Hasil imbang 1-1 saat timnas Indonesia menjamu Australia tentunya merupakan salah satu hasil kejutan yang kembali dibukukan oleh skuad garuda.
Melansir dari laman resmi PSSI, skuad garuda yang bermain di depan ribuan pendukungnya di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta pada Selasa (10/09/2024) kemarin menunjukkan jika kendati menghadapi tim dengan peringkat jauh diatas mereka, akan tetapi Jay Idzes dkk tak menunjukkan mental inferior.
Hal ini kemudian disoroti oleh pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong yang menyebut kondisi psikis para pemain sudah jauh berkembang. Menurut pelatih asal Korea Selatan tersebut, skuad Garuda saat ini sudah mulai berangsung-angsur menghilangkan pemikiran inferior saat berjumpa tim-tim kuat di kawasan Asia.
Salah satu contohnya adalah saat skuad garuda sukses mengimbangi permainan Arab Saudi pada Jumat (06/09/2024) dan tentunya Australia pada Selasa kemarin.
“Pada pertandingan Arab Saudi dan Australia, para pemain sangat bekerja keras dan bermain bagus. Jadi saya puas karena mereka sudah melakukan apa yang bisa mereka lakukan, Seperti apa yang diperlihatkan, ini memang menjadi pertandingan yang sangat sulit bagi Indonesia. Memang, bisa dibilang kami selalu diserang. Tetapi, jika melihat mental saja, mungkin Indonesia dan Australia sama,” ujar Shin Tae-yong.
Timnas Indonesia memang cukup diluar dugaan sukses mencuri poin dari kedua tim yang menjadi langganan di ajang Piala Dunia tersebut. Bahkan, skuad garuda hanya menerima 1 kali kebobolan saat melawan Arab Saudi di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah kemarin.
Shin Tae-yong Apresiasi Performa Gemilang Maarten Paes
Di sisi lain, Shin Tae-yong juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada lini belakang timnas Indonesia, khususnya terhadap performa Maarten Paes selaku penjaga gawang.
Menyadur laman Transfermarkt, kiper berusia 26 tahun tersebut menjalani laga debutnya bersama skuad Garuda saat menahan imbang Arab Saudi. Bahkan, dirinya juga menjadi salah satu pahlawan di laga tersebut dengan sukses menepis pinalti pemain lawan.
Kemudian, saat jumpa Australia dirinya juga sukses menjadi penyelamat bagi gawang Indnesia. Setidaknya ada 7 peluang emas pemain Australia yang sukses dimentahkan oleh kiper asal klub liga Amerika Serikat, FC Dallas tersebut.
“Pertandingan pertama dan kedua sama, Maarten bermain sangat baik dan sebagai pemain paling belakang, memimpin timnya dengan baik,” imbuh Shin Tae-yong.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Piala Presiden 2026: PSSI Rajin Garap Turnamen "Hura-Hura", Lupa Prioritas Piala Indonesia
-
Performa Gacor di Persib, Eliano Reijnders Berpeluang Kembali Merumput di Eropa
-
Karier Tak Menentu, Bali United Bakal Pinjamkan Jens Raven Musim Depan?
-
Dean Zandbergen dan Skandal Paspoortgate: Mengapa Striker VVV-Venlo Ini Tetap Ingin Bela Indonesia?
-
Menanti Debut Tim Geypens di Timnas: Terganjal Polemik Paspor atau Kalah Saing dari Calvin Verdonk?
Artikel Terkait
-
Media Australia: Timnas Indonesia Bikin Pemain Kita Frustasi
-
3 Pemain Timnas Indonesia dengan Statistik Terbaik di 2 Laga Putaran 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026
-
Pratama Arhan Viral Lagi karena Kata-kata Iklan Salep Usai Laga Timnas Indonesia vs Australia
-
Ranking FIFA Timnas Indonesia Naik Lagi Berkat Tim Afrika, Tembus Peringkat 129
-
Mendiang Nenek Maarten Paes Ikut Jadi 'Man of the Match' di Laga Indonesia vs Australia, Kok Bisa?
Hobi
-
Bukan Hanya Pembalap, Tim Tech3 Juga Tentukan Nasib untuk Tahun 2027
-
Kepala Pundak Kerja Lagi, Karya Sal Priadi Jadi OST Monster Pabrik Rambut
-
Kesabaran Mulai Habis, Fabio Quartararo Tak Temukan Titik Terang di Yamaha
-
Atenx Katros Ubah Mio 2003 Jadi Motor Listrik, Tenaga Setara Motor 400 cc!
-
Marc Marquez Terpuruk, Aprilia Berpesta: Hanya Sementara atau Seterusnya?
Terkini
-
Mendengar Suara Korban Teror Gas Sarin Tokyo dalam Buku Underground
-
4 Spray Serum Bi-Phase Kunci Kulit Glowing Setiap Hari, Under Rp100 Ribuan!
-
Privasi Semakin Tipis di Era Digital: Ketika Hidup Jadi Konsumsi Publik
-
4 Clay Mask Peppermint dengan Sensasi Cooling untuk Hempas Minyak Membandel
-
Earphone Kabel Kembali Digemari Anak Muda, Nostalgia atau Kesadaran?