Setelah penantian dan perjuangan yang cukup panjang, kiper berdarah Belanda, Maarten Paes akhirnya dipastikan bisa memperkuat Timnas Indonesia di laga perdana lanjutan babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia Putaran Ketiga.
Dengan demikian, kiper yang kini memperkuat klub Dallas FC di Major League Soccer tersebut bisa dimainkan oleh coach Shin Tae-yong saat Indonesia bersua Arab Saudi di pertandingan perdana. Hal ini bahkan sudah diumumkan secara langsung oleh federasi melalui laman pssi.org (4/9/2024).
Tentunya, kehadiran seorang Maarten Paes di bawah mistar gawang Pasukan Garuda merupakan sebuah suntikan kekuatan yang cukup signifikan. Pasalnya, penjaga gawang berusia 26 tahun tersebut memang belakangan ini tengah menanjak permainannya di Liga Domestik Amerika Serikat.
Namun demikian, jika nantinya coach Shin Tae-yong benar memainkan Maarten Paes di laga pembuka melawan Arab Saudi, hal itu tak hanya mendatangkan keuntungan semata. Pasalnya, sepertimana hal-hal lainnya yang ada di dunia, dimainkannya Maarten Paes di laga melawan Arab Saudi nanti juga memiliki sisi negatif.
Sisi negatif yang paling mungkin terjadi ketika Maarten Paes dimainkan oleh coach Shin di laga melawan Arab Saudi nanti adalah, permasalahan chemistry antar pemain. Maarten yang baru kali pertama membela Timnas Indonesia jika diturunkan oleh STY nanti, tentu sedikit banyak akan memiliki masalah dalam hal komunikasi.
Hal ini tentu saja disebabkan karena belum lamanya sang pemain bergabung dan merasakan atmosfer yang ada di lingkungan Timnas Indonesia. Belum lagi faktor bahasa yang selalu bisa menjadi batu sandungan, membuat Maarten kemungkinan besar belum bisa sepenuhnya "klik" dengan rekan-rekannya di Skuat Garuda.
Sementara untuk sisi positifnya, tentu semua penggemar Timnas Indonesia sudah tahu. Dengan kapasitasnya sebagai penjaga gawang yang mentas di salah satu liga terbaik di kawasan benua Amerika Utara, serta seringnya Maarten Paes bertemu dengan lawan-lawan yang berkualitas, membuat level permainan kiper yang satu ini sudah tak lagi diragukan.
Terlebih, menyadur data yang ada di laman transfermarkt.com, Maarten Paes bahkan secara berkelanjutan menjadi andalan FC Dallas dalam mengarungi kerasnya MLS dalam beberapa tahun terakhir. Catatan terkini sang kiper adalah, dirinya hingga saat ini telah bermain sebanyak 102 kali untuk Dallas, di mana Paes mencatatkan 23 cleansheet dari jumlah laga tersebut.
Lantas, sisi manakah yang lebih mendominasi jika Maarten Paes jadi melakoni debut melawan Arab Saudi nanti? Tentu jawabannya akan kita ketahui bersama di akhir laga!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Ajukan Diri ke AFC, Seberapa Besar Peluang Indonesia Menjadi Tuan Rumah Piala Asia 2031?
-
Terancam Menepi di FIFA Series, Comeback Marselino ke Timnas Indonesia Bakal Semakin Molor
-
Mengintip Peluang Maarten Paes Menjadi Kiper Utama di Ajax Amsterdam, Seberapa Besar?
-
FIFA Series 2026: Ajang Debut yang Sudah Pasti Bakal Menguras Pemikiran John Herdman
-
Dilepas FC Utrecht, Ada 3 Alasan yang Seharusnya Bisa Bikin Ivar Jenner Memilih Tetap di Eropa
Artikel Terkait
-
Profil Adham Makhadmeh, Wasit Arab Saudi vs Timnas Indonesia yang Hobi Keluarkan Kartu
-
Singgung Argentina, Cara Cerdas Jay Idzes Pompa Semangat Timnas Indonesia
-
2 Fakta Menarik Ali Albulayhi: Tembok Kokoh Arab Saudi, Jadi Ujian Berat Rafael Struick Cs
-
Namanya Jawa Banget, Siapa Kennynho Kasanwirjo? Bek Ajax U-17 Bisa Dibidik Indra Sjafri, Intip Statistiknya!
-
Ada "Tangan Sakti" Erick Thohir di Balik Debut Maarten Paes di Arab Saudi
Hobi
-
Mengapa Pemain Lokal Enggan Abroad? Sorotan Mentalitas dari Eks Striker Naturalisasi Timnas
-
Ajukan Diri ke AFC, Seberapa Besar Peluang Indonesia Menjadi Tuan Rumah Piala Asia 2031?
-
Terancam Menepi di FIFA Series, Comeback Marselino ke Timnas Indonesia Bakal Semakin Molor
-
Mengintip Peluang Maarten Paes Menjadi Kiper Utama di Ajax Amsterdam, Seberapa Besar?
-
Maarten Paes Resmi Berseragam Ajax Amsterdam, Investasi Bagus?
Terkini
-
Kalimat Kebaikan Ayah dan Visi Duniaku
-
Menyelami Buku Empat Arketipe: Warisan Psikis Manusia Menurut Carl Gustav Jung
-
Review Film Warrior (2011): Drama Keluarga Mengharukan di Balik Ring MMA
-
Di Balik Kasus Epstein: Rahasia Gelap di Balik Jas Mahal Para Elite
-
Arsip Perpustakaan yang Tak Ingin Ditemukan