Menjadi laga pembuka dalam pertandingan babak semifinal Malaysia Open 2025 pada Sabtu (11/1/2025), An Se Young berhasil unggul atas Ratchanok Intanon dan memastikan satu tempat di partai final. Anzi, sapaan akrab untuk tunggal putri Korea Selatan ini menang straight game, 21-14 dan 21-18.
Kemenangan ini sekaligus memantapkan dominasi Anzi atas Intanon dengan head to head 9-1. Sebelumnya, Anzi memenangi turnamen terakhir kontra Intanon di China Masters 2024.
Kala itu terjadi laga sengit di mana Anzi dan Intanon terlibat drama rubber game. Namun, Anzi berhasil unggul dengan skor dramatis 24-22, 15-21, dan 21-19 atas Intanon.
Selain itu, Anzi juga berpeluang mempertahankan gelar Malaysia Open setelah sebelumnya naik podium juara pada edisi 2024 lalu. Pada final Malaysia Open 2024 saat itu, An Se Young menang rubber 10-21, 21-10, dan 21-18 atas wakil Taipei, Tai Tzu Ying.
Catatan performa apik An Se Young sendiri memang sudah terlihat dari awal laga turnamen Super 1000 yang dihelan di Axiata Arena, Kuala Lumpur ini.
Di babak 32 besar, Anzi unggul dua gim langsung saat menghadapi wakil Denmark, Line Christophersen dengan skor 21-12 dan 21-13.
Melaju tanpa kendala berarti, kemenangan di babak kedua juga berhasil diamankan dalam dua gim. An Se Young menang dengan skor kembar 21-15 atas Nguyen Thuy Linh asal Vietnam.
Lolos ke perempat final, laga kontra Beiwen Zhang yang berpotensi menampilkan pertandingan seru malah berakhir dalam satu set.
Setelah unggul 21-11, An Se Young lolos ke semifinal usai tunggal putri Amerika Serikat tersebut memutuskan retired karena mengalami cedera.
Bisa dibilang perjalanan An Se Young menuju partai puncak cukup mulus dan meyakinkan. Semua laga dilakoni dengan kemenangan straight game. Hasil ini juga menjadi bukti bahwa era An Se Young masih akan terus berlanjut.
Namun, gelar yang ada di depan mata ini masih harus dilewati dengan satu pertandingan lagi. An Se Young masih harus menunggu lawan mainnya di partai final nanti setelah laga antara Pornpicha Choeikeewong dari Thailand kontra Wang Zhiyi dari China.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Single Life Bukan Kegagalan: Saat Perempuan Tak Lagi Takut Hidup Melajang
-
Menjadi Dewasa Tidak Sesederhana Itu: Realita Adulting Gen Z di Era Mahal
-
Soft Life In This Economy: Bisakah Tenang di Tengah Biaya Hidup Meningkat?
-
Gen Z dan Fenomena Dating Fatigue: Saat Mencari Cinta Justru Bikin Lelah
-
Realita Sepi yang Disimpan Diam-diam: Beratnya Hidup Minim Support System
Artikel Terkait
-
Malaysia Open 2025: Fadia/Lanny Terhenti di Perempat Final
-
Malaysia Open 2025: Kalah dari Wakil Thailand, Putri KW Gagal ke Semifinal
-
Dalih Anthony Ginting usai Kandas di Babak 16 Besar Malaysia Open 2025
-
Malaysia Open 2025: Ada Laga Seru Perempat Final di Sektor Ganda Putra
-
Malaysia Open 2025: Putri KW Wakil Pertama Indonesia di Perempat Final
Hobi
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
-
Prediksi Persija vs Persib: Duel Klasik Kembali ke GBK, Siapa Lebih Unggul?
-
Usai Double Podium di Aragon, Marc Marquez Khawatir Jalani GP Misano 2026
-
Loris Capirossi Dinobatkan jadi Legenda MotoGP di Misano, Apa Prestasinya?
-
Jujur! Jorge Martin Akui akan Menangis Jika Gagal jadi Juara Dunia MotoGP
Terkini
-
Bukan Sekadar Film Anak, Iyus Jenius Hadirkan Kembali Lagu Legendaris Papa T.Bob yang Dirindukan
-
Tupi dan Wajah Muram Legendaris Penyelamat Hutan Rindang
-
Single Life Bukan Kegagalan: Saat Perempuan Tak Lagi Takut Hidup Melajang
-
Ponsel Lipat Harga Mulai Rp30 Juta! Apa Saja Kehebatan iPhone Duo?
-
Saat Cinta Datang Terlambat: Belajar Merelakan dari Lagu Raim Laode "Dunia yang Nanti"