Indra Sjafri resmi mengumumkan nama 23 pemain yang masuk ke dalam skuad inti timnas Indonesia U-20 untuk ajang Piala Asia U-20 2025. Melansir dari akun instagram @timnasindonesia, dalam rilis 23 nama pemain kali ini, pelatih berusia 62 tahun tersebut membuat pengumuman mengejutkan dengan mencoret striker asal klub Persis Solo, yakni Arkhan Kaka.
Sontak, hal ini cukup mengagetkan banyak pihak, termasuk fans dan para netizen. Indra Sjafri lebih memiliki striker-striker dari kompetisi Liga 2 seperti nama Muhammad Ragil dari Bhayangkara FC dan Jehan Pahlevi dari Persiku Kudus untuk menemani seorang Jens Raven yang sudah pasti akan ditunjuk sebagai striker utama skuad garuda U-20 di ajang Piala Asia U-20 2025.
Menariknya, banyak pula pihak-pihak yang memprediksi Arkhan Kaka memang akan dicoret dari timnas Indonesia U-20 jelang Piala Asia nanti. Hal ini terlihat dari beberapa waktu lalu saat namanya juga tak dimasukkan oleh Indra Sjafri di ajang Seoul Earth Cup 2024 di Korea Selatan. Selain itu, striker berusia 17 tahun tersebut juga hanya menjadi penghias bangku cadangan saat ajang Mandiri Challenge Series 2025 lalu.
Tersingkir dari Skuad Final, Arkhan Kaka Bisa Fokus Benahi Performanya
Tersingkirnya nama Arkhan Kaka dari skuad final timnas Indonesia U-20 untuk ajang Piala Asia U-20 memang cukup mengejutkan. Pasalnya, pelatih timnas Indonesia senior terdahulu, Shin Tae-yong sempat memanggilnya untuk skuad timnas senior di ajang ASEAN Championship 2024. Meskipun saat itu Shin Tae-yong memang memakai skuad U-22, namun hal ini mengindikasikan bahwa dirinya dipercaya mengisi posisi striker saat itu.
Akan tetapi, di ajang ASEAN Championship 2024 lalu dirinya juga tampil kurang maksimal dengan hanya bermain sebanyak 2 laga. Kondisi ini juga diperparah saat dirinya membela klubnya, yakni Persis Solo yang kerap bermain dari bangku cadangan. Kemungkinan kondisi ini yang membuatnya terpaksa dicoret oleh Indra Sjafri untuk skuad timnas Indonesia U-20.
Namun, kondisi ini tentunya bisa dimanfaatkan oleh Arkhan Kaka untuk meningkatkan performanya kedepan. Melansir dari laman transfermarkt.co.id, tak masuk ke dalam skuad timnas Indonesia U-20 membuat dirinya memiliki banyak waktu untuk mencari jam terbang di BRI Liga 1 musim 2024/2025 ini. Belum lagi usianya yang masih 17 tahun tentunya menjadikan karirnya masih panjang di dunia sepakbola. Bukan tak mungkin justru kedepannya Arkhan Kaka akan menjadi sosok striker tangguh di lini depan timnas Indonesia.
Baca Juga
-
Ultimatum Keras Erick Thohir! Timnas Indonesia Harga Mati Juara FIFA ASEAN Cup 2026
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
-
Mental Tangguh Berbicara! Asnawi Jadi Bek Kanan Termahal di Liga Thailand
-
Masuk Grup Neraka Babak Kualifikasi, Indonesia Bakal Susah ke Piala Asia U-17?
-
Lionel Messi Gantung Sepatu: Selesainya Era Alien yang Tak Akan Pernah Sanggup Disamai Generasi Baru
Artikel Terkait
-
Simon Tahamata: Banyak Pemain Keturunan Bersedia Bela Timnas Indonesia
-
Indra Sjafri: Pemain Timnas Indonesia U-20 Siap Tempur Cuma Welber Jardim Ada Masalah...
-
Datangkan Pratama Arhan, Bangkok United Ternyata Dapatkan Dua Senjata Mematikan Sekaligus
-
Indra Sjafri Bicara Soal Jimat Jelang Piala Asia U-20 2025, Apa Itu?
-
Kerugian Besar Timnas Indonesia Tanpa Jairo Riedewald saat Hadapi Australia
Hobi
-
VR46 Rilis Buku Baru, Marc Marquez Ngaku Baru Mau Baca Kalau Sudah Pensiun
-
Ultimatum Keras Erick Thohir! Timnas Indonesia Harga Mati Juara FIFA ASEAN Cup 2026
-
Jadwal MotoGP Austria 2026: 3 Pembalap Ini Bersiap Menyelamatkan Diri!
-
Mental Juara! Perjalanan Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
Terkini
-
Land Maggie OFarrell: Ketika Tanah Menyimpan Luka dan Sejarah
-
Ketika 'Bad News' Bagi Kita Adalah Tragedi Pahit Bagi Mereka
-
Menjeda Rutinitas Sejenak, Menemukan Kebahagiaan Sederhana di Tempat Camping
-
Review Film It's My Time: Seni Menghargai Masa Tua dengan Cara yang Indah
-
Bedah Buku 'Sebilah Lidah': Ketika Puisi Menelanjangi Sisi Gelap Manusia Modern