Meskipun belum diumumkan secara resmi oleh PSSI, nama seorang Patrick Kluivert santer terdengar di media bakal menjadi suksesor seorang Shin Tae-yong. Media-media besar di Indonesia, seperti contoh Suara.com, bahkan sudah membahas sisi-sisi tersembunyi dari mantan pemain Barcelona tersebut.
Meskipun sosok yang satu ini memiliki nama besar saat menjadi seorang pemain, namun ternyata perjalanan karir kepelatihannya tidaklah terlalu mentereng.
Memang, dalam curriculum vitae milik Kluivert, dirinya tercatat pernah mengabdi di tim-tim besar dunia seperti Belanda, Kamerun, Barcelona, hingga Ajax dan Paris Saint Germain, namun untuk skala menjadi pelatih kepala, pria yang kini berusia 48 tahun tersebut tercatat baru menangani tiga tim saja!
Iya, teman-teman tidak salah informasi. Pria yang digadang-gadang menjadi pengganti coach Shin Tae-yong ini baru menjadi pelatih kepala untuk tiga tim saja.
Sepertimana data yang tertera di laman transfermarkt, pria kelahiran 1 Juli 1976 ini tercatat baru menjabat sebagai pelatih kepala ketika menangani FC Twente II, kemudian Curacao, dan yang terakhir adalah klub Adana Demirspor yang berkiprah di liga Turkiye.
Masih dari laman yang sama diinformasikan, FC Twente II merupakan klub pertama yang dilatih oleh Patrick Kluivert dengan status sebagai pelatih kepala. Namun sayangnya, klub ini bukanlah klub utama dari Twente, dan hanya berstatus sebagai tim satelit atau tim junior dari klub FC Twente yang berlaga di Eredivisie.
Debut Patrick Kluivert sebagai pelatih kepala yang sebenar-benarnya ini sejatinya baru terjadi pada tahun 2015. Pada bulan Maret 2015, Patrick Kluivert menerima tawaran dari Curacao untuk menjadi pelatih kepala, dan mendampingi anak asuhnya dalam 8 laga dan berakhir pada 30 Juni 2016.
Setelah menyelesaikan tugasnya bersama Curacao, Kluivert tak lagi menjadi pelatih kepala tim manapun, hingga pada bulan Mei 2021 lalu, dirinya kembali didaulat menjadi pelatih ad interim Timnas Curacao, hingga bulan Oktober tahun 2021.
Sempat menganggur selama kurang lebih 1,5 tahun, Patrick Kluivert baru kembali berkarir sebagai pelatih pada bulan Juli 2023 lalu saat Adana Demirspor mendapuknya sebagai pelatih kepala. Namun sayangnya, pekerjaan pelatih kepala dari Demirspor tersebut hanya bertahan hingga 4 Desember 2024, di mana Kluivert hanya mencatatkan 20 pertandingan saja bersama klub liga tertinggi Turkiye itu.
Setelah itu? Tentu saja tak ada pekerjaan di dunia sepak bola yang dijalani oleh Kluivert hingga pada akhirnya dikabarkan bakal menjadi pelatih Timnas Indonesia di awal tahun 2025 ini.
Ah, semoga saja Kluivert bisa menjadikan Timnas Indonesia lebih baik lagi!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Piala Dunia 2026: Kemenangan Argentina dan Hat-trick Lionel Messi yang Tak Seharusnya Terjadi
-
Prancis vs Senegal: Tuntasnya Dendam Kekalahan 24 Tahun yang Sempat Bikin FIFA Ubah Regulasi
-
Piala Dunia 2026: Duel Senegal Vs Prancis dan Sepenggal Kenangan Masa Remaja yang Mengecewakan
-
Vibes Piala Dunia 2026 Masih Anyep, FIFA Harusnya Lirik 2 Potensi Besar Ini untuk Dimaksimalkan
-
Tiga Poin Australia dan Permainan Pragmatis Ala STY yang Tak Haram Dimainkan di Guliran Piala Dunia
Artikel Terkait
-
Anak Shin Tae-yong Ngamuk, PSSI: Wajar Saja
-
Prediksi Starting XI Era Patrick Kluivert: Si Anak Hilang Akhirnya Dapat Tempat?
-
Gawat! Exco PSSI Tak Tahu Rumor Louis van Gaal ke Timnas Indonesia
-
Ragnar Oratmangoen Ungkap Hasrat Perkuat Belanda, Nyesel Bela Timnas Indonesia?
-
Ada Elkan Baggott, Daftar Pemain Keturunan Timnas Indonesia Calon Jadi Pengangguran di Tahun 2025
Hobi
-
Ronaldo Tak Lagi Jadi Tumpuan? 3 Masalah Utama Portugal yang Wajib Diperbaiki
-
Skandal Rekaman Audio: Saat Martabat Son Heung-min Diinjak-injak Media Korea Selatan
-
Bawa Argentina Menang 3-0, Messi Cetak Hattrick Pertama di Piala Dunia 2026
-
Prediksi Meksiko vs Korea Selatan: Adu Taktik, Siapa yang Kuasai Grup A?
-
Swiss Waspada! Bosnia Herzegovina Bawa Misi Menang Grup B Piala Dunia 2026
Terkini
-
Uji Coba B50 di 6 Sektor Sekaligus: Amankah Sawit 50 Persen untuk Mesin Kendaraan?
-
Pesona Veteran di Piala Dunia 2026: Pembuktian Kualitas Melampaui Usia
-
Peringatan Keras The Economist untuk Indonesia: Saatnya Rem Kebijakan yang Terlalu Ekspansif?
-
Refleksi Film Toy Story 5: Apakah Teknologi dan Mainan Bisa Hidup Berdampingan?
-
Sering Dianggap Cerewet, Ini 5 Pesan Cinta di Balik Kisah Masa Lalu Orang Tua