Setelah melewati musim yang sulit karena dilanda cedera sehingga membuat performanya menjadi tidak maksimal, tahun ini pembalap Ducati, Enea Bastianini, comeback dengan semangat baru.
Di samping itu, banyak yang menganggap bahwa musim ini Bestia akan menjadi salah satu rival bagi sang juara dunia bertahan sekaligus rekan setimnya sendiri, Pecco Bagnaia.
Mengapa bisa demikian? Berikut ini adalah beberapa alasan yang memungkinkan hal tersebut terjadi.
1. Lebih Ambisius
Musim 2023 yang suram membuat Bastianini berambisi untuk bangkit lebih baik di tahun ini, dilansir dari laman Motorcycle Sports, Bestia mengatakan bahwa dia ingin mencoba memenangkan beberapa race, bahkan bertarung untuk gelar.
"Saya di sini untuk mencoba dan memenangkan beberapa balapan dan berjuang untuk gelar," ungkap Bestia.
Dengan ambisi yang cukup serius ini, bukan tidak mungkin bahwa kehadirannya musim ini benar-benar akan menjadi ancaman bagi pembalap lain.
2. Mempertahankan Posisi
Seperti yang kita tahu bahwa kontrak Bestia dengan Ducati pabrikan bakal berakhir di penghujung tahun, dengan banyaknya rider Ducati yang tampil kompetitif, tentu Bestia harus bekerja ekstra keras guna mempertahankan posisinya di tim saat ini.
Dengan semangat untuk tetap mendapat kursi, bisa dipastikan Bestia bakal tampil habis-habisan, bahkan meskipun harus bersaing dengan rekan setimnya sendiri di setiap seri.
3. Enea adalah Rider yang Kompetitif
Selain semangat dari dalam dirinya, Bestia sendiri sebetulnya adalah rider yang kompetitif. Terbukti di tahun 2022 lalu, dia menjadi second runner up di klasemen akhir. Di musim itu, dia telah memenangkan sebanyak 4 kali race dan 1 kali pole position.
4. Bukti di 2 Race Pertama
Bukti bahwa Bestia akan menjadi lawan tangguh bagi Pecco sudah terlihat di dua race pertama kemarin. Di GP Qatar lalu, dalam sesi kualifikasi, Bestia berhasil merebut P3 untuk start. Di sesi sprint race dia finis di P6 dan P5 untuk main race.
Di GP Portugal penampilannya tak jauh memukau, Bestia berhasil merebut pole position, satu hal yang belum pernah diraih Pecco musim ini. Kemudian, untuk sesi sprint race dia finis di P6 dan berhasil naik podium di P2 saat sesi main race.
Dengan performa luar biasa tersebut, kini Enea Bastianini berada di urutan ketiga klasemen sementara, tepat di atas Pecco Bagnaia dengan jarak 2 poin.
Nah, itu tadi beberapa alasan mengapa Enea Bastianini digadang-gadang akan menjadi salah satu rider terkuat, bahkan saingan berat Pecco musim ini.
Ternyata, ada banyak faktor yang bisa membuat pembalap satu ini patut diwaspadai. Bagaimana menurut kalian?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Jadwal F1 GP Miami 2026: Favorit Kimi Antonelli, Akankah Dia Menang Lagi?
-
Sadar Diri, Marc Marquez Mengaku Tak Punya Kekuatan untuk Rebut Gelar Juara
-
Alex Rins Resmi Hengkang dari Yamaha, Didepak Diam-diam?
-
Bersaing! Bos Aprilia Akui Jorge Martin Lebih Unggul dari Marco Bezzecchi
-
Gelar Juara Dunia Terbuka, Jorge Martin Tak Menolak Jika Ada Kesempatan
Artikel Terkait
-
Jadi yang Terdepan Walau Pakai GP23, Marc Marquez Buktikan Kualitasnya
-
Kena Mental! Ada Marc Marquez, Pecco Lupa Siapa Rival yang Sesungguhnya
-
NasDem dan PPP Rivalnya di Pilpres Mau Dirangkul Prabowo, Reaksi Airlangga Ketum Golkar Begini
-
Marc Marquez dan Pecco Bagnaia Memanas Pasca Insiden, Jadi 2015 Jilid 2?
-
Gagal Menang di Sprint Race GP Portugal 2024, Pecco Akui Senang tapi Juga Kecewa
Hobi
-
Jadwal F1 GP Miami 2026: Favorit Kimi Antonelli, Akankah Dia Menang Lagi?
-
Sadar Diri, Marc Marquez Mengaku Tak Punya Kekuatan untuk Rebut Gelar Juara
-
Alex Rins Resmi Hengkang dari Yamaha, Didepak Diam-diam?
-
Build Fanny Tersakit 2026: Rekomendasi Item dan Emblem untuk Dominasi Jungle
-
Loyalitas di Tengah Perang: Peran Vital Darijo Srna di Shakhtar Donetsk
Terkini
-
Anime Kagurabachi Tayang April 2027, Trailer Ungkap Studio dan Staf Utama
-
5 Pilihan Parfum Fruity Floral Tahan Lama untuk Daily Wear hingga Kencan
-
Park Chan-wook Umumkan Proyek Film Baru, Gandeng Aktor dan Aktris Ternama
-
MacBook Air M4 15 Inci Resmi Hadir: Lebih Kencang, Lebih Ringan, dan Lebih Menarik
-
Pendidikan Gratis dalam Retorika, Mahal dalam Realita