Tak hanya Marc Marquez yang kemarin (Rabu, 5/6/2024) baru diumumkan menjadi pembalap mereka musim depan, ada sejumlah pembalap yang punya prestasi mentereng di masa lalu juga memutuskan untuk bergabung dengan Ducati.
Ada yang pernah mengalami puncak kejayaan, ada juga yang mengalami penurunan performa. Siapa saja mereka? Dilansir dari situs resmi MotoGP, motogp.com, berikut adalah daftarnya.
1. Casey Stoner
Pembalap asal Australia, Casey Stoner, bergabung dengan Ducati pada tahun 2007 silam. Keputusan ini diambil oleh Stoner hanya selang satu tahun setelah manjalani musim debut bersama LCR.
Menggunakan GP7, Stoner meraih 10 kemenangan serta 14 podium dari 18 balapan di tahun pertamanya, pencapaian ini menjadikannya juara dunia untuk kali pertama di kelas MotoGP.
Sayangnya, kemenangan ini tidak dapat berlanjut hingga tahun-tahun berikutnya. Musim 2008, Stoner hanya mampu finis di urutan dua klasemen akhir, di bawah Valentino Rossi dan Yamaha.
Kendati demikian, Stoner adalah satu-satunya pembalap yang berhasil meraih gelar juara bersama Ducati sebelum Pecco Bagnaia.
2. Valentino Rossi
Ducati dan Stoner berpisah pada tahun 2011, setelah melewati musim-musim gemilang, tentu ini merupakan sesuatu yang berat untuk dilakukan. Namun di sisi lain, mereka berhasil mendatangkan Valentino Rossi sebagai pengganti.
Rossi dan Ducati digadang-gadang akan menjadi pasangan yang akan mengguncang jagat MotoGP. Sebelum hijrah, Rossi sendiri telah memenangkan tujuh gelar juara dunia di kelas MotoGP, harapannya dia bisa kembali meraih gelar tersebut bersama pabrikan Italia.
Akan tetapi, hal tersebut tidak berjalan sesuai dengan harapan. Di musim pertama, Rossi hanya mampu finis di urutan ketujuh klasemen akhir.
Kemudian, di musim kedua dia mengakhiri musim di posisi enam besar. Setelah melewati dua musim yang buruk, Rossi memilih untuk kembali ke Yamaha di musim berikutnya.
Satu lagi pembalap legenda yang memutuskan untuk berseragam merah adalah Jorge Lorenzo, juara dunia lima kali ini bergabung dengan tim merah pada tahun 2017.
Sama seperti Rossi, musim pertama Lorenzo di Ducati tidak berjalan seperti yang dibayangkan kebanyakan orang. Di musim pertama, Jorge hanya meraih tiga kali podium dan menduduki posisi ketujuh klasemen akhir.
Kemudian, di musim kedua dia meraih tiga kemenangan, empat kali podium, tapi turun ke posisi sembilan klasemen final. Kebersamaan Jorge dan Ducati hanya bertahan dua musim saja, setelah itu, pembalap nomor 99 ini kembali hijrah ke tim Honda.
Nah, itu tadi beberapa legenda MotoGP yang pernah memutuskan untuk bergabung dengan Ducati. Kira-kira, kisah Marquez dan Ducati nanti akan mengulang kisah pembalap yang mana, ya?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Bukan Hanya Pembalap, Tim Tech3 Juga Tentukan Nasib untuk Tahun 2027
-
Kesabaran Mulai Habis, Fabio Quartararo Tak Temukan Titik Terang di Yamaha
-
Marc Marquez Terpuruk, Aprilia Berpesta: Hanya Sementara atau Seterusnya?
-
Jadwal MotoGP Prancis 2026: Ducati Masih Berupaya, Aprilia dalam Bahaya
-
Rekornya Terputus, Marco Bezzecchi Akui Tak Mudah Lawan Alex Marquez
Artikel Terkait
-
Pecco dan Marquez di Ducati Tahun 2025: Sebuah Rivalitas yang Turun Temurun
-
Terungkap! Ini Alasan Logo Repsol di Motor MotoGP Milik Honda Makin Kecil
-
Musim 2025 Panas Membara! Marc Marquez Resmi Gabung dengan Ducati Pabrikan
-
Resmi! Marc Marquez Perkuat Tim Pabrikan Ducati di MotoGP 2025
-
Mau Jadi Sponsor Marquez Bersaudara? Gresini Tengah Buka Kesempatan untuk Ini
Hobi
-
Bukan Hanya Pembalap, Tim Tech3 Juga Tentukan Nasib untuk Tahun 2027
-
Kepala Pundak Kerja Lagi, Karya Sal Priadi Jadi OST Monster Pabrik Rambut
-
Kesabaran Mulai Habis, Fabio Quartararo Tak Temukan Titik Terang di Yamaha
-
Atenx Katros Ubah Mio 2003 Jadi Motor Listrik, Tenaga Setara Motor 400 cc!
-
Marc Marquez Terpuruk, Aprilia Berpesta: Hanya Sementara atau Seterusnya?
Terkini
-
Bosan Desain TWS Itu-itu Aja? Realme Buds T500 Pro Bawa Desain Kotak Permen
-
Ada Park Ji Hoon, Ini 5 Pemeran Utama Drama The Legend of Kitchen Soldier
-
Episode 3 dan 4 Drama Gold Land Terasa Semakin Gelap dan Mendebarkan
-
Di Balik Sorotan Kamera: Pertarungan Moral dalam Novel Take Four
-
Perempuan dan Standar Ganda: Apa Pun yang Dipilih Tetap Salah, Harus Gimana?