Timnas Indonesia yang harus gagal lolos ke babak semifinal ajang ASEAN Championship 2024 usai takluk 0-1 dari Filipina di laga terakhir grup B kemarin memang menjadi sorotan bagi banyak pihak. Melansir dari laman aseanutdfc.com, kegagalan ini menjadi yang pertama kalinya bagi skuad garuda setelah terakhir kali gagal lolos ke babak semifinal pada edisis 2018 silam.
Lebih lanjut lagi, kegagalan ini dianggap oleh beberapa pihak merupakan andil dari Shin Tae-yong yang dianggap belum bisa membentuk pola permainan di skuad U-22 yang diturunkan di ajang AFF Cup 2024 kemarin. Salah satu pihak yang cukup menyoroti hal tersebut adalah Justinus Laksana atau yang akrab disapa dengan panggilan “Coach Justin”.
Melansir dari laman berita suara.com (22/12/2024), pria yang juga mantan pelatih futsal timnas Indonesia ini menyoroti belum mampunya Shin Tae-yong membentuk koordinasi permainan di tim U-22 saat ini. Hal ini disorotinya mengingat permainan timnas Indonesia di ajang AFF Cup 2024 kemarin terbilang cukup buruk.
“Kita kesampingkan bicara skor dari sejumlah laga di Piala AFF. Yang jelas, dari sisi permainan, Coach Shin Tae-yong (STY) gagal dalam membentuk sistem dengan pemain muda ini. Pola bermain yang diracik STY tidak terlihat,” ujar Coach Justin.
Menurutnya para pemain ini juga harus memiliki jam terbang dan pembentukan chemistry yang lebih baik lagi kedepannya. Oleh karena itu, dirinya juga menyebut pola permainan timnas Indonesia juga perlu ditingkatkan lagi dari waktu ke waktu.
Coach Justin Sebut Pekerjaan Rumah STY Cukup Berat untuk Timnas U-22
Di sisi lain, Coach Justin juga menyebut banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh Shin Tae-yong dan punggawa timnas Indonesia U-22 kedepannya. Dirinya beranggapan apabila koordinasi permainan yang ada saat ini tak berubah, dikhawatirkan hal tersebut akan berdampak buruk saat ajang Sea Games 2025 mendatang. Seperti yang diketahui, timnas Indonesia U-22 yang diturunkan saat ini akan diproyeksikan sebagai skuad Sea Games 2025 mendatang.
“Para pemain timnas harus belajar lagi dari sisi ketenangan. Dua kartu merah dari empat laga itu jumlah yang terlalu banyak, Tim ini katanya dipersiapkan untuk SEA Games, tapi saya khawatir tidak ada perubahan signifikan karena terbatasnya laga uji coba ke depan sebelum ajang tersebut. Pola bermain yang jelas harus segera dibentuk,” imbuh Coach Justin.
Jadi, apakah kamu setuju dengan pernyataan dari Justinus Laksana atau Coach Justin tersebut?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
-
Mental Tangguh Berbicara! Asnawi Jadi Bek Kanan Termahal di Liga Thailand
-
Masuk Grup Neraka Babak Kualifikasi, Indonesia Bakal Susah ke Piala Asia U-17?
-
Lionel Messi Gantung Sepatu: Selesainya Era Alien yang Tak Akan Pernah Sanggup Disamai Generasi Baru
-
Kembali Raih Juara AFF, Vietnam Memang Berjodoh dengan Pelatih Asal Korea
Artikel Terkait
-
Meski Gagal di AFF Cup 2024, 3 Pemain Ini Layak Promosi ke Timnas Senior
-
2 Fakta Menarik Gol Timnas Indonesia Macet di Piala AFF 2024
-
Media Korea Soroti Perlakuan Fans ke Shin Tae-yong usai Timnas Indonesia Gugur di Piala AFF 2024
-
5 Prestasi Shin Tae-yong Bersama Timnas Indonesia sebelum Diaspora Datang
-
Dugaan Buzzer Serang Shin Tae-yong usai Gagal di Piala AFF 2024, Jumlah Bayarannya Jadi Sorotan!
Hobi
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
-
Prediksi Persija vs Persib: Duel Klasik Kembali ke GBK, Siapa Lebih Unggul?
-
Usai Double Podium di Aragon, Marc Marquez Khawatir Jalani GP Misano 2026
-
Loris Capirossi Dinobatkan jadi Legenda MotoGP di Misano, Apa Prestasinya?
-
Jujur! Jorge Martin Akui akan Menangis Jika Gagal jadi Juara Dunia MotoGP
Terkini
-
Bye-Bye Muka Tomat! Ini 4 Soothing Gel Mugwort Khusus Kulit Berminyak, Cuma 30 Ribuan
-
Gebrakan Baru! Sinema Desa Resmi Disulap Jadi Motor Ekonomi Baru di 2026
-
Bebas Kemerahan, 5 Sunscreen Korea Cica yang Bikin Kulit Calm dan Lembap
-
Manga You Are a Four Leaf Clover Diadaptasi ke Anime
-
Skincare Routine ke Beauty Consumerism: Self-Care Dijadikan Alasan Belanja?