Tim-tim kontestan gelaran Piala Asia U-23 telah menentukan skuat final mereka untuk berlaga di turnamen. Berkekuatan masing-masing 23 pemain, para pelatih tim peserta mempersiapkan skuat terbaiknya dengan tujuan agar bisa meraih prestasi setinggi-tingginya di turnamen yang digelar di Qatar tersebut.
Empat negara yang menjadi wakil dari Asia Tenggara, yakni Indonesia, Malaysia, Vietnam dan Thailand, turut pula menetapkan 23 nama untuk turnamen ini. Lantas, bagaimanakah perbandingan skuat keempat negara tersebut? Mari kita ulas!
1. Malaysia
Menyadur laman transfermarkt, Timnas Malaysia U-23 saat ini memiliki harga di kisaran angka 1,98 juta Euro atau setara dengan Rp34 miliar. Skuat ini memiliki rerata usia di angka 21,5 tahun, dan hanya diperkuat oleh satu pemain abroad yakni Luqman Hakim yang saat ini tercatat bermain untuk Yokohama Sports and Culture Club.
2. Thailand
Negara selanjutnya yang menjadi wakil Asia Tenggara di Piala Asia U-23 edisi 2024 ini adalah Thailand. Menurut data dari laman transfermarkt, skuat Thailand U-23 saat ini memiliki rerata usia di angka 21,4 tahun dan memiliki harga pasaran total di angka 2,03 juta Euro atau tersebut setara dengan Rp35 miliar.
Di skuat Pasukan Muda Gajah Perang saat ini, hanya ada satu pemain yang berkarir di luar negeri, yakni Erawan Garnier yang menjadi bagian dari klub Prancis Olympique Lyon U-19.
3. Vietnam
Hingga gelaran edisi keenam ini, Vietnam bersama Thailand menjadi salah satu langganan wakil Asia Tenggara di gelaran Piala Asia U-23. Pada turnamen kali ini, Pasukan Muda Paman Ho tercatat sebagai tim dengan skuat termuda dalam gelaran, dan menyalip Indonesia di rerata usia pemain termuda.
Uniknya, dengan skuat seharga lebih dari 2juta Euro, Timnas Vietnam tak diperkuat oleh satupun pemain yang berkarir di luar negeri.
4. Indonesia
Berstatus sebagai tim debutan, Timnas Indonesia U-23 menjadi wakil Asia Tenggara dengan komposisi pemain paling mewah di putaran final Piala Asia U-23 ini. Memiliki rerata usia di angka 20,7 tahun, Pasukan Muda Merah Putih memiliki harga total skuat di angka 4,48 juta Euro atau setara dengan Rp77 miliar rupiah.
Tak hanya itu, Pasukan Garuda juga diperkuat dengan 5 pemain abroad, yakni Justin Hubner, Pratama Arhan, Ivar Jenner, Marselino Ferdinan dan Rafael Struick.
Jika dilihat dari komposisi yang ada, Timnas Indonesia U-23 memiliki komposisi yang paling mewah di antara wakil Asia Tenggara lainnya, dan kita harapkan semoga saja mereka juga bisa mencapai prestasi terbaik di antara negara-negara tetangga.
Baca Juga
-
Kampanye Less Waste More Future dan Cara Yoursay Kirimkan Paket yang Bikin Saya Pengin Meniru
-
Selaku Bapak-Bapak yang Kerap PP Rembang-Tuban, Saya Menaruh Kejengkelan terhadap Hal-Hal Ini!
-
Cerita Bapak-Bapak PP Rembang-Tuban: Mengapa Saya Selalu Mengelus Dada Setiap Melintas di Jalur Ini?
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan
-
Jadi Guru Pembimbing Sekaligus Juri adalah Dilema, Ibarat Sudah Kalah Duluan Sebelum Mulai Lomba
Artikel Terkait
-
Alasan Erick Thohir Mendadak Hentikan BRI Liga 1 Jelang Piala Asia U-23 2024
-
AFC Puji Pelatih Shin Tae-yong yang Sukses Latih Timnas Indonesia U-23
-
Pemain Timnas Indonesia Masuk ke Jajaran Pemain Termahal di Grup A Piala Asia U-23, Siapa?
-
Capaian Terbaik 4 Wakil ASEAN di Piala Asia U-23, Ada yang Nyaris Juara!
Hobi
-
Gagal di GP Prancis, Pecco Bagnaia Tatap Seri Catalunya dengan Optimis
-
Nyesek, Jorge Martin Bisa Tinggalkan Aprilia Walau Raih Gelar Juara Dunia?
-
Sprint Race GP Prancis 2026: Jorge Martin Menang, Marc Marquez Patah Tulang
-
Wow! Yamaha XMAX Disulap Jadi Motor Cyberpunk dari Serial Tokyo Override
-
Bukan Vespa, Scomadi Technica 200i Hadir dengan Gaya Adventure Klasik Retro
Terkini
-
Lebih Dekat dengan Sang Pencipta dalam Syahdu-nya Seni Merayu Tuhan
-
Jam Tangan Casio AQ-240 Resmi Meluncur: Desain Vintage, Harga Bersahabat
-
Sinopsis The Honest Realtor, Film Komedi Dibintangi Tomohisa Yamashita
-
Dari Murah ke Flagship, Ini 8 Tablet Xiaomi Terbaik 2026
-
Istilah Guru Honorer Dihapus, Bisakah PPPK Paruh Waktu Menjadi Solusi?