Keseriusan PSSI di bawah kepemimpinan Ketua Umum Erick Thohir dalam membenahi sepak bola tanah air adalah hal yang dinantikan. Hal ini telah terwujud dalam prestasi Timnas Indonesia yang semakin menunjukkan taring di level Asia.
Terbaru, kepastian lolosnya Timnas U-17 dan Timnas U-20 ke Piala Asia menyusul pencapaian Timnas U-23 dan Timnas Senior. Ditambah dengan Timnas Senior yang juga akan kembali bertanding dalam kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran ketiga.
Dukungan penuh PSSI juga nampak dari program naturalisasi. Tak main-main bagaimana Erick Thohir beserta kaki tangannya dalam mencari pemain diaspora berkualitas yang mampu menambah kekuatan skuad Garuda agar lebih penuh.
Namun sejatinya, satu hal lain yang tak kalah dinantikan adalah pembenahan dalam sepak bola putri. Janji manis untuk kembali menggelar liga sepak bola putri memang belum terwujud, tetapi penguatan skuad Gauda Pertiwi telah nampak di pelupuk mata.
Sebut saja naturalisasi Noa Leatomu dan Estella Loupatty. Keduanya menjalani proses bersamaan dengan Kevin Diks, kini sudah mendapat restu dari Rapat Paripurrna DPR RI. Hanya tinggal menanti Keppres dari Presiden Prabowo Subianto, pengambilan janji setia kepada NKRI, serta perpindahan federasi.
Merujuk laporan Antara News pada Rabu (6/11/2024), Anggota Komite Eksekutif PSSI Arya Sinulingga memastikan bahwa sepak bola putri termasuk Prioritas PSSI yang akan dibenahi dalam satu hingga dua tahun ke depan.
“Sepak bola putri (Indonesia) memang belum ada liganya, tetapi kami lagi proses menuju ke sana,” kata Arya di Jakarta.
Lebih lanjut, ia pun turut menjelaskan bahwa pembinaan sepak bola tanah air yang dilakukan PSSI dalam dua tahun terakhir telah menunjukkan hasil lewat peningkatan prestasi timnas, utamanya tim putra.
Naturalisasi Noa dan Estella menjadi salah satu langkah jangka pendek hingga menengah yang dilakukan PSSI untuk memperkuat timnas putri. Federasi pun akan mempersiapkan kompetisi hingga pembinaan usia muda.
“Semua lagi dikerjakan ini dan memang banyak sekali persoalan yang harus kita selesaikan,” imbuhnya.
Arya mengungkap, pembenahan secara menyeluruh tak hanya dilakukan dari sisi timnas, kompetisi, maupun pembinaan. Namun jumlah dan kualitas wasit, hingga infrastruktur pendukung juga turut menjadi perhatian.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Tayang Oktober, Drakor Final Table Bagikan Keseruan Pembacaan Naskah
-
Kim Ji Yeon dan Park Seo Ham Tampil Serasi di Script Reading Dive Into You
-
Ada yang Hilang dari Xdinary Heroes, Lagu Lost and Found Jadi Lebih Nylekit
-
Bentrok Jadwal, Lee Jong Suk Dipastikan Batal Bintangi Iseop's Romance
-
Persebaya Siap Taklukkan Cuaca Panas di Bhayangkara, Bisa Rebut Tiga Poin?
Artikel Terkait
-
Striker Keturunan Cetak Gol Geledek di Liga Inggris! Kehadirannya Bisa Atasi Masalah Lini Depan Timnas Indonesia?
-
Cetak Assist Cantik Lawan Madura United, Bukti Rizky Ridho Layak Pemain Inti Timnas Indonesia
-
Badai Cedera Timnas Indonesia Kian Parah, Skuad Garuda Tak Full-skuad Lawan Jepang?
-
Vietnam Pernah Bikin Jepang Frustrasi, Taktiknya Bisa Ditiru Timnas Indonesia?
-
Cara Konyol Roberto Carlos Bobol Jepang, Timnas Indonesia Pantang Meniru!
Hobi
-
Mental Juara! Perjalanan Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
-
Prediksi Persija vs Persib: Duel Klasik Kembali ke GBK, Siapa Lebih Unggul?
-
Usai Double Podium di Aragon, Marc Marquez Khawatir Jalani GP Misano 2026
-
Loris Capirossi Dinobatkan jadi Legenda MotoGP di Misano, Apa Prestasinya?
Terkini
-
5 Parfum Floral-Musk Terbaik untuk Wanita, Wangi Lembut tapi Memikat!
-
Terapi Gratis Anti-Stres: Keajaiban Memeluk Pohon yang Jarang Disadari
-
Membaca, Memahami, dan Merefleksi: Seni Menjaga Fokus di Tengah Serbuan Gawai
-
BGN Siapkan Sistem Marketplace MBG: Kejar Pengadaan, Keracunan Terabaikan?
-
Manga Shojo In the Clear Moonlit Dusk Akan Tamat di Volume ke-12 pada 2027