Timnas Indonesia U-23 sukses kalahkan tim kuat Australia dengan skor tipis 1-0 pada lanjutan laga grup A ajang Piala Asia U-23 2024 yang digelar pada Kamis (18/04/2024) kemarin di Abdullah bin Khalifah Stadium, Doha, Qatar.
Melansir dari laman resmi AFC pada Jumat (19/4/2024), gol semata wayang yang dicetak oleh timnas U-23 sekaligus dalam laga tersebut sukses dicetak melalui sundulan bek asal klub Borneo FC Samarinda, Komang Teguh di menit ke-45.
Berkat kemenangan tipis 1-0 atas Australia tersebut, skuad garuda muda kini berada di peringkat ke-2 klasemen sementara grup A dengan raihan 3 poin.
Di peringkat pertama masih dikuasai oleh tuan rumah, Qatar yang dilaga lain sukses menaklukkan Jordania dengan skor tipis 1-2 di Jassim bin Hamad Stadium pada Kamis (18/04/2024) kemarin.
Kemenangan atas Australia ini juga membuat peluang skuad garuda muda untuk lolos ke babak 8 besar usai di laga perdana takluk dari Qatar dengan skor 2-0.
Jordania Takluk dari Qatar, Timnas Indonesia Hanya Perlu Hasil Imbang di Laga Terakhir
Kalahnya Jordania dari Qatar dengan skor 1-2 di Jassim bin Hamad Stadium kemarin tentunya kian mempermudahkan langkah timnas Indonesia U-23 untuk mampu lolos ke babak 8 besar Piala Asia U-23 2024.
Melansir dari laman resmi AFC, pasalnya skuad garuda muda hanya memerlukan 1 poin lagi atau hasil imbang guna memastikan diri lolos ke babak selanjutnya.
Skuad asuhan pelatih Shin Tae-yong dijadwalkan akan menghadapi Jordania di laga terakhir grup A pada Minggu (21/04/2024) akhir pekan ini di Abdullah bin Khalifah Stadium, Doha.
Tentunya target 1 poin atau hasil imbang merupakan target realistis yang bisa diraih oleh skuad garuda muda. Namun, tentunya apabila timnas Indonesia U-23 mampu meraih 3 poin saat hadapi Jordania, hal tersebut akan kian meningkatkan moral tim untuk berlaga di babak 8 besar nanti.
Dalam laga kontra Jordania akhir pekan nanti, timnas Indonesia U-23 sudah bisa diperkuat oleh gelandang tengah, Ivar Jenner yang sebelumnya terkena 2 kartu kuning di laga kontra Qatar.
Melansir dari laman resmi PSSI, gelandang asal klub FC Utrecht tersebut harus mendapatkan kartu kuning kedua di menit ke-46 saat laga kontra Qatar kemarin karena dianggap melakukan pelanggaran. Hadirnya gelandang berusia 20 tahun tersebut tentunya diprediksi akan memperkokoh lini tengah timnas U-23.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Ultimatum Keras Erick Thohir! Timnas Indonesia Harga Mati Juara FIFA ASEAN Cup 2026
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
-
Mental Tangguh Berbicara! Asnawi Jadi Bek Kanan Termahal di Liga Thailand
-
Masuk Grup Neraka Babak Kualifikasi, Indonesia Bakal Susah ke Piala Asia U-17?
-
Lionel Messi Gantung Sepatu: Selesainya Era Alien yang Tak Akan Pernah Sanggup Disamai Generasi Baru
Artikel Terkait
-
STY Lebih Pilih Timnas Indonesia U-23 Melawan Jepang daripada Korsel di Perempat Final Piala Asia U-23, Kenapa?
-
BRI Liga 1: Ada Indikasi Pengaturan Skor, Manajemen Persik Kediri Sampaikan Pernyataan
-
Jadi Pahlawan Kemenangan, Komang Teguh Layak Naik ke Timnas Senior?
-
Lawan Timnas Indonesia U-23 Jadi Laga Hidup Mati di Fase Grup Piala Asia U-23 2024, Ini Reaksi Pelatih Yordania
-
Pede Timnas Indonesia U-23 Lolos ke Perempat Final Piala Asia U-23, STY Mulai Pelajari Kekuatan Korsel dan Jepang
Hobi
-
VR46 Rilis Buku Baru, Marc Marquez Ngaku Baru Mau Baca Kalau Sudah Pensiun
-
Ultimatum Keras Erick Thohir! Timnas Indonesia Harga Mati Juara FIFA ASEAN Cup 2026
-
Jadwal MotoGP Austria 2026: 3 Pembalap Ini Bersiap Menyelamatkan Diri!
-
Mental Juara! Perjalanan Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
Terkini
-
Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho
-
Bad Memory Eraser: Eksperimen Menghapus Ingatan Demi Mengubah Kehidupan
-
Kisah Orang Tua yang Berjuang untuk Pendidikan Anak di Novel Ibuk
-
Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?
-
Review Film Get Out: Saat Rasisme Dikemas Menjadi Teror yang Mencekam