Sebuah keberuntungan besar didapatkan oleh induk sepak bola Indonesia dan Timnas Indonesia. Menyadur laman Suara.com, penjaga gawang berkualitas keturunan Indonesia yang kini membela FC Dallas, Maarten Paes kini secara resmi telah mendapatkan restu dari FIFA untuk membela Pasukan Merah Putih di pentas sepak bola internasional.
Terlebih lagi, jika dianalisis lebih mendalam, keberuntungan lain juga menyelimuti Timnas Indonesia seiring dengan kedatangan seorang Maarten Paes ke tubuh Pasukan Garuda.
Bagaimana tidak, Maarten Paes sendiri saat ini dapat dikatakan memiliki mental bertanding yang tengah meninggi, imbas selalu menjadi pilihan utama FC Dallas dalam mengarungi kerasnya Major League Soccer alias Liga Amerika Serikat.
Melansir laman Transfermarkt, di musim 2023/2024, pemain berusia 26 tahun tersebut total menjadi bagian FC Dallas dalam 30 pertandingan. Dari jumlah pertandingan tersebut, Maarten Paes mencatatkan total waktu 2.730 menit bermain dan menghiasi penampilannya dengan 6 cleansheet alias nirbobol.
Bahkan, dalam data penampilan yang dirilis oleh transfermarkt, penjaga gawang bernilai Rp26,07 miliar tersebut tercatat selalu bermain penuh dan tak tergantikan.
Catatan ini tentunya sangat jauh lebih mentereng jika dibandingkan dengan Emil Audero Mulyadi yang juga ramai dikabarkan menjadi buruan PSSI. Sudah bukan sebuah rahasia, jauh sebelum nama Maarten Paes menguar dan menjadi buruan PSSI untuk mengisi sektor penjaga gawang, Emil Audero Mulyadi menjadi "buruan abadi" PSSI.
Bukan hanya itu, meskipun pada akhirnya muncul nama Maarten Paes, hal tersebut tak serta merta langsung menenggelamkan kabar perburuan PSSI terhadap pemain yang kini membela Como 1907 tersebut.
Dan beruntungnya adalah, ketika PSSI masih intens melakukan perburuan terhadap Maarten Paes dan Emil Audero Mulyadi, pada akhirnya Maarten Paes lah yang berhasil didapatkan.
Memang, secara track record Emil Audero memiliki CV yang relatif lebih baik daripada Paes. Namun jangan salah, untuk urusan mental bertanding, Maarten Paes tentunya jauh lebih baik daripada Emil.
Hal ini tentunya berkaitan dengan pengalaman bertanding yang dijalani oleh kedua penjaga gawang. Semakin sering mereka menjalani sebuah pertandingan, tentu mental bertarung mereka akan semakin kuat dan stabil jika dibandingkan dengan yang minim mendapatkan kesempatan menit bermain.
Bukti validnya pun terlihat di laman Transfermarkt. Ketika Maarten Paes sukse menjalani 30 pertandingan tanpa tergantikan di pentas MLS musim 2023/2024, di satu sisi, Emil Audero Mulyadi hanya memainkan 6 pertandingan saja di pentas Liga Italia Serie A musim 2023/2024 kemarin bersama Inter Milan.
Jadi, kali ini Timnas Indonesia beruntung karena mendapatkan Maarten Paes yang secara mental bertanding bisa dikatakan lebih baik daripada Emil Audero Mulyadi ya!
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
Artikel Terkait
-
Sudah Ada Maarten Paes, Sebaiknya Timnas Indonesia Tak Perlu Lagi Berharap kepada Emil Audero
-
Thom Haye Masih 'Gelap', Daftar Pemain Timnas Indonesia Lepas dari Status Pengangguran, Terbaru Anak Kesayangan STY
-
Petinggi Oxford United Sadar Marselino Ferdinan Belum Terbukti Mampu Bersaing di Level Championship Liga Inggris, Tapi..
-
Statistik Marselino Ferdinan di Klub vs Timnas Indonesia, Apakah Akan Dapat Menit Bermain di Oxford United?
-
Kronologi Naturalisasi Maarten Paes: Sempat Dipersulit FIFA Kini Siap Bela Timnas Indonesia
Hobi
-
Menanti Taisei Marukawa Berseragam Garuda: Jatuh Cinta pada Indonesia dan Siap Jadi WNI
-
Ada Format Baru di MotoGP 2027, Begini Respon Marc Marquez dan Jorge Martin
-
Demi Target Piala Asia 2027, Indonesia Siap Tambah Naturalisasi Pemain Baru
-
Euforia Juara ASEAN Cup Selesai, Tantangan Berat Kualifikasi Piala Dunia Menanti Skuad Garuda
-
Konflik Memanas di Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo Buka Suara soal Insiden Keluar Kamp
Terkini
-
Review Who Is Martin Mull?: Dokumenter Biografi Netflix yang Mengaduk-aduk Emosi Penonton
-
Terjebak FYP Sampai Jam 1 Pagi? Ini Alasan Otakmu Gagal Berhenti Scrolling
-
Review Novel Burung-Burung Manyar: Saat Perang dan Sejarah Merenggut Tempat Kita Pulang
-
7 Dekade Berlalu, Ini 4 Alasan Mengapa Kritik Novel '1984' Makin Relevan Hari Ini
-
Tujuh Hari Sebelum Aku Menghilang