Asnawi Mangkualam termasuk pemain yang paling disorot dalam dua pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran ketiga kemarin. Utamanya saat Timnas Indonesia bertandang ke China, tepatnya di Qingdao Youth Football Stadium dan menelan hasil yang pahit.
Sebab skuad Garuda harus mengakui keunggulan Dragon Team lewat skor 0-2, padahal tampil solid dan menguasai jalannya laga. Menariknya, duel tersebut sekaligus menjadi momentum bagi Asnawi untuk kembali bermain sebagai starter dan mengenakan ban kapten di lengan.
Sayang seribu sayang, mantan penggawa PSM Makkassar ini justru mendapat banyak kritikan karena dinilai grasak-grusuk dan mengecewakan. Ia dianggap sering kehilangan bola dan memaksa melakukan serangan seorang diri hingga membuang-buang peluang.
Egois, begitu kata netizen tanah air di sosial media kala mengomentari performa Asnawi Mangkualam saat pasukan merah putih dibekuk oleh China. Setelah pertandingan berakhir, tak pelak namanya menjadi trending topic yang ramai dibicarakan.
Pemuda yang pernah berseragam Jeonnam Dragons tersebut memiliki 44 caps usai debut perdana bersama timnas senior sejak 21 Maret 2017 silam. Asnawi memang kerap dipercaya sebagai kapten. Kemudian statistik di Liga Thailand juga terbilang mentereng.
Musim ini dirinya telah dimainkan sebanyak 10 pertandingan dan mencatat 714 menit bermain. Ia juga menjadi salah satu pemain andalan ketika Port FC menantang Persib Bandung dalam kompetisi AFC Champions League Two beberapa waktu lalu.
Namun melupakan banjir kritikan yang mendera usai memperkuat Timnas Indonesia, Asnawi kemudian menunjukkan kualitasnya bersama Port FC. Tak bisa dipungkiri bahwa ia memang tampil cukup solid dengan klub asal Thailand tersebut.
Menyadur Suara.com pada Minggu (20/10/2024), pemain berusia 25 tahun itu turun dari bangku cadangan di menit ke-77 saat Port FC bertandang ke markas Nakhon Ratchasima. Asnawi masuk menggantikan Teerasa Poeiphimai.
Tak butuh waktu lama untuk Asnawi menunjukkan kualitasnya. Sebab dua menit menginjakkan kaki di lapangan, Asnawi berhasil menjadi pembeda. Bahkan mencetak gol yang membuat Port FC menang 3-2 atas Nakhon Ratchasima.
Hasil tersebut seolah menjadi pembuktian baginya terhadap deretan kritik yang datang. Apabila terus menunjukkan performa yang gemilang, tentu peluang untuknya kembali dipanggil Shin Tae-yong ke kualifikasi Piala Dunia 2026 November mendatang kian terbuka lebar.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Tayang Oktober, Drakor Final Table Bagikan Keseruan Pembacaan Naskah
-
Kim Ji Yeon dan Park Seo Ham Tampil Serasi di Script Reading Dive Into You
-
Ada yang Hilang dari Xdinary Heroes, Lagu Lost and Found Jadi Lebih Nylekit
-
Bentrok Jadwal, Lee Jong Suk Dipastikan Batal Bintangi Iseop's Romance
-
Persebaya Siap Taklukkan Cuaca Panas di Bhayangkara, Bisa Rebut Tiga Poin?
Artikel Terkait
-
Info A1, 2 Pemain Keturunan Ini OTW Dinaturalisasi Timnas Indonesia Bersama Kevin Diks
-
Jokowi Pensiun, Mantan Pelatih Klub Bahrain Tulis Komentar Menyentuh
-
Neneknya Orang Surabaya, Pemain Keturunan Rp8,69 Miliar Terbuka Bela Timnas Indonesia
-
Otot Paha Robek, Seberapa Parah Cedera Asnawi Mangkualam?
-
Dito Ariotedjo: Lawan Bahrain Harus di Indonesia, Kalau Tidak Kita Menang WO!
Hobi
-
Menghabiskan Sore Bersama Klub Corat-coret, Cara Bercerita Lewat Gambar
-
MotoGP Australia 2026 Batal! Marquez Tetap Kokoh, Harapan Veda Ega Pupus
-
Jadwal MotoGP Malaysia 2026: Apakah Jorge Martin Bisa Membalikkan Keadaan?
-
Prediksi Barcelona vs Real Madrid, Duel Sengit Ditengah Badai Cedera!
-
Motor MotoGP akan Ikut Tampil di Ajang F1 Amerika 2026, Balapan Bareng?
Terkini
-
Viral Audio 'Bare Minimum' dan Manga Veil: Benarkah Ekspektasi Hubungan Gen Z Ketinggian?
-
Rilis You're Under Arrest! ILLIT Tolak Keras Terlena oleh Harapan Palsu
-
Perjamuan Arwah: Ketika Keinginan Manusia Menuntut Harga yang Mengerikan
-
Kiamat Ekologis: Ketika Desa Adat, Hutan, dan Satwa Liar Perlahan Hilang
-
Militerisasi Sektor Sipil: Saatnya TNI Jadi Pemicu, Bukan Operator Permanen