Pembalap Prima Pramac Racing, Jorge Martin, mengaku bahwa masalah bahan bakar menjadi salah satu faktor penghambatnya untuk bisa meraih kemenangan di sprint race MotoGP Inggris 2024 (03/08/24).
Seperti yang kita tahu, saat itu Jorge Martin dan Enea Bastianini kehabisan bahan bakar setelah melewati garis finis. Keduanya finis di posisi P1 dan P2, kemudian seperti biasa mereka merayakan podium tersebut dengan mengitari sirkuit terlebih dahulu sebelum menuju ke parc ferme.
Akan tetapi, di tengah jalan mereka kehabisan bahan bakar dan meminta bantuan pembalap lain untuk mendorong. Terlihat di kamera Enea Bastianini yang didorong oleh Jack Miller, sementara Jorge Martin dibantu oleh Pedro Acosta untuk mendekat ke parc ferme.
Keesokan harinya, tepatnya sebelum sesi main race, sempat ada kekhawatiran perihal konsumsi bahan bakar ini, menyusul kejadian yang menimpa Jorge Martin dan Enea Bastianini kemarin.
Ditambah lagi, sebelum kehabisan bahan bakar Jorge Martin sudah merasakan masalah pada motornya pada saat balapan berlangsung.
Pembalap bernomor 89 tersebut mengatakan bahwa sprint race MotoGP Inggris 2024 kemarin merupakan balapan yang sulit karena dia harus berhadapan dengan masalah konsumsi bahan bakar.
"Secara keseluruhan, ini adalah akhir pekan yang positif. Meski begitu, saya belum merasa seratus persen dengan motornya. Saya mengalami beberapa masalah dengan konsumsi bahan bakar, jadi saya harus balapan dengan tenaga yang lebih sedikit selama balapan, ini tidak bagus," ungkap Martin, dilansir dari laman Motociclismo.
Inilah yang kemudian menjadi salah satu faktor Jorge Martin dapat disalip dengan mudah oleh Enea Bastianini di putaran keenam dan gagal meraih podium 1.
Manajer Tim Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, mengatakan bahwa Silverstone adalah sirkuit yang paling menuntut soal konsumsi bahan bakar.
Hal ini menjadikan pembalap harus bekerja lebih ekstra, selain memikirkan soal manajemen ban, mereka juga harus memikirkan soal konsumsi bahan bakar jika ingin menyentuh garis finis dengan sempurna.
Kendati demikian, di sesi balap utama kemarin tidak ada masalah serupa dan semua rider bisa menyelesaikan balapan tanpa ada masalah dengan bahan bakar.
BACA BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE
Baca Juga
-
Makin Canggih, Ini 4 Kelebihan dan Kekurangan Teknologi dalam Sepak Bola
-
Bukan Aksesori, Ini 6 Fungsi Jam Tangan yang Digunakan Wasit Sepak Bola
-
MotoGP Jerman 2026: Kembali ke Sachsenring, Marc Marquez Siap Juara Lagi?
-
Bukan Hanya VAR, Ini 7 Teknologi Canggih yang Digunakan di Piala Dunia 2026
-
Terungkap! Ini 7 Alasan Kenapa Jersey Sepak Bola Piala Dunia Harganya Mahal
Artikel Terkait
Hobi
-
Dari Euro 1992 ke Piala Dunia 2026: Benarkah Skandinavia Sedang Menuju Masa Kejayaan Baru?
-
Inggris vs Argentina: Semifinal yang Lebih dari Sekadar Sepak Bola
-
Piala Dunia 2026: Ada 2 Alasan Mengapa Saya Tak Heran Argentina Bisa Lolos ke Babak Semifinal
-
Rivalitas Inggris vs Argentina: Sejarah, Gengsi hingga Hand of God
-
Rooney Beri Wejangan Untuk Inggris Jelang Kontra Argentina di Semifinal
Terkini
-
Rilis Yo-I-Don! NCT Wish Sebarkan Semangat Memulai Awal Baru Penuh Harapan
-
Syarat Segunung, Nasib Menggantung: Wajah Birokratis Rekrutmen di Indonesia
-
Ironi Demokrasi: Ketika Pembelaan Hanya Milik Mereka yang Berkuasa
-
Jangan Asal Beli! 5 HP Gaming Rp2 Jutaan yang Paling Worth It
-
Cetak Sejarah! Michael Jadi Film Biopik Pertama yang Tembus 1 Miliar Dolar