PSSI kini tengah fokus untuk mengurus beberapa berkas proses naturalisasi pemain keturunan lainnya guna memperkuat timnas Indonesia. Melansir dari akun instagram ketua umum PSSI, Erick Thohir (@erickthohir), beberapa waktu lalu pria yang juga menjadi Menteri BUMN Republik Indonesia tersebut juga mengumumkan nama Ole Romeny akan menjadi salah satu calon pemain naturalisasi di skuad timnas Indonesia.
Hal ini tentunya mengindikasikan bahwa pemain yang kini berkarir di klub Belanda, FC Utrecht tersebut memang akan menjadi prioritas untuk dinaturalisasi selain nama Dion Markx dan Tim Geypens yang juga telah lebih dahulu resmi menjalani proses naturalisasi. Kedua pemain tersebut memang diproyeksikan memperkuat timnas Indonesia U-20 di ajang Piala Asia U-20 2025.
“Sementara kami fokus Ole dulu. Karena, kita perlu striker. Mudah-mudahan di Maret (bisa bermain untuk Timnas Indonesia). Kami berharap debutlah (di Maret). Hanya tergantung proses dari tentu pemerintahan,” ujar Erick Thohir, dikutip dari laman berita suara.com (24/11/2024).
Ole Romeny memang menjadi prioritas saat ini untuk dinaturalisasi dan membela timnas Indonesia. Pasalnya, pemain yang berposisi sebagai striker tersebut memang diperlukan untuk membantu skuad garuda mencapai target lolos ke putaran final Piala Dunia 2026. Tentunya diharapkan pemain berusia 24 tahun tersebut bisa debut pada bulan Maret 2025 mendatang.
PSSI Pilih Fokus Kepada Ole Romeny, Mauro Ziljstra Diabaikan?
Di sisi lain, proses naturalisasi Ole Romeny yang kini menjadi prioritas tersebut membuat nama calon penyerang naturalisasi lainnya, yakni Mauro Zijlstra sedikit terpinggirkan prosesnya. Melansir dari laman transfermarkt.co.id, penyerang asal klub FC Volendam tersebut memang beberapa waktu lalu menyatakan sangat berminat membela timnas Indonesia. Usianya yang masih 19 tahun membuatnya tak hanya bisa membela timnas senior, namun juga timnas U-20 dan U-23.
Akan tetapi, Erick Thohir sendiri menegaskan dirinya belum melakukan pembicaraan dengan Mauro Ziljstra sejauh ini. Hal ini tentunya mengindikasikan dirinya belum terlalu masuk ke dalam prioritas untuk dinaturalisasi dalam waktu dekat. Di sisi lain, di lini skuad timnas U-20 ataupun U-23 masih ada nama penyerang keturunan lainnya seperti Jens Raven di timnas U-20 dan Rafael Struick yang masih bisa membela timnas U-23.
“Saya belum pernah diskusi dengan Mauro,” imbuh Erick Thohir.
Lantas, apakah proses naturalisasi Mauro Ziljstra akan ditunda atau justru dibatalkan?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Piala Presiden 2026: PSSI Rajin Garap Turnamen "Hura-Hura", Lupa Prioritas Piala Indonesia
-
Performa Gacor di Persib, Eliano Reijnders Berpeluang Kembali Merumput di Eropa
-
Karier Tak Menentu, Bali United Bakal Pinjamkan Jens Raven Musim Depan?
-
Dean Zandbergen dan Skandal Paspoortgate: Mengapa Striker VVV-Venlo Ini Tetap Ingin Bela Indonesia?
-
Menanti Debut Tim Geypens di Timnas: Terganjal Polemik Paspor atau Kalah Saing dari Calvin Verdonk?
Artikel Terkait
-
Miliano Jonathans: Timnas Indonesia Banyak Naturalisasi Bek, Saya Penyerang yang Bisa Cetak Gol
-
Alasan Fans Harus Pahami Miliano Jonathans Tak Prioritaskan Timnas Indonesia
-
Oppo Resmi Jadi Sponsor Timnas Indonesia, Bagi-bagi Tiket AFC Gratis
-
Thom Haye hingga Ragnar Oratmangoen Punya KTP DKI Jakarta, Nyoblos di TPS Mana?
-
Timnas Indonesia Diminta Tak Cepat Puas, Ini Pesan Mendalam Erick Thohir
Hobi
-
Wow! Yamaha XMAX Disulap Jadi Motor Cyberpunk dari Serial Tokyo Override
-
Bukan Vespa, Scomadi Technica 200i Hadir dengan Gaya Adventure Klasik Retro
-
Bukan Hanya Pembalap, Tim Tech3 Juga Tentukan Nasib untuk Tahun 2027
-
Kepala Pundak Kerja Lagi, Karya Sal Priadi Jadi OST Monster Pabrik Rambut
-
Kesabaran Mulai Habis, Fabio Quartararo Tak Temukan Titik Terang di Yamaha
Terkini
-
Usai Jungkook BTS, Lisa BLACKPINK Siap Tampil di Pembukaan Piala Dunia 2026
-
Percabulan di Pati: Pak, Anjing Saya Saja Tidak Seperti Itu
-
Bia dan Kapak Batu: Kisah Inspiratif Perempuan Papua di Tengah Arus Zaman
-
Ketika Rupiah Melemah, Kelas Menengah Dipaksa Bertahan Lebih Keras
-
'Berpikir dan Bertindak Kreatif for Gen Z': Senjata Bertahan di Era Digital