Bek timnas Indonesia, Jay Idzes mendapatkan pujian dari beberapa media asal Italia. Salah satu media yang memberikan pujian kepada bek berusia 24 tahun tersebut adalah Tutto Venezia Sports. Melansir dari laman resmi media tersebut, tuttoveneziasports.it, media asal Venezia tersebut menyebut bahwa Jay Idzes melakoni debutnya dengan cukup baik di Serie A saat melawan Fiorentina beberapa waku lalu.
Menurut media Tutto Venezia Sports, Jay Idzes yang dipasang sebagai libero atau sweeper di lini pertahanan sukses menjadi ‘tembok kokoh’ di sektor belakang sekaligus memiliki peran yang cukup penting dalam mengalirkan bola ke depan. Selama laga tersebut, Jay Idzes diketahui melakukan intersep sebanyak 2 kali, menghalau bola sebanyak 3 kali dan melakukan tekel sempurna sebanyak 1 kali. Bahkan, dirinya juga sempat menciptakan peluang mencetak gol meskipun sundulannya belum menemui sasaran.
“Dipasang sebagai playmaker di lini belakang, dia (Idzes) memimpin pertandingan dengan percaya diri. Sayang sekali ada kesempatan yang terbuang di depan gawang Pitero Terracciano,” tulis media Tutto Venezia Sports.
Jay Idzes sendiri memang menjadi salah satu andalan utama klub AC Venezia dalam beberapa musim terakhir. Melansir dari laman transfermarkt.co.id, sejak didatangkan di tahun 2023 silam, Jay Idzes tercatat sudah bermain sebanyak 26 kali untuk AC Venezia dan telah mencetak 3 gol sejauh ini. Hal ini membuat dirinya menjadi salah satu pemain belakang paling produktif di skuad AC Venezia saat ini.
Tunjukan Performa Gemilang, Jay Idzes Diprediksi Jadi Tumpuan STY di Timnas Indonesia?
Lebih lanjut lagi, performa gemilangnya mantan bek klub Belanda, Go Ahead Eagles tersebut dalam beberapa laga bersama klub maupun timnas, membuatnya diprediksi akan menjadi salah satu pilar utama skuad garuda. Melansir dari laman transfermarkt.co.id, Jay Idzes sejauh ini sudah bermain sebanyak 3 kali untuk timnas Indonesia dan telah mencetak 1 go.
Dirinya juga kembali diprediksi akan menjadi salah satu pilar utama skuad garuda di lini pertahanan saat timnas Indonesia menghadapu Arab Saudi dan Australia di babak round 3 ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026. Terlebih lagi, beberapa punggawa lini pertahanan sepertj Jordi Amat, Justin Hubner dan Elkan Baggott juga absen.
Mampukan Jay Idzes menunjukkan performa terbaiknya bersama timnas Indonesia nanti?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Rekor Shin Tae-yong Jadi Hantu, John Herdman Dituntut Buktikan Kualitas di ASEAN Cup
-
Lamine Yamal Raih Gelar Piala Dunia, Era Baru Dunia Sepak Bola Telah Dimulai
-
Serba-serbi Piala Dunia 2026: Kiprah Fenomenal Vozinha hingga Drama Intervensi Aturan
-
Prancis Tersingkir, Taktik Individualis Didier Deschamps Resmi Gagal Total?
-
Lebih dari Sepak Bola, Inggris vs Argentina Jadi Laga Sarat Muatan Politik
Artikel Terkait
-
Fasih Bahasa Jawa Lama Tinggal di Jogja, Kiper Serbia Keturunan Malang Ini Rekomen Dilirik STY Jadi Pelapis Maarten Paes
-
Siapa Noha Pohan Simangunsong? Pemain Keturunan Batak-Finlandia Bisa Diboyong Asisten Shin Tae-yong
-
4 Pemain Abroad yang Tak Dipanggil Shin Tae-yong ke Timnas Indonesia Lawan Arab Saudi dan Australia
-
Dicuekin STY, Nasib Gelandang Keturunan Wonosobo Rp 6,08 Miliar Ini Makin Buruk, Hanga Pasaran Anjlok di Liga Denmark
-
Indonesia Punya Pemain Keturunan Asal Tegal: Gelandang Serang Jebolan Liga Jerman
Hobi
-
Hasil Piala AFF: Kecerdikan John Herdman Antar Indonesia Libas Timor Leste
-
Bawa Garnacho dan Abraham, Aston Villa Siap Uji Mental Indonesia All Stars
-
Piala Presiden 2026: Persebaya Pastikan Tiket Semifinal usai Tekuk PSMS
-
Piala Presiden 2026 Hari Ini: Persebaya Tantang PSMS demi Tiket Semifinal
-
Jadwal Perempat Final VNL Putra 2026 Hari Ini: Jepang Hadapi China, Slovenia Ditantang Turki!
Terkini
-
Portofolio Digital Jadi Ijazah Baru, Senjata Gen Z Tembus Dunia Kerja?
-
Review Serafina Makes Waves: Buku Bergambar Penuh Tawa dan Pelajaran Hidup
-
4 Rekomendasi Parfum Lokal Aroma Teh, Cocok untuk relaksasi!
-
Budaya Menghakimi Era Digital: di Balik Layar, Dia Tetaplah Seorang Manusia
-
Cermin Politik Hari Ini: Ketika Fanatisme Memaklumi Etika yang Terabaikan