ancaman?
-
4 Ide Outfit Simpel ala Ranty Maria, Nyaman dan Tetap Modis