Timnas Indonesia U-23 sudah dipastikan tak akan berlaga di ajang Olimpiade Paris 2024 ini. Kepastian tersebut diperoleh setelah pada pertandingan babak play-off melawan Guinea lalu, Ernando Ari Sutaryadi dan kolega kalah tipis dari sang lawan dengan skor satu gol tanpa balas.
Melansir laman Suara.com pada Minggu (12/5/2024), satu gol yang memupuskan impian Indonesia untuk berlaga di ajang Olimpiade diciptakan oleh Ilaix Moriba di menit ke-28 melalui tembakan penalti.
Dengan kemenangan tersebut, Guinea pun berhak melangkah ke Paris, menyusul 15 negara lainnya yang telah memastikan tempat sebelumnya.
Namun, jika kita analisis lebih mendalam, ada sebuah hal yang janggal dalam hal kepesertaan negara di ajang Olimpiade 2024 ini.
Jika kita mengacu data peserta di laman Olympics, kita tak akan mendapati Timnas Inggris sebagai peserta di ajang ini, padahal mereka berstatus sebagai juara Piala Eropa U-21 edisi 2023 lalu.
Sekadar informasi, untuk ajang Olimpiade Paris 2024 ini, benua Eropa akan diwakili oleh 3 negara dengan capaian terbaik di Piala Eropa U-21 edisi 2023 yang digelar di Georgia dan Romania.
Pada ajang tersebut, sejatinya tiga tim terbaik gelaran adalah Inggris yang menjadi juara gelaran, kemudian Spanyol sebagai runner-up dan Ukraina serta Israel yang menjadi semifinalis.
Namun, untuk gelaran Olimpiade mendatang, benua Eropa akan diwakili oleh Prancis sebagai tuan rumah, kemudian Spanyol, Israel dan Ukraina.
Tak ada Timnas Inggris dalam daftar negara peserta Olimpiade cabang sepak bola. Tentu saja hal ini memantik rasa penasaran bukan?
Usut punya usut, jawaban dari pertanyaan ini dapat kita temukan di laman talksport.com. Dalam sebuah artikelnya bertanggal 13 Februari 2024 lalu, talksport.com menjelaskan mengapa Inggris tak bisa ikut serta di cabang sepak bola Olimpiade.
Dalam penjelasan talksport, alasan utama mengapa Inggris tak bisa ikut serta di Olimpiade karena secara administrasi, mereka terdaftar sebagai entitas yang berbeda di bawah naungan FIFA / UEFA dan di bawah naungan IOC (Komite Olimpiade Internasional) yang menjadi pemegang kebijakan tertinggi untuk Olimpiade.
"Unlike the FIFA-governed World Cup and the European Championships, the Olympics are overseen by the International Olympic Committee (IOC). In FIFA/UEFA competitions, each representative of the UK (England, Wales, Scotland, Northern Ireland) have their own FA and thus competes individually," tulis taksport.com.
Jika diterjemahkan menjadi bahasa Indonesia, akan menjadi kurang lebih seperti ini: "Tak seperti FIFA yang mengatur Piala Dunia dan Piala Eropa, Olimpiade diawasi oleh IOC. Di kompetisi FIFA/UEFA, setiap perwakilan dari UK seperti Inggris, Wales, Skotlandia, Irlandia Utara, memiliki federasi sepak bola sendiri, sehigga dengan demikian bisa berkompetisi sendiri".
Jadi, sudah bisa ditarik kesimpulan, meskipun Inggris merupakan juara Piala Eropa U-21 edisi terakhir, mereka tak bisa bermain di Olimpiade Paris 2024 karena di IOC, yang terdaftar adalah United Kingdom, yang membawahi negara Inggris, Skotlandia, Wales dan Irlandia Utara.
Sekarang sudah tak heran lagi kan mengapa Inggris tak akan bisa ikut serta di Olimpiade meskipun berstatus sebagai juara Eropa? Kira-kira, Inggris merasa rugi atau tidak ya, sudah jadi juara Eropa tapi di Olimpiade mereka tak bisa ikut serta?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Bagi Seorang Ayah seperti Saya, Bulan Ramadan Justru Datangkan Perasaan Ngenes yang Berganda
-
Dapat Pekerjaan Baru, Patrick Kluivert Bakal Bikin Timnas Suriname Melesat Tajam! Tapi ke Mana?
-
Elkan Baggott Nyatakan Siap Comeback, Justin Hubner Harus Siap Jadi Tumbal The Big Elk!
-
Bagi LOSC Lille, Calvin Verdonk Belakangan Ini Tak Ubahnya Penjelmaan Dewi Fortuna Versi Lite
-
Sepertiga Akhir Ramadan dan Muslim Indonesia yang Harus Berjuang Lebih Keras Berburu Lailatul Qadar
Artikel Terkait
-
Meski Gagal ke Olimpiade, Masa Depan Cerah Kini Menggelayuti Timnas Indonesia
-
PSSI Bangga Timnas Indonesia Hampir Lolos Olimpiade di Era Sepak Bola Modern
-
Pemain Korea Utara Sangar-sangar, Timnas Putri Indonesia Latihan Teknik Dasar
-
Elkan Baggott Jadi Kambing Hitam usai Timnas Indonesia U-23 Gagal Lolos Olimpiade, Dicap Tak Nasionalis
-
Timnas Indonesia Wakil ASEAN Terbaik di Piala Asia U-23 2024, Ernando Ari Enggan Puas
Hobi
-
Bakal Dipermanenkan Dewa United, Ivar Jenner Diambang Penurunan Karier?
-
Menyambut Era John Herdman, Skuad Final Timnas Indonesia Segera Diumumkan?
-
Thom Haye Absen, Siapa yang Layak Jadi Jendral Lini Tengah Timnas Indonesia?
-
Tinjau SUGBK, Erick Thohir Pastikan FIFA Series 2026 Berjalan Maksimal
-
Justin Hubner di Belanda: Sudah Murah, Gacor, Eh Ditaksir PSV Eindhoven Pula!
Terkini
-
Ulasan Film Na Willa: Nostalgia Hangat yang Bikin Rindu Masa Kecil
-
Seiyu Awards 2026 Umumkan Pemenang, VA Denji Chainsaw Man Bawa Pulang Piala
-
Film Dream Animals: The Movie, Hewan Lucu Selamatkan Dunia Camilan
-
WFH demi Hemat BBM: Solusi Visioner atau Sekadar Geser Beban ke Rakyat?
-
Review S Line: Garis Merah yang Menguak Rahasia Terdalam Manusia