Kekalahan 3 kali beruntun dari timnas Indonesia dalam 2 bulan ini, memukul VFF sebagai federasi yang membawahi sepak bola Vietnam. Salah satu langkah cepat yang diambil adalah memecat Philippe Troussier yang dianggap sebagai penyebab rangkaian hasil buruk tersebut.
Namun ada satu hal yang menarik terkait langkah lain yang akan dilakukan VFF. Secara lebih mendalam mereka melihat bahwa keberadaan para pemain naturalisasi dalam tubuh timnas Indonesia menjadi penyebab kekalahan yang diterima Vietnam.
“Selain terpuruknya timnas Vietnam, satu hal yang patut diakui adalah kualitas timnas Indonesia semakin meningkat setelah diperkuat sedereet pemain naturalisasi asal Eropa (yang sebagian besar berasal dari Belanda),” tulis The Thao 247, Kamis (28/3/2024).
Dalam tubuh timnas Vietnam sendiri hanya ada satu pemain naturalisasi, Nguyen Filip di posisi penjaga gawang. Itu pun dia hanya bermain di V League, liga domestic bukan di Eropa.
Minimnya pemain naturalisasi dalam tubuh timnas Vietnam berdampak buruk pada performa mereka. Dalam berbagai duel, kini Vietnam tidak dominan lagi. Jika dahulu para pemain Indonesia merasa ngeri saat duel dengan pemain Vietnam, kini terbalik.
Dalam beberapa kasus betapa banyak pemain Vietnam yang kalah saat body charge maupun berebut bola. Demikan pula dalam visi bermain. Kini Vietnam tampak begitu inferior saat berhadapan dengan Indonesia.
Hal ini bukannya tidak disadari oleh VFF. Dalam sebuah kesempatan, Tran Anh Tu, Wakil Presiden VFF menyampaikan pandangannya.
“Jelas bahwa sepak bola dunia berubah dengan sangat cepat dan tentunya dalam waktu dekat sepak bola akan mengalami banyak perubahan. Kami telah mengimpor naturalisasi pemain asal Vietnam, misalnya Filip Nguyen. Kami melihat negara-negara lain dan melihat bahwa mereka juga mengalami perubahan seperti itu,” ucap Wakil Presiden VFF seperti dikutip The Thao 247.
Di Asia Tenggara langkah naturalisasi tidak hanya dilakukan Indonesia saja. Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina pun melakukan. Namun dari beberapa negara tersebut, terbukti Indonesia sejauh ini yang paling berhasil.
Kemampuan mengalahkan Vietnam 3 kali berturut-turut menjadi salah satu buktinya. Termasuk pula prestasi Indonesia tampil lebih jauh di ajang kelas Asia, pun menjadi bukti.
Di Vietnam sendiri masih ada sebagian pemikiran untuk tetap menggunakan pemain lokal dengan berbagai alasan. Sehingga terkesan ada langkah mempersulit para pemain asing yang ingin dinaturalisasi.
Namun melihat perkembangan sepak bola negara-negara Asia Tenggara begitu pesat, termasuk Indonesia, Vietnam tampaknya akan mengikuti jejak Indonesia. Mereka pasti tidak mau tertinggal dari rival-rival bebuyutannya.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Kemenangan Argentina Munculkan Tuduhan 'Settingan' dalam Piala Dunia 2026
-
Belgia Sukses Permalukan AS Balas Ulah Konyol Donald Trump pada FIFA
-
Alih-alih Yakin Kalahkan Brazil, Erling Haaland Malah Bilang Begini!
-
Jelang Jamu Persik Kediri, Bojan Hodak Dipusingkan dengan Masalah Ini!
-
Raymond/Joaquin Libas Ganda China, Segel Tiket Semifinal All England 2026
Artikel Terkait
-
Nasihat Bijak Indra Sjafri Terkait Polemik Pemain Naturalisasi di Timnas
-
Shin Tae-yong: Saya Dengar Pelatih Vietnam Trussier Dipecat, Saya Jadi Nggak Enak
-
Rafael Struick Terciduk Makan Mie Instan di Pesawat, Warganet Santai: Coba Kalau itu Hokky Caraka
-
Usai Bela Persib Bandung, Beckham Putra Pastikan Gabung Timnas Indonesia U-23
-
Shin Tae-yong: Generasi Emas Sepak Bola Vietnam Akan Berakhir, Timnas Indonesia Sedang Membangun
Hobi
-
Gabung Aprilia, Pecco Bagnaia Balas Dendam pada Marc Marquez dan Ducati?
-
Tak Gentar! Davide Tardozzi Yakin Ducati Bisa Raih Gelar Juara Dunia
-
Toprak Razgatlioglu Masih Terpuruk sampai Paruh Musim MotoGP, Salah Jalan?
-
FC Barcelona 4-1 CE Europa: Sinyal Era Baru Hansi Flick Mulai Terlihat
-
Preview Semifinal VNL Putri 2026: 4 Tim Terbaik Berebut Tiket Final
Terkini
-
Review Dikichi Kediri: Sensasi Crispy Hot Chicken yang Renyahnya Bikin Nagih!
-
Kemelekatan Adalah Derita
-
Mengupas Chand Mera Dil: Akting Menawan Ananya Panday di Tengah Alur yang Bertele-tele
-
Kisah Ibu Hamil Naik KRL Jam Sibuk: Antara "Misuh-misuh" dan Keajaiban Pin Prioritas
-
Bertabur Bintang Beken, 5 Drakor Adaptasi Webtoon Ini Malah Anjlok di TV Korea