Dalam beberapa tulisan, media Vietnam selalu membandingkan kiprah timnas Indonesia dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan capaian Vietnam dan Thailand. Mereka selalu beranggapan bahwa apa yang dicapai Indonesia dalam ajang tersebut masih di bawah prestasi kedua negara.
Anggapan ini didasarkan pada apa yang diraih Vietnam dalam Kualifikasi Piala Dunia 2022. Saat itu Vietnam pun bertanding di putaran ketiga. Dalam ajang tersebut, Vietnam mampu mengumpulkan 4 poin, hasil dari 1 kemenangan dan 1 hasil imbang. Namun posisi Vietnam saat itu di dasar klasemen grup B.
Demikian pula dengan Thailand. Dalam partisipasinya di tahun 2018, Thailand mampu meraih 2 poin dari 2 kali hasil imbang. Sama juga dengan Vietnam, Thailand pun menghuni dasar klasemen grup B.
Mereka memandang bahwa apa yang diraih Indonesia saat ini, masih belum bisa melampaui poin 4 yang Vietnam raih. Bahkan sebelum ajang itu digelar pun, media Vietnam yakin bahwa Indonesia akan hancur di tangan Arab Saudi dan Australia.
Namun setelah hasil 2 pertandingan awal Indonesia mampu menahan imbang 2 raksasa Asia tersebut, pendapat media Vietnam pun berubah.
“Melihat Indonesia bermain dan bermain imbang dari Arab Saudi hingga Australia, mungkin tak akan sulit bagi mereka untuk melampaui raihan 4 poin yang diraih pelatih Park Hang-seo dan timnya,” tulis Soha.vn dikutip pada Rabu (18/9/2024).
Perubahan pendapat media Vietnam ini sangat masuk akal. Sebab raihan 2 poin yang didapat Indonesia ini hanya dalam 2 pertandingan. Sementara Indonesia masih menyisakan 8 pertandingan dengan 4 kali sebagai tuan rumah.
Hal lain yang tidak kalah menarik adalah semakin kuatnya skuad Indonesia dengan sejumlah pemain naturalisasi. Racikan Shin Tae-yong dengan memadukan para pemain naturalisasi dengan lokal terbukti mampu mengacak-acak Arab Saudi dan Australia yang nota bene langganan Piala Dunia.
Melihat skuat tersebut, sangat mungkin Indonesia akan sangat menyulitkan Bahrain dan China saat berhadapan. Motivasi tinggi anak asuh Shin Tae-yong untuk mengukir sejarah menjadi suntikan semangat yang luar biasa.
Dalam beberapa kesempatan, Shin Tae-yong sendiri memang menarget Bahrain dan China sebagai tempat mencari poin. Poin-poin yang didapat dari 2 tim dianggap akan menjadi modal untuk menduduki peringkat 3 atau 4 grup C.
Hal-hal itulah yang kemudian membuat media Vietnam mengubah pandangannya atas Indonesia.
“Dengan banyaknya pemain naturalisasi berkualitas, tim Indonesia bertekad menciptakan kejutan dan membuktikan diri di kancah internasional,” lanjut Soha.vn.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Jawaban Cerdas John Herdman atas Kecurigaan Kemenangan 9-2 Timnas Indonesia
-
Rilis PBSI dalam Skuad Asian Games 2026 Diwarnai Sebuah Kejutan
-
Igor Tolic Enggan Berpikir Terlalu Jauh Meski Tiket ACL Two Sudah di Tangan
-
Kemenangan Argentina Munculkan Tuduhan 'Settingan' dalam Piala Dunia 2026
-
Belgia Sukses Permalukan AS Balas Ulah Konyol Donald Trump pada FIFA
Artikel Terkait
-
Siapa Nuroji? Eks Wartawan Sebut Pemain Timnas Indonesia Bukan 'Akamsi' di Rapat DPR Naturalisasi Mees Hilgers
-
Salfok Mees Hilgers 'Fotocopy' Wajah Sang Kakek, Mantan Pemain Bola Juga?
-
4 Pemain Bisa Tergeser Jika Jairo Riedewald Gabung Indonesia, Siapa Saja?
-
Siapa Jantje Lekatompessy? Orang Jatinegara Kakek Eliano Reijnder, Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia
-
Siapa Ibunda Mauro Zijlstra? Perempuan Belanda Lahirkan Calon Predator Ganas Timnas Indonesia Keturunan Bandung
Hobi
-
Piala Asia 2027 Terancam Batal, Jadi Kerugian Bagi Timnas Indonesia?
-
Resmi! 5 Pembalap Veteran Ini Terdepak dari MotoGP 2027, Siapa Saja?
-
Gagal Dapatkan Dean Zandbergen, PSSI Incar Striker Keturunan Islandia!
-
Prediksi Liverpool vs Arsenal: The Gunners Dibayangi Rekor Buruk di Anfield
-
Jay Idzes Cedera Parah, Terancam Absen di Ajang FIFA Matchday November?
Terkini
-
Merayakan Rindu dan Kegelisahan lewat Puisi di Buku Kidung Para Pencari
-
Proteksi Double! 4 Sunscreen Lokal PDRN Ini Bikin Wajah Awet Muda dan Sehat
-
Sukses Gelar Konser Solo di Seoul, Onew SHINee Umumkan Comeback Album Baru
-
Mary and The Witch's Flower: Kita Tak Butuh Sihir untuk Menjadi Istimewa
-
Ramai saat Demo, Sunyi setelahnya: Mengapa Gerakan Rakyat Terjebak Musiman?