Tiga lawan yang bakal menantang Timnas Indonesia di ajang FIFA Series 2026 akhirnya terkonfirmasi secara resmi. Dalam rilisan laman FIFA disebutkan, Timnas Bulgaria, Kepulauan Solomon dan Saint Kitts and Nevis menjadi tiga lawan yang akan bermain di Tanah Air.
Dengan konstelasi tersebut, tentunya Timnas Bulgarialah yang akan menjadi lawan paling berat bagi Pasukan Garuda. Selain karena berasal dari kawasan Benua Eropa yang iklim sepak bolanya paling kompetitif dari kawasan mana pun, Bulgaria juga menjadi tim dengan peringkat FIFA paling baik di antara kumpulan negara yang bermain di Indonesia.
Uniknya, meskipun bakal menjadi lawan paling berat bagi Indonesia, Timnas Bulgaria sendiri terbilang tak asing dengan persepakbolaan tanah air.
Bagaimana tidak, di antara ketiga kontestan yang akan bermain di Indonesia, Bulgaria menjadi satu-satunya negara yang pernah berjumpa di masa lampau. Bahkan sampai 2 kali pertemuan.
Menurut laman 11v11.com, kedua kesebelasan pernah bertemu di tahun 1959 dan 1973, di mana dari dua pertarungan tersebut, Indonesia berhasil menorehkan sekali hasil imbang dan sekali kekalahan.
Bukan hanya itu, familiarity antara Indonesia dan Bulgaria juga terjalin melalui sosok Ivan Venkov Kolev. Dalam perjalanan karier kepelatihannya, Ivan Kolev selain kerap menukangi tim-tim di gelaran Liga Indonesia, juga tercatat pernah menjadi nakhoda Pasukan Kebangsaan dalam dua periode.
Periode pertama dilakoni oleh Kolev pada periode 30 November 2001 hingga 30 November 2003, sementara di periode kedua, dirinya mengabdikan ilmu kepelatihannya pada periode 12 Januari 2007 hingga 31 Desember 2007.
Bahkan, bagi para penggemar kawakan Timnas Indonesia seperti saya, periode kedua Ivan Kolev melatih Timnas Indonesia akan menjadi salah satu momen yang paling tak terlupakan karena dirinya sukses membentuk tim yang mampu bersaing dengan tim sekelas Bahrain, Arab Saudi dan Korea Selatan di pentas Piala Asia 2007.
Bukan hanya terjalin melalui Ivan Kolev, keakraban antara Timnas Bulgaria dengan Timnas Indonesia juga terikat dalam sosok pelatih mereka saat ini, Aleksandar Dimitrov.
Sama seperti Ivan Kolev, pria yang menjabat pelatih kepala Timnas Bulgaria semenjak September 2025 lalu itu juga pernah berkecimpung di dunia sepak bola tanah air.
Dalam catatan laman transfermarkt, Dimitrov pernah menjadi asisten pelatih di Persipura Jayapura pada tahun 2006-2007, dan menjadi asisten pelatih Timnas Indonesia di periode kedua kepelatihan Ivan Kolev pada tahun 2007.
Ternyata, walaupun terpisah jarak yang lumayan jauh, antara Timnas Bulgaria dan Timnas Indonesia dieratkan oleh sejarah antara keduanya ya!
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
-
Realita Dunia Orang Dewasa: Bekerja Terasa Jauh Lebih Nyaman, Efek Pimpinan Baru yang Pengertian
-
Bagi Sebagian Warga Rembang Asli, Gaji UMR adalah Sebuah Impian dan Pencapaian Prestasi
-
Realita Pahit Lulusan SMK: Niatnya Bantu Keluarga, Malah Terjebak Gaji Kecil di Luar Kota
-
Penerapan UU Transfer Daerah dan Nasib Remang Masa Depan PPPK: Efisiensi Berujung Eliminasi?
Artikel Terkait
-
Jumpa Bulgaria di FIFA Series 2026, Bagaimana Peluang Indonesia Raih Kemenangan?
-
Giliran Negara-negara di Afrika Diminta Boikot Piala Dunia 2026, Ini Alasannya
-
Trofi Piala Dunia 2026 Mampir ke Jakarta
-
Detik-detik Bulgaria Porak-porandakan Gawang Timnas Indonesia di GBK, Semoga Sejarah Tak Terulang
-
Trofi Asli Piala Dunia 2026 Sambangi Jakarta, Ribuan Warga Antusias
Hobi
-
Loyalitas di Tengah Perang: Peran Vital Darijo Srna di Shakhtar Donetsk
-
Triumph Rocket 3 Storm R, Motor dengan Mesin Lebih Besar dari Innova Zenix
-
Bersaing! Bos Aprilia Akui Jorge Martin Lebih Unggul dari Marco Bezzecchi
-
Performa Gacor di Persib, Eliano Reijnders Berpeluang Kembali Merumput di Eropa
-
Brap Brap Brap! RX-7 VeilSide Han di Tokyo Drift Masih Jadi Mimpi Anak JDM
Terkini
-
Tayang 6 Mei, Prime Video Rilis Trailer Terbaru Serial Citadel Season 2
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
-
Hindia dan Dipha Barus Bicara Soal Generational Trauma di Lagu Baru "Nafas"
-
Anime Assassin Reinkarnasi Karya Rui Tsukiyo Umumkan Season 2 Tayang 2027
-
Avec le Temps: Harmoni Puitis Prancis dan Arab di Jantung Yogyakarta