Penggemar sepak bola tanah air tengah dikejutkan dengan berita kekalahan yang dialami oleh Timnas Indonesia U-19. Baru-baru ini diketahui bahwa anak asuhan Indra Sjafri melakukan pertandingan uji coba melawan Tim PON pada Sabtu (29/6/2024). Naas, Garuda Muda justru tak bisa meraih kemenangan. Hasil tersebut cukup mengejutkan para fans di media sosial.
Laman resmi PSSI melaporkan, pasukan Merah Putih harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 1-2. Indra Sjafri pun mengungkap hal yang membuat tim racikannya gagal meraih kemenangan dalam laga persahabatan di Stadion Madya, Jakarta.
“Kami terus fokus di peningkatan kondisi fisik pemain. Semenjak tanggal 23 sampai 28 Juni porsi latihan tim kami itu 80 persen fisik dan 20 persen teknik dasar. Kami fokus di endurance, strength, and speed,” kata pelatih berusia 61 tahun tersebut.
Ia memastikan, Timnas Indonesia U-19 akan terus melakukan perbaikan-perbaikan. Apalagi sebelumnya mereka memiliki pengalaman di Tournoi Maurice Revello atau Toulon Cup. Meski dikalahkan Tim PON Sumut, Indra menyebut para pemain telah mengalami peningkatan dalam segi fisik.
“Tentu tim ini akan terus melakukan evaluasi, pada setiap latihan. Terutama pasca-uji coba di Toulon. Yang jelas, para pemain setiap harinya, selama kurang lebih satu minggu ini, kemampuan dan fisiknya terus berprogres," lanjut Indra.
Kurang lebih sudah satu minggu skuad Garuda Muda melakukan pemusatan latihan dan seleksi untuk gelaran Piala AFF U-19 2024, tepatnya sejak 23-28 Juni kemarin. Selama itu pula, Timnas Indonesia fokus berlatih memperbaiki peningkatan kemampuan fisik dan sepak bola para pemain.
Dalam Piala AFF U-19 yang digelar 17-29 Juli 2024 mendatang, Welber Jardim dkk bakal menghadapi Filipina, Kamboja, dan Timor Leste di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Dengan bekal pengalaman di berbagai kompetisi sebelumnya, tentu Timnas Indonesia diharapkan bisa menampilkan permainan terbaik dan meraih prestasi.
Indra Sjafri mengatakan bahwa pihaknya akan memanfaatkan sisa waktu yang tersedia untuk mematangkan persiapan agar para pemain siap bertarung dan memenangkan setiap laga di turnamen yang akan diikuti.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Review Drama Korea The Legend of Kitchen Soldier: Saat Dapur Jadi Medan Perang
-
Piala Dunia 2026: Format dan Harapan Baru, Tim Underdog Bakal Beri Kejutan?
-
Saat Perempuan Begadang Demi Piala Dunia 2026, Apa yang Salah?
-
Hangatnya Euforia Piala Dunia, Sepakbola Benar-Benar Jadi Bahasa Universal?
-
Piala Dunia Memang Milik Semua Orang, Tak Perlu Malu Jadi Fans Jalur FOMO?
Artikel Terkait
-
Piala AFF U-16: Timnas Indonesia Ujian Mental Lawan Australia, Bisa Menang?
-
Jadi Lawan Timnas Indonesia U-16, Pelatih Australia U-16 Pernah Dibikin Shin Tae-yong Merana
-
Piala AFF U-16: Indonesia Harus Tuntaskan Pertemuan Ketiga Ini Menjadi Kemenangan
-
Nova Arianto Tidak Beri Target Timnas Indonesia U-16 Saat Jumpa Australia, Kenapa?
-
2 Pemain Jepang Berpengalaman Eropa Wajib Diwaspadai Timnas Indonesia di Ronde 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026
Hobi
-
Piala Dunia 2026: Tanpa Bantuan AFC, Kualitas Qatar Hanyalah Sekelas Tim Semenjana Asia
-
Piala Dunia 2026: Tak Hanya Messi, Ronaldo Turut Cetak Rekor Prestisius
-
Prediksi Brasil vs Haiti: Selecao Wajib Menang, Haiti Mampukah Bertahan?
-
Jadwal MotoGP Ceko 2026: Marc Marquez Tak Mau Memberi Harapan Palsu
-
Ronaldo Tak Lagi Jadi Tumpuan? 3 Masalah Utama Portugal yang Wajib Diperbaiki
Terkini
-
Bukan Karena Malas, 5 Hal Ini Jadi Alasan Utama Kenapa Kamar Anak Kos Cepat Berantakan
-
100 Tahun Naar de Republiek Indonesia: Menelanjangi Neokolonialisme 2026, Republik untuk Siapa?
-
Tanpa Jeda
-
Review The Gangster, The Cop, The Devil: Adu Brutal Polisi Nekat dan Bos Mafia Melawan Sang Iblis
-
Bertajuk 'The Sin: Bliss,' ENHYPEN Umumkan Comeback pada Bulan Agustus