Marselino Ferdinan mengunggah story melalui media sosialnya usai panen hujatan akibat dianggap egois dalam laga memperebutkan juara ketiga melawan Irak di Piala Asia U-23 2024.
Permainan Marselino yang dianggap egois oleh warganet tersebut, kemudian menjadikan gelandang Timnas U-23 itu trending di media sosial X.
Akun media sosial Marselino juga tidak terlepas dari bulan-bulanan warganet. Terpantau banyaknya jumlah hate comment alias komentar kebencian di setiap unggahan Marselino di akun Instagram-nya.
Sadar dirinya menjadi bulan-bulanan warga +62, melalui akun media sosial Instagram Marselino membagikan story eksklusifnya.
"HAHAHAHA NEGARA LUCU," tulis Marselino dikutip pada Jumat (03/5/2024)
Meskipun belum diketahui apakah story-nya tersebut ditujukan untuk warganet yang menghujatnya atau bukan, namun banyak yang meyakini jika pemain Timnas berusia 19 tahun itu menyindir masyarakat yang ramai-ramai menghujatnya.
Story Marselino Ferdinan itu kemudian menjadi viral dan trending di media sosial X. Berbagai tanggapan muncul dari para warganet. Suara warganet terpecah antara yang mendukung Marselino atau justru menghujatnya.
"Nggak sepantasnya juga Marselino seperti ini, Ronaldo Messi juga nggak bakalan buat story "Lucunya Argentina", "Lucunya Portugal" hanya karena dikritik," sindir akun @titi***
"Semangat ya marsel, lo sendirian," sambung akun @ding**?
"Mengarahkan kemarahan terpusat sama Marselino itu bukan hal baik, sih. Meski main di Eropa, dan udah sering main di level senior, sering terlupakan kalau dia tuh 20 tahun juga belum. Betul dia bikin mistakes, tapi gak jadi alasan buat dihantemin berlebihan," komen akun @aun***
Hujatan kepada Marselino Ferdinan bukan tanpa alasan, pencinta sepak bola ramai-ramai mengatakan jika pemain Timnas tersebut bermain egois dan ogah melakukan passing kepada rekan sesama pemain di lapangan.
Bahkan jauh sebelumnya, Coach Justin juga sudah sempat memperingatkan agar Marselino perlu menurunkan ego saat di lapangan.
"Semoga dia belajar, bahwa bermain efisien itu nggak gampang, itu bukan show off lu, lu tolonglah belajar Marselino, singkirkan ego lu," kata Coach Justin dikutip pada Jumat (03/05/2024)
Sebelumnya Indonesia harus kalah dari Irak dengan skor 2-1. Akan tetapi walaupun kalah dari Irak, Indonesia masih memiliki kesempatan terakhir menuju Olimpiade Paris 2024 dengan terlebih dahulu mengikuti babak Playoff melawan Guinea pekan depan.
Baca Juga
-
Kasus Nadiem Makarim Bisa Jadi Alarm Bahaya bagi Profesional yang Ingin Mengabdi pada Negara
-
Sinopsis Obsession, Film Horor Supernatural tentang Cinta Obsesif yang Berubah Jadi Teror
-
Bangga! no na Bawa Nama Indonesia Mendunia usai Debut di The First Take
-
Keberanian Siswi SMAN 1 Pontianak Perjuangkan Hak dan Sportivitas, Ini Kemenangan yang Sesungguhnya
-
Film A Quiet Place 3 Mulai Syuting, Franchise Horor Alien Paling Mencekam Siap Kembali ke Bioskop
Artikel Terkait
-
Marselino Ferdinan Disebut Antikritik, Ini Perbandingan Prestasinya dengan Kapten Rizky Ridho
-
Minta Timnas Indonesia U-23 Jangan Gentar Lawan Wakil Afrika, Jokowi: Harus Optimis Lolos Olimpiade
-
Respek! Pemain Irak Tunjukkan Gestur Minta Maaf ke Suporter Timnas Indonesia U-23
-
Melihat Kekuatan Guinea Calon Lawan Timnas Indonesia di Playoff, Coach Justin Ingatkan Soal Fisik Pemain Afrika
-
Indonesia vs Irak: Alasan Nyata Mengapa Timnas Indonesia Masih Butuh Kiper Berkelas
Hobi
-
Sedih, Marc Marquez Menangis saat Jelaskan Kondisi Fisiknya pada Tim Ducati
-
Verstappen Effect? Nrburgring 24H Ludes untuk Pertama Kali dalam Sejarah
-
Jadwal MotoGP Catalunya 2026: Marc Marquez Absen, Aprilia Berkuasa Lagi?
-
Strategi Rockstar "Menganaktirikan" Gamer PC? GTA 6 Rilis di Console Dulu!
-
4 Hal Menarik di MotoGP Prancis 2026: Jorge Martin Tampil Sempurna!
Terkini
-
Novel Belajar di Mikrolet: Mengejar Mimpi dari Balik Jendela Mikrolet
-
4 Serum Kandungan Kunyit Kaya Antioksidan, Rahasia Kulit Auto Cerah Merata
-
Keyakinan yang Mengubah Realitas dalam Buku Spontaneus Healing of Belief
-
Suka Filing for Love? 6 Drama Perselingkuhan Kantor yang Bikin Geregetan!
-
Di Balik Kisah Fantasi Big Fish: Mengubah Cara Pandang Kita Pada Kematian