Timnas Indonesia kemungkinan besar tak bisa diperkuat oleh 2 pilar utamanya saat melakoni laga matchday ke-5 babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 round 3 pada bulan November 2024 mendatang. Melansir dari laman resmi PSSI (pssi.org), kedua pemain yang dimaksud adalah Jordi Amat dan Jay Idzes.
Jay Idzes sendiri dipastikan akan absen membela timnas Indonesia saat melawan Jepang dikarenakan terkena hukuman akumulasi kartu kuning. Bek asal klub Italia, A.C Venezia tersebut menerima kartu kuning ke-2 saat melawan Cina pada Selasa (15/10/2024) kemarin. Sementara itu, Jordi Amat harus kembali dibekap cedera usai melakoni laga melawan Bahrain pada Kamis (10/10/2024) kemarin. Bek keturunan Spanyol-Indonesia tersebut kemungkinan harus menjalani pemulihan selama beberapa pekan untuk menyembuhkan cederanya.
Kondisi ini tentunya sangat tak menguntungkan bagi skuad garuda jelang laga melawan Jepang. Pasalnya, kedua pemain tersebut dianggap sebagai 2 bek tengah yang cukup berpengalaman bagi skuad garuda saat ini. Kehilangan salah satunya atau bahkan keduanya akan menjadi kerugian besar bagi lini belakang timnas Indonesia.
Dua Pilar Dipastikan Absen, Fachruddin Aryanto Kemungkinan Kembali Dipanggil?
Absennya Jay Idzes dan Jordi Amat jelang laga kontra Jepang di matchday ke-5 nanti kemungkinan besar bisa sedikit diatasi oleh Shin Tae-yong dengan memanggil kembali bek veteran timnas Indonesia satu ini, yakni Fachruddin Aryanto. Melansir dari laman transfermarkt.co.id, bek berusia 35 tahun ini memang bukan nama baru di timnas Indonesia. Dirinya merupakan salah satu bek senior yang juga pernah merasakan bermain di timnas Indonesia di era Shin Tae-yong.
Fachruddin Aryanto sendiri memulai debutnya bersama skuad garuda pada tahun 2012 silam. Hal ini menandakan dirinya sudah membela timnas Indonesia lebih dari 1 dekade lamanya. Bersama skuad garuda, dirinya telah mencatatkan 54 penampilan dan juga telah mencetak 4 gol. Dirinya juga pernah menjadi pilar andalan Shin Tae-yong di lini belakang dari tahun 2020 hingga tahun 2023.
Kendati kini dirinya sudah tak muda lagi, akan tetapi bek yang kini membela klub PSS Sleman tersebut diharapkan dapat menjadi pelapis dan sekaligus mentor bek-bek yang lebih muda seperti Rizky Ridho, Mees Hilgers dan juga Justin Hubner. Tentunya patut ditunggu apakah bek veteran yang kenyang pengalaman ini akan kembali dipanggil oleh Shin Tae-yong nantinya.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Ultimatum Keras Erick Thohir! Timnas Indonesia Harga Mati Juara FIFA ASEAN Cup 2026
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
-
Mental Tangguh Berbicara! Asnawi Jadi Bek Kanan Termahal di Liga Thailand
-
Masuk Grup Neraka Babak Kualifikasi, Indonesia Bakal Susah ke Piala Asia U-17?
-
Lionel Messi Gantung Sepatu: Selesainya Era Alien yang Tak Akan Pernah Sanggup Disamai Generasi Baru
Artikel Terkait
-
3 Pemain Timnas Indonesia yang Pernah Masuk Daftar Wonderkid Dunia versi The Guardian
-
Resmi, PSSI Bakal Tolak Permintaan Bahrain soal Pindah Venue ke Luar Negeri
-
Meski Kalah dari China, Pintu Piala Dunia Belum Tertutup bagi Indonesia
-
Bahrain Gertak Timnas Indonesia: Bakal Lapor Organisasi HAM
-
Striker Keturunan Blitar Sejajar Lamine Yamal Masuk Wonderkid Terbaik Dunia 2024, Bisa Direkrut Timnas Indonesia
Hobi
-
VR46 Rilis Buku Baru, Marc Marquez Ngaku Baru Mau Baca Kalau Sudah Pensiun
-
Ultimatum Keras Erick Thohir! Timnas Indonesia Harga Mati Juara FIFA ASEAN Cup 2026
-
Jadwal MotoGP Austria 2026: 3 Pembalap Ini Bersiap Menyelamatkan Diri!
-
Mental Juara! Perjalanan Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
Terkini
-
SSS-Class Revival Hunter Dapat Adaptasi Anime, Tayang Januari 2027
-
Membongkar Rapuhnya Pendidikan Indonesia: Masihkah Kita Mau Menyangkal?
-
Kapan Nikah? Bukan Sekadar Basa-basi, Melainkan Beban Ekspektasi Tak Kasat Mata
-
Kulit Bebas Breakout! 5 Low pH Cleanser Tea Tree yang Ramah Skin Barrier
-
Review Practical Magic: The Book of Magic: Saat Perempuan Menulis Takdirnya