Menjelang pertandingan hidup dan mati menghadapi Thailand di Stadion Gelora Bung Tomo, Timnas Indonesia memperoleh komentar pedas. Adapun kritikan ini dilempar oleh Soha.vn, salah satu media Vietnam yang terang-terangan mendukung tim Gajah Perang untuk menjuarai gelaran Piala AFF U-19.
Diketahui bahwa tim asuhan pelatih Indra Sjafri berhasil melaju ke partai final ini setelah mengalahkan Malaysia di empat besar melalui gol semata wayang Muhammad Afharezzi Buffon. Sebelumnya, skuad Garuda Muda sudah tampil gemilang dengan torehan sembilan poin sempurna di fase grup.
Sementara itu, Thailand menyegel satu tiket di laga puncak setelah menekuk Australia 1-0. Pertemuan Timnas Indonesia dan Thailand terbilang bakal menjadi pertarungan berat bagi pasukan Merah Putih. Mengingat catatan head to head yang tak begitu berpihak kepada tim tuan rumah.
Hal tersebut pula yang menjadikan Soha.vn cukup pesimis untuk menjagokan Jens Raven dan kolega. Mereka menyebut bahwa Indonesia memiliki banyak hal yang patut dikhawatirkan saat menghadapi Thailand.
“Pertama kemampuan finishing U19 Indonesia. Di babak penyisihan grup, mencetak 14 gol setelah 3 pertandingan tidak banyak bicara tentang kualitas serangan tim tuan rumah, karena 3 lawannya antara lain Filipina, Timor Leste dan Kamboja semuanya lemah dan pertahanannya kendor. Pada laga semifinal melawan Malaysia, Indonesia U19 langsung menunjukkan keterbatasannya dalam memanfaatkan peluang,” tulis Soha.vn dalam laman resmi seperti dikutip pada Senin (29/7/2024).
Media Vietnam yang kerap berkomentar nyinyir terhadap Timnas Indonesia ini mengungkapkan statistik skuad Garuda Muda. Di mana Indonesia berhasil melepaskan 14 tembakan, tetapi hanya satu bola yang shoot on target.
Adapun alasan kedua, mereka menyindir kemampuan para pemain Timnas Indonesia dalam berduel untuk merebut bola.
“Statistik menunjukkan, pada laga melawan Malaysia, kedua tim mencatatkan 11 duel udara, di mana Indonesia U19 hanya meraih 4 duel, sedangkan sisa 7 duel udara dimenangkan oleh Malaysia,” sambungnya.
Terakhir, penanganan bola yang buruk dinilai menimbulkan resiko berbahaya ketika Timnas Indonesia menghadapi Thailand. Pun terkait penguasaan bola, Soha.vn turut menyentil skuad Garuda Muda yang hanya memegang 40 persen.
Soha.vn mengingatkan bahwa Thailand lebih kuat dalam penguasaan bola. Lantaran Little War Elephants memiliki gaya bermain yang kuat, teknis, dan gaya bermainnya memiliki kohesi yang baik.
Kalah penguasaan bola disebut akan membuat Indonesia mengalami banyak kesulitan dalam melancarkan serangan dan mencetak gol ke gawang lawan.
“Pada dasarnya, satu-satunya keunggulan Indonesia U19 atas Thailand adalah bermain di kandang sendiri. Namun dengan banyaknya keterbatasan, anak asuh pelatih Indra Sjafri punya alasan untuk khawatir,” tutupnya.
Bahkan Soha.vn juga terang-terangan mengaku tak heran jika Thailand yang keluar sebagai juara Piala AFF U-19.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Final ASEAN Futsal: Suoto Jamin Timnas Indonesia Tak Minder Hadapi Thailand
-
Akui Kelalaian, Fantagio dan Cha Eun Woo Minta Maaf soal Kontroversi Pajak
-
Penuh Visi, John Herdman Dorong Transformasi Sistem Pembinaan Usia Dini
-
PSSI Buka Suara soal Kasus 'Paspor Gate', Naturalisasi Pemain Tetap Sah?
-
John Herdman Dinilai Terapkan Gaya Baru untuk Timnas Indonesia
Artikel Terkait
-
Prediksi Winger Andalan STY: Timnas Indonesia U-19 Juara, Menang Tipis atas Thailand
-
Timnas Indonesia U-19 vs Thailand: Pasukan Indra Sjafri Wajib Replikasi Efektivitas Lawan Malaysia
-
Final Piala AFF U-19: Prediksi Line Up Timnas Indonesia, Fokus Bermain Bertahan dari Gempuran Thailand?
-
Final Piala AFF U-19 2024, Marc Klok Prediksi Timnas Indonesia Pecundangi Thailand 2-1
-
Euforia Suporter Pecah! Tiket Final Piala AFF U-19 Habis Terjual, Surabaya Bakal Bergemuruh
Hobi
-
Venue Playoffs MPL ID S17 Diumumkan, Jakarta Velodrome Jadi Tuan Rumah
-
Tes Jerez 2026: Reaksi Pembalap Positif, MotoGP Bakal Makin Kompetitif
-
Jadwal F1 GP Miami 2026: Favorit Kimi Antonelli, Akankah Dia Menang Lagi?
-
Sadar Diri, Marc Marquez Mengaku Tak Punya Kekuatan untuk Rebut Gelar Juara
-
Alex Rins Resmi Hengkang dari Yamaha, Didepak Diam-diam?
Terkini
-
Wacana Tutup Prodi: Solusi Relevansi atau Kedok Kegagalan Negara?
-
Dari Gubuk Seng di Pinggir Rawa ke Universitas Glasgow: Perjalanan Hengki Melawan Keterbatasan
-
Bosan Helm Pasaran? Cargloss Chips Highway Patrol Usung Gaya Polisi 80-an
-
Bisikan dari Rimbun Bambu di Belakang Rumah
-
CIX Umumkan Bubar usai 7 Tahun Bersama, Seluruh Member Tinggalkan Agensi