Kabar membanggakan baru saja datang dari Jay Idzes, salah satu penggawa Timnas Indonesia yang telah resmi menjalani laga perdananya di Serie A. Diketahui, bek Rp43,45 miliar itu debut bersama Venezia FC yang bertandang ke markas Fiorentina.
Mengutip laporan Antara News pada Senin (26/8/2024), I Leoni Alati yang berstatus sebagai tamu pada pekan kedua Premier League 2024/2025 akhirnya pulang membawa satu poin usai menahan imbang tim tuan rumah. Pertandingan berlangsung ketat, kemudian ditutup dengan skor kacamata.
Keberhasilan Venezia FC dalam memaksa Fiorentina berbagi poin ini tak lepas dari kontribusi apik Jay Idzes. Pemain yang tampil sebagai starter bersama Marin Sverko dan Giorgio Altare itu membayar tuntas kepercayaan pelatih Eusebio Di Francesco.
Jay Idzes mengawal lini tengah timnya dengan baik. Bahkan ia pun hampir saja mencetak gol perdana usai mendapatkan peluang matang di dalam kotak penalti lawan di menit ke-18. Pesepak bola berusia 24 tahun tersebut memperoleh umpan sepak pojok dari Alfred Duncan.
Berada di depan gawang, Jay melakukan tendangan first time. Sayangnya si kulit bundar masih melambung di atas mistar. Jelas saja performa gemilang Jay Idzes ini mendapat sorotan sekaligus pujian dari para suporter di tanah air.
Tinta Emas Jay Idzes dan Catatan Statistik yang Fantastis
Selain nyaris membuat gol spektakuler, Jay Idzes juga menorehkan tinta emas sebagai pemain pertama Indonesia yang tampil di kasta tertinggi Liga Italia. Sudah menjadi rahasia umum bahwa Serie A merupakan salah satu kompetisi bergengsi yang tak mudah untuk ditembus.
Namun Noah Jay Idzes, berhasil melakoni debut di sana bersama Venezia dan menunjukkan kualitasnya. Diketahui bahwa Jay terpaksa absen di laga perdana ketika Venezia FC dibekuk oleh Lazio karena terkena akumulasi kartu kuning. Kemudian begitu diturunkan ke lapangan, dirinya mampu mencatatkan statistik yang layak diacungi jempol.
Selama tampil 68 menit, ia menghasilkan tiga sapuan, satu cegatan, satu tekel, 58 sentuhan, 52 umpan dengan akurasi 96 persen, dua umpan lambung sukses dari empat percobaan, satu kemenangan duel dari empat kesempatan, dan satu kemenangan duel udara dari empat kesempatan.
Nama Jay Idzes digadang-gadang bakal menjadi salah satu pemain yang dipanggil oleh Shin Tae-yong untuk memperkuat Timnas Indonesia di kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran ketiga. Menarik dinanti kiprah pesepak bola berusia 24 tahun itu selanjutnya.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Final ASEAN Futsal: Suoto Jamin Timnas Indonesia Tak Minder Hadapi Thailand
-
Akui Kelalaian, Fantagio dan Cha Eun Woo Minta Maaf soal Kontroversi Pajak
-
Penuh Visi, John Herdman Dorong Transformasi Sistem Pembinaan Usia Dini
-
PSSI Buka Suara soal Kasus 'Paspor Gate', Naturalisasi Pemain Tetap Sah?
-
John Herdman Dinilai Terapkan Gaya Baru untuk Timnas Indonesia
Artikel Terkait
-
Gemilang Lawan India, Mierza Firjatullah Bikin Stok Penyerang Timnas Indonesia Kian Sesak
-
Legenda: Kisah PSSI Primavera 'Berguru' ke Klub Liga Italia, Kini Cetak Pelatih Top untuk Timnas Indonesia
-
Shin Tae Yong Tak Perlu Khawatir Meski Tidak Panggil Pratama Arhan, Kok Bisa?
-
Jay Idzes Bukan Pemain Indonesia Pertama di Serie A Liga Italia, Tapi Kurniawan Dwi Yulianto? Begini Ceritanya
-
Media Italia Puji Kepercayaan Diri Jay Idzes saat Debut di Serie A
Hobi
-
Rekornya Terputus, Marco Bezzecchi Akui Tak Mudah Lawan Alex Marquez
-
Piala Presiden 2026: PSSI Rajin Garap Turnamen "Hura-Hura", Lupa Prioritas Piala Indonesia
-
Kesulitan Pakai Motor GP26, Marc Marquez Enggan Kembali Gunakan Motor Lama
-
GILA! Mesin Ferrari F355 Dipasang ke Motor, Tenaganya 375 HP Brutal!
-
Kimi Antonelli Merasa Lebih Siap untuk F1 GP Miami 2026, Bakal Hattrick?
Terkini
-
DIY Kalung Makrame untuk Anabul: Modal 25 Ribu, Hasilnya Mewah!
-
Pendidikan Tinggi, Tapi Ekspektasi Lama: Dilema Perempuan di Dunia Akademik
-
Rel Padat dan Sistem Renggang: Catatan Kritis dari Kecelakaan KRL di Bekasi Timur
-
Bukan Sekadar Film Laga, Mengapa 'Ikatan Darah' Justru Bikin Merinding?
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan