Setelah gagal membawa timnas Indonesia U-23 lolos ke ajang Olimpiade Paris 2024, kini, kiper timnas Indonesia U-23 dan timnas senior, Ernando Ari menyimpan misi untuk membawa skuad garuda lolos ke ajang Piala Dunia.
Merujuk kanal berita suara.com, kiper berusia 22 tahun tersebut mengaku berkeinginan untuk membawa timnas Indonesia ke ajang Piala Dunia.
“Target selanjutnya, ya kita fokus di kualifikasi World Cup ini karena punya tujuan besar. Sebisa mungkin kita berusaha masuk Piala Dunia,” ujar Ernando Ari, dikutip dari kanal berita suara.com pada Selasa (14/05/2024).
Timnas Indonesia memang masih memiliki kesempatan besar lolos ke babak round 3 ajang kualifikasi Piala Dunia 2026.
Menyadur laman resmi FIFA (fifa.com), skuad garuda muda hanya perlu meraih 1 kemenangan lagi dari 2 laga terakhir di babak round 2 grup F pada Juni 2024 nanti saat menjamu Irak dan Filipina di Jakarta.
Timnas Indonesia dijadwalkan akan menjamu Irak pada 6 Juni 2024 dan Filipina pada tanggal 11 Juni 2024 mendatang.
Apabila timnas Indonesia mampu meraih minimal 1 kemenangan dari 2 laga tersebut, maka dipastikan perolehan poin dari skuad garuda tidak akan mampu dikejar oleh Vietnam ataupun Filipina. Hal inilah yang kini menjadi target bagi Shin Tae-yong bersama timnas Indonesia di tahun 2024 ini.
Ernando Ari Tak Khawatir Bersaing Dengan Kiper Naturalisasi
Kedatangan kiper naturalisasi, yakni Maarten Paes di skuad timnas Indonesia ternyata tidak membuat seorang Ernando Ari khawatir posisinya sebagai penjaga gawang utama akan tergeser.
Kiper asal klub Persebaya Surabaya tersebut justru menyambut kedatangan mantan kiper timnas Belanda U-21 tersebut dan mengaku ingin belajar darinya. Hal ini disampaikan oleh anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga beberapa waktu lalu, dikutip dari akun instagram @indotimnas.
“Tadi saya ketemu sama Ernando, dia nanya sama saya, 'Bang Paes kapan masuk? Aku bilang 'Kamu ga takut saingan Paes? Engga Bang, aku mau belajar sama dia'. 'Aku seneng banget bang, dia ngechat aku Bang.' Ernando ngomong gitu, 'dia ngechat aku Bang.' Artinya, teman-teman kita yang junior ini yang masih muda ini, dia butuh panutan,” ujar Arya Sinulingga.
Keinginan mau belajar dari para pemain keturunan dan naturalisasi inilah yang patut ditiru oleh banyak pemain lokal timnas Indonesia.
Tentunya, memang diharapkan terjadinya transfer ilmu diantara para pemain tersebut agar mampu meningkatkan kualitas pemain timnas Indonesia kedepannya.
Baca Juga
-
Gagal Menang dari Malaysia, Nasib John Herdman Berada di Ujung Tanduk!
-
Menang Harga Mati, Ini Skenario Lolos Timnas Indonesia dari Fase Grup FIFA ASEAN Cup
-
Jelang Duel Panas di GBK, Striker Naturalisasi Malaysia Sesumbar Permalukan Timnas Indonesia!
-
Membedah Peta Kekuatan FIFA ASEAN Cup 2026: Mampukah Timnas Patahkan Dominasi Vietnam?
-
FIFA ASEAN Cup: Pertaruhan Hidup-Mati Bagi John Herdman di Timnas Indonesia
Artikel Terkait
Hobi
-
Prediksi Timnas Indonesia vs Bangladesh: Misi Menang Besar demi Tiket Final
-
2 Pembalapnya jadi Calon Juara Dunia MotoGP, Aprilia Tak Akan Pilih Kasih!
-
Jadwal MotoGP Jepang 2026: Sengitnya Rivalitas Jorge Martin dan Marc Marquez
-
Perjuangan Leo/Daniel di Asian Games 2026: Sembuh Cedera hingga Raih 2 Emas
-
Gagal Menang dari Malaysia, Nasib John Herdman Berada di Ujung Tanduk!
Terkini
-
Gerak Cepat Sarawak di Perbatasan: Ancaman atau Peluang Emas untuk Pembangunan IKN?
-
4 Micellar Water Lokal Glycerin Jaga Skin Barrier agar Lembap Bebas Iritasi
-
Berani Berhenti Sejenak: Mengapa Jeda Penting dalam Proses Bertumbuh?
-
Samsung Rilis Galaxy Tab S12 Series, Harganya Ada yang Tembus Rp27 Juta
-
Kulit Auto Calm! 5 Sunscreen Korea Tea Tree Penyelamat Kulit Sensitif