Desas-desus soal perpindahan pembalap MotoGP untuk musim 2025 masih terus berlanjut hingga saat ini. Setelah mencapai klimaksnya dengan kepindahan Marc Marquez ke Ducati, saat ini pasar pembalap mulai menyoroti rider-rider lain. Salah satunya adalah Fabio Di Giannantonio.
Baru-baru ini, pembalap yang berasal dari Italia tersebut dikabarkan tengah menjadi incaran salah satu tim pabrikan yang ada di MotoGP, Monster Energy Yamaha MotoGP.
Beberapa waktu lalu, Yamaha telah meresmikan Prima Pramac Racing sebagai tim pabrikan kedua mereka untuk musim depan. Jika mereka benar-benar menginginkan Diggia dan berhasil mendapatkannya, mungkin dia akan menjadi salah satu opsi untuk mengisi kursi Pramac yang saat ini masih kosong.
Melansir dari laman GPOne, manajemen Yamaha telah menghubungi Diggia untuk membicarakan usulan kerjasama ini dan mengajukan kontrak selama dua tahun.
Pertanyaannya, apakah Fabio Di Giannantonio bersedia menerima tawaran tersebut? Kalau dipikir-pikir lagi, sepertinya agak sulit membayangkan Diggia menerima tawaran Yamaha.
Yang jelas kualitas motor yang akan dia gunakan di VR46 dan Yamaha di musim depan sudah jauh berbeda, kepindahan Pramac ke Yamaha membuat VR46 berkesempatan mendapat motor spesifikasi pabrikan untuk musim 2025. Sedangkan Pramac akan menggunakan motor Yamaha YZR-M1.
Jika Diggia bertahan di VR46, dia akan menggunakan motor dengan kualitas yang jauh lebih baik dibandingkan dengan yang akan dia dapat jika pindah ke Yamaha.
Apalagi Diggia sudah klop dengan karakteristik motor Ducati, tahun lalu dia berhasil memenangkan race dengan menggunakan GP22, saat ini pun dia juga sudah mulai menyatu dengan GP23.
Sejak awal musim rider bernomor 49 ini memang tampil lebih menjanjikan dibandingkan dengan pembalap GP23 yang lain, kedua setelah Marc Marquez.
Di seri Assen kemarin dia terlihat jauh lebih aktif bertarung dengan pembalap lain, Diggia berhasil finis di P5 untuk sesi sprint race dan P4 untuk sesi main race.
Lewat situasi yang positif ini, sepertinya agak mustahil Diggia mau menerima tawaran tim lain, apalagi jika tawaran tersebut datang dari tim yang kurang kompetitif.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Ogah Pusing, Max Verstappen Anggap Gelar Juara Dunia Tidak Terlalu Penting
-
Jadwal F1 GP Abu Dhabi 2025: 3 Pembalap Siap Rebut Gelar Juara Dunia
-
Jadwal MotoGP San Marino 2025: Waktunya Pembalap Italia Unjuk Gigi
-
MotoGP Catalunya 2025: Perayaan Juara Dunia Tak Akan Terjadi di Misano
-
Sprint Race MotoGP Catalunya 2025: Alex Marquez Giveaway Medali Kemenangan
Artikel Terkait
Hobi
-
Ajax Amsterdam, Maarten Paes dan Pentingnya Federasi Menaturalisasi Pemain yang Sudah Matang
-
Jadi Lawan Tertangguh, Bulgaria Terikat Erat dengan Timnas Indonesia Berkat 3 Hal Ini
-
Dihantui Fakta Minor 3 Pelatih Terdahulu, Bisakah John Herdman Catatkan Debut Manis di Indonesia?
-
Peluang Pedro Acosta ke Ducati Lenovo? Pilihan Paling Realistis
-
Thailand Masters 2026: Laga 14 Wakil Indonesia, Siapa yang Bakal Melaju?
Terkini
-
4 Sunscreen Stick Alcohol-Free Terbaik, Cocok untuk Reapply Tanpa Iritasi
-
Warisan Kelam 1965: Mengapa Nalar Kritis Publik Indonesia Masih Terbelenggu?
-
Pundak yang Menjadi Rumah
-
Trailer Daredevil: Born Again Season 2 Lebih Kelam, Matt Murdock Menghilang
-
Sinopsis The Outsider (2018): Veteran Amerika yang Menjadi Anggota Yakuza Jepang