Polemik beda pendapat antara pemain keturunan dan lokal kembali memanas beberapa hari terakhir. Hal ini tidak terlepas dari statemen mantan gelandang klub PSBS Biak, yakni Muhammad Tahir. Menyadur akun tiktok @mangkulangittt, pemain yang juga pernah bermain untuk Persipura Jayapura tersebut menyebut bahwa terlalu banyak naturalisasi pemain akan membuat diadakannya Liga 1 menjadi sia-sia dan mematikan kerja keras para pemain lokal.
Bahkan, lebih lanjut lagi, Muhammad Tahir juga menyebut bahwa kualitas pemain keturunan sejatinya hanya 11-12 dengan pemain lokal. Dirinya juga sesumbar dapat mengalahkan para pemain keturunan apabila PSSI ingin mengelar laga uji tanding antara pemain lokal dan keturunan.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Komite Eksekutif (Exco), Arya Sinulingga menyebut polemik beda pendapat di masyarakat antara pemain keturunan dan lokal di timnas Indonesia adalah hal lumrah dan tidak perlu dijadikan polemik. Dirinya menyebut bahwa pemain naturalisasi selama memiliki darah Indonesia dari leluhurnya juga berhak membela tim nasional dengan cara dan ketentuan-ketentuan yang berlaku.
“Mengenai pemain naturalisasi, sepanjang punya darah Indonesia baik nenek atau kakeknya maka dia punya hak,” ujar Arya Sinulingga, dikutip dari kanal berita suara.com pada Selasa (02/04/2024) kemarin.
Arya Sinulingga Menyebut STY Tidak Membedakan Pemain Selama Punya Kualitas
Lebih lanjut lagi, Arya Sinulingga juga menepis rumor bahwa Shin Tae-yong tidak peduli dengan pemain-pemain yang merumput di Liga 1. Dirinya menyebut selama pemain tersebut punya kualitas dan kriteria yang diinginkan oleh Shin Tae-yong. Dirinya pasti akan memanggilnya ke timnas Indonesia.
Hal tersebut terbukti dengan banyaknya para pemain di liga Indonesia seperti Ernandi Ari, Dimas Drajad, Rizky Ridho, Witan Sulaeman, Egy Maulana Rizky, Nadeo Argawinata dan beberapa nama lainnya yang masih masuk ke dalam skuad Indonesia hingga saat ini. Oleh karena itu, Arya Sinulingga juga berpesan kepada para pemain lokal untuk mau bersaing dan meningkatkan kemampuan untuk bisa masuk ke dalam tim nasional.
“Yang pasti kalau pemain lokal dari BRI Liga 1 bagus pasti muncul. Sekarang (Ramdhan) Sananta top skor (Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia) ngalahin (Lionel) Messi. Itu artinya kalau dia berkualitas jadi jangan polemik,” imbuh Arya Sinulingga.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
-
Mental Tangguh Berbicara! Asnawi Jadi Bek Kanan Termahal di Liga Thailand
-
Masuk Grup Neraka Babak Kualifikasi, Indonesia Bakal Susah ke Piala Asia U-17?
-
Lionel Messi Gantung Sepatu: Selesainya Era Alien yang Tak Akan Pernah Sanggup Disamai Generasi Baru
-
Kembali Raih Juara AFF, Vietnam Memang Berjodoh dengan Pelatih Asal Korea
Artikel Terkait
Hobi
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
-
Prediksi Persija vs Persib: Duel Klasik Kembali ke GBK, Siapa Lebih Unggul?
-
Usai Double Podium di Aragon, Marc Marquez Khawatir Jalani GP Misano 2026
-
Loris Capirossi Dinobatkan jadi Legenda MotoGP di Misano, Apa Prestasinya?
-
Jujur! Jorge Martin Akui akan Menangis Jika Gagal jadi Juara Dunia MotoGP
Terkini
-
BGN Siapkan Sistem Marketplace MBG: Kejar Pengadaan, Keracunan Terabaikan?
-
Manga Shojo In the Clear Moonlit Dusk Akan Tamat di Volume ke-12 pada 2027
-
Karnaval Pekalongan Jadi Sorotan, Budaya berkedok Ritual di Ruang Publik?
-
Memaknai Cinta Bagi Orang Dewasa di Novel Hingga Ujung Cakrawala
-
Samsung Galaxy A07s Resmi Meluncur, Bawa Helio G99+, Baterai 5.000 mAh dan Update OS 6 Tahun