Kekalahan menyakitkan timnas Vietnam saat tandang ke Gelora Bung Karno adalah atas andil Pratama Arhan. Lemparan mautnya dalam laga sengit tersebut dapat dikonversi menjadi gol oleh Egy Maulana Vikri akibat kesalahan bek Vietnam. Sebuah kejadian yang patut disayangkan.
Hal inilah yang dirasakan Philippe Troussier, pelatih Vietnam. Dikatakannya sebelum pertandingan, mereka telah ratusan kali belajar mengantisipasi lemparan ke dalam Pratama Arhan. Namun saat momen itu datang, justru mereka tidak siap.
Ngerinya lagi, lemparan maut kali ini menimpa Vietnam untuk ketiga kalinya. Dua kali sebelumnya terjadi dalam ajang SEA Games 2023 di Kamboja. Saat itu, 2 dari 3 gol Indonesia lewat lemparan ke dalam Pratama Arhan.
Untuk menangkal tragedi tersebut terjadi lagi, Troussier mengaku telah berguru ke Jepang.
“Kami siap menghadapi lemparan ke dalam yang dilakukan Indonesia. Saya pribadi berbicara dengan staf pelatih Jepang. Saya juga memberi tahu para pemain untuk tidak terlalu menekankan situasi ini,” ungkap Troussier dilansir dari bongda24h pada Senin (25/3/2024).
Langkah Troussier belajar dari Jepang menjadi sangat lucu. Arhan sendiri di Jepang tidak begitu bersinar. Dia lebih banyak menghangatkan kursi cadangan, lalu apa yang dicari Troussier.
Kalau dikatakan Jepang juga menjadi korban lemparan Arhan. Saat itu Sion Suzuki harus memungut bola dari gawang setelah lemparan Arhan disambut Sandy Walsh dan berakhir gol.
Namun entah ilmu apa yang didapat Troussier ketika berhubungan dengan pelatih Jepang. Yang jelas dalam pertandingan besok, secara psikologi timnas Vietnam belum bangkit. Sementara itu Shin Tae-yong dan anak asuhnya dalam kondisi on fire,
Pertandingan besok malam jelas akan sangat krusial. Menderita kekalahan maupun hanya bermain seri, hanya akan menguntungkan Indonesia saja. Sehingga satu-satunya pilihan adalah tampil mati-matian untuk sebuah kesempatan.
Shin Tae-yong sendiri dalam konperensi pers tidak mau mengejar hasil seri. Dengan tambahan amunisi baru, Shin Tae-yong yakin akan mampu mengalahkan Vietnam lagi sekaligus membuka peluang babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Jika hal itu terjadi, dan Vietnam menderita kekalahan lagi walau tanpa lemparan maut Pratama Arhan, Troussier pun pasti akan terlempar dari kedudukannya.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Kemenangan Argentina Munculkan Tuduhan 'Settingan' dalam Piala Dunia 2026
-
Belgia Sukses Permalukan AS Balas Ulah Konyol Donald Trump pada FIFA
-
Alih-alih Yakin Kalahkan Brazil, Erling Haaland Malah Bilang Begini!
-
Jelang Jamu Persik Kediri, Bojan Hodak Dipusingkan dengan Masalah Ini!
-
Raymond/Joaquin Libas Ganda China, Segel Tiket Semifinal All England 2026
Artikel Terkait
Hobi
-
Kangkangi Thailand di Final ASEAN Cup 2026, Kesuksesan Vietnam Buktikan Bobroknya Liga Indonesia
-
Tuntas Sudah 26 Tahun Menanti! Jonatan Christie Resmi Kuasai Peringkat 1 Dunia BWF
-
Kembali Ungkit STY, Mantan Mertua Pratama Arhan Kritik John Herdman!
-
Sikat Australia 3-0, Timnas Voli Putri Indonesia Tembus 8 Besar AVC Women's Continental 2026
-
Prediksi Al-Ettifaq vs Al-Nassr: Duel Tim Teratas, Akankah Ronaldo Main?
Terkini
-
Sinopsis Unabomber, Kisah Nyata Mahasiswa Harvard Jadi Teroris Buronan FBI
-
Bukan Cuma RUU Perampasan Aset, Membaca Keresahan di Balik Demo 27 Agustus
-
Ulasan Film Operasi Pesta Copet: Aksi Komedi Heist Berlatar Festival Musik!
-
Auto Pede Pakai Tank Top! 5 Underarm Cream yang Merawat dan Mencerahkan
-
Mengulas Warisan Abadi Romcom Remaja dalam Film 10 Things I Hate About You