Masa peralihan pemerintahan yang baru memberikan dampak pada berbagai hal, termasuk proses naturalisasi Kevin Diks. Pemain FC Copenhagen yang digadang-gadang bakal memperkuat kedalaman skuad Garuda dalam berbagai kompetisi bergengsi itu sejatinya diharapkan bisa mulai debut bulan November.
Di mana Timnas Indonesia dijadwalkan melanjutkan kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran ketiga dengan menghadapi Jepang dan Arab Saudi sebagai tuan rumah. Stadion Utama Gelora Bung Karno digadang-gadang akan kembali menjadi markas tim asuhan Shin Tae-yong.
Sayangnya Kevin Diks terancam batal debut dalam waktu dekat, menyusul transisi pemerintahan baik perubahan di kementerian maupun lembaga terkait. Pertimbangan ini membuat Diks ditargetkan baru bisa berseragam merah putih pada bulan Maret 2025 mendatang.
“Jadi kemungkinan berat (Kevin Diks) untuk main di November. Kevin Diks itu kalau mau main, itu harus H-7 terakhir data masuk. Main tanggal 15 (lawan Jepang), berarti data masuk minimal tanggal 8. Atau tanggal 7, dia harusnya waktu datanya. Tanggal 7, berarti harus sumpah di situ dan KTP, imigrasi, dan kawan-kawannya,” jelas Arya seperti dikutip dari Antara News, Kamis (24/10/2024).
Tanpa Kevin Diks, Timnas Indonesia Berpotensi Dibantai Jepang?
Sebagai raksasa Asia dengan catatan statistik mentereng, pemain mewah, maupun pengalaman yang lebih banyak, Jepang memang diunggulkan sebagai tim terkuat di Grup C. Mereka belum terkalahkan dalam empat laga yang sudah dijalani, terakhir hanya ditahan imbang oleh Australia.
Maka tak heran jika skuad Samurai Biru adalah salah satu lawan yang memaksa Timnas Indonesia untuk menaikkan kewaspadaan berlipat ganda. Kehadiran Kevin Diks digadang-gadang bisa menambah kekuatan skuad Garuda.
Jika ia batal debut November, maka tentunya Indonesia akan kehilangan sosok berpengalaman. Mengingat Diks telah terbiasa mentas di kompetisi Eropa, kebetulan juga Jepang didominasi oleh pemain yang berkarir di Benua Biru.
Melansir suara.com pada Minggu (27/10), ketidakhadiran pemain bernama lengkap Kevin Diks Bakarbessy ini pun turut membuat variasi lini belakang jadi berkurang. Lantaran ia tak hanya bisa bermain sebagai bek tengah, tetapi juga kerap mencicipi posisi bek kanan maupun kiri.
Fleksibilitas tersebut disebut-sebut bakal memberikan Shin Tae-yong lebih banyak variasi taktik maupun formasi. Di sisi lain, Kevin Diks juga sebenarnya bisa dijadikan algojo tendangan penalti maupun target-man di situasi bola-bola mati.
Namun meski belum bisa memainkan amunisi barunya, diyakini bahwa STY bakal terus berupaya menurunkan komposisi pemain terbaik agar Timnas Indonesia bisa meraih poin.
BACA BERITA ATAU ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE
Baca Juga
-
Final ASEAN Futsal: Suoto Jamin Timnas Indonesia Tak Minder Hadapi Thailand
-
Akui Kelalaian, Fantagio dan Cha Eun Woo Minta Maaf soal Kontroversi Pajak
-
Penuh Visi, John Herdman Dorong Transformasi Sistem Pembinaan Usia Dini
-
PSSI Buka Suara soal Kasus 'Paspor Gate', Naturalisasi Pemain Tetap Sah?
-
John Herdman Dinilai Terapkan Gaya Baru untuk Timnas Indonesia
Artikel Terkait
Hobi
-
Dirumorkan Jadi Rekan Setim, Pedro Acosta Ingin Duel dengan Marc Marquez
-
Drama Nurburgring 24H: Mercedes Juara dan Max Verstappen Tumbang Jelang Finis
-
Pecahkan Kutukan Selama 22 Tahun, Arsenal Resmi Jadi Raja Inggris Lagi!
-
MotoGP Catalunya 2026 Kacau! Jorge Martin Emosi, Aprilia Tegur Trackhouse
-
BMW Rilis Vision K18 Concept Bike, Padukan Luxury Bagger dan Nuansa Aviasi
Terkini
-
Sharp Objects dan Hubungan Ibu-Anak Paling Toxic dalam Novel Thriller
-
Jangan Mubazir! 5 Kebiasaan Ini Bikin Daging Kurban Cepat Membusuk
-
Lika-liku Perempuan Menembus Esports Profesional di Falling Into Your Smile
-
Diskon, Gratis Ongkir, dan Cicilan: Kombinasi yang Sulit Ditolak Gen Z
-
Dear You: Antara Cinta, Patah hati, dan Kisah yang Tak Pernah Usai